Kebut Aksesi Keanggotaan OECD, Pemerintah Gandeng ERIA
Demi Ermansyah | 30 Juli 2024, 21:52 WIB

AKURAT.CO Kementerian Koordinator bidang Perekonomian RI menjalin kerja sama dengan Economic Research Institute for ASEAN and East Asia (ERIA) untuk memperdalam kajian terhadap proses aksesi OECD hingga memperluas pasar ekspor Indonesia.
ERIA merupakan salah satu lembaga think tank yang berfokus pada studi kajian serta rekomendasi kebijakan untuk wilayah ASEAN dan Asia Timur.
"Hari ini kita menyaksikan penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) antara ERIA atau Economic Research Institute for ASEAN dan East Asia. Ini adalah think tank yang masuk dalam top ten daripada think tank yang di-publish oleh State of Civil Society dan think tank dari University of Pennsylvania. Ini adalah salah satu think tank ternama yang berkantor di Jakarta,” kata Airlangga di Kantor Kemenko Perekonomian Jakarta, Selasa (30/7/2024).
Baca Juga: Keanggotaan OECD dan Tax Ratio RI
Airlangga menjelaskan penandatanganan Nota Kesepahaman tersebut mencakup berbagai kerja sama. Pertama, studi kajian bersama aksesi Indonesia untuk menjadi anggota OECD dan Perjanjian Komprehensif dan Progresif untuk Kemitraan Trans-Pasifik (Comprehensive and Progressive Agreement for Trans-Pacific Partnership/CP-TPP).
"Terkait dengan OECD dan CP-TPP, ERIA akan melakukan kajian manfaat, simulasi skenario dan pembentukan PMO (Project Mangement Office) OECD,” ujarnya.
Kedua, kerja sama pembentukan ASEAN Zero Emission Center yang akan diresmikan akhir Agustus 2024. Kemudian ketiga, kerja sama dalam Feature Ready ASEAN guna mengembangkan rantai pasok semikonduktor hingga memperluas pasar industri otomotif dan baterai.
"Feature Ready ASEAN untuk kajian rantai pasok baik itu semikonduktor, pengembangan ekonomi digital dan juga studi mengenai industri otomotif next generation di ASEAN, untuk men-supply global termasuk pengembangan industri berbasis baterai," tutur Airlangga.
Ia menambahkan kolaborasi bersama ERIA juga mendorong pengembangan ekonomi digital hingga pengembangan ekonomi berkelanjutan. Nantinya kerja sama ini dituangkan dalam bentuk riset transformasi digital dan pengembangan ekosistem perusahaan rintisan (startup) di kawasan ASEAN.
"Nah bentuk kerja sama adalah dalam bentuk in-depth study dan publikasi bersama, kemudian studi kebijakan dan peningkatan kapasitas SDM, dan rencana kerjasama dalam 2 tahun dan dapat diperpanjang," jelasnya.
Pada kesempatan yang sama, Direktur ERIA Tetsuya Watanabe menyampaikan penandatanganan MoU mengisyaratkan kesiapan ERIA untuk mendukung Indonesia dalam meningkatkan kerja sama ekonomi internasional. "ERIA siap untuk mendukung Indonesia untuk meningkatkan kerja sama ekonomi internasional termasuk proses aksesi OECD, CP-TPP dan pengembangan industri semikonduktornya," ucap Watanabe.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Demo BEM UI 28 Oktober 2026: Cek Lokasi, Jadwal, dan Informasi Terbaru
- 2Kalender Jawa 28 Oktober 2026: Watak Weton Rabu Pon, Benarkah Dikenal Pekerja Keras?
- 3KPK Tegaskan Tak Sita atau Terima Pengembalian Rp40 Juta dari PCNU Terkait Muktamar NU
- 44 Link CCTV Jakarta Hari Ini, 28 Oktober 2026: Pantau Situasi Demo di Bundaran HI!
- 5Prediksi Skor Roma vs Cagliari 28 Oktober 2026: Giallorossi Diunggulkan Menang
- 6Pemimpin Oposisi Israel Berjanji akan Mengganti Pemerintahan Netanyahu setelah Pemilu
- 7Materi Matematika TKA SMA 2026, Cek Kisi-Kisi dan Contoh Soal Terbaru
- 8Link Download Kalender 2027 PDF Lengkap dengan Tanggal Merah, Libur Nasional, dan Cuti Bersama
- 9Silmy Karim Didakwa Terima Rp1,2 Miliar dari Pungli Dokumen Imigrasi
- 10KPK Ingatkan Nusron Wahid untuk Kooperatif dan Berharap Dukungan Penuh Pemerintah








