AKURAT.CO Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengungkapkan target defisit Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) untuk tahun depan berada di kisaran 2,45% hingga 2,82%. Menurutnya, target ini telah mempertimbangkan program-program prioritas pemerintahan selanjutnya.
"Kebijakan APBN 2025 akan terus didesain ekspansif namun terarah dan terukur," ujar Sri Mulyani dalam Rapat Paripurna DPR RI ke-19 Masa Persidangan V Tahun Sidang 2023-2024, Selasa (4/6/2024).
Menurutnya, defisit antara 2,45 hingga 2,82% PDB tersebut akan mampu membiayai seluruh program-program prioritas pemerintah baru.
Baca Juga: Menkeu Seayangkan Rp192,7 T Dana Pemda Mengendap di Bank
Pernyataan ini merupakan tanggapan atas pandangan fraksi-fraksi di DPR, termasuk PDI Perjuangan, Partai Golkar, Partai Gerindra, PKB, Partai Demokrat, PKS, PAN, dan PPP, yang menyoroti defisit dan pembiayaan anggaran dalam Paripurna DPR sebelumnya.
Sri Mulyani menekankan bahwa defisit ini akan dikelola dengan pembiayaan yang inovatif, berhati-hati, dan berkelanjutan melalui manajemen utang yang baik. "Defisit juga akan terus dijaga demi menjaga kepercayaan global agar menciptakan keyakinan dan transparansi," tambahnya.
Selain itu, Sri Mulyani menuturkan bahwa pemerintah baru akan menjaga rasio utang dalam batas yang wajar dengan memanfaatkan berbagai instrumen fiskal. "Pemerintah juga menggunakan sisa anggaran lebih untuk mengantisipasi ketidakpastian," jelasnya.
Pemerintah akan menciptakan akses pembiayaan bagi usaha kecil dan menengah serta masyarakat berpendapatan rendah melalui berbagai skema kerja sama antara pemerintah dan badan usaha. "Sustainable menjadi berbagai pilihan dari pembiayaan yang inovatif," ujarnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini


Terpopuler
- 1Kalender Jawa 10 Oktober 2026: Watak Weton Sabtu Kliwon dan Hari Baiknya
- 2Eks Ketua KY Soroti Putusan MK soal Ijazah Gibran: Tidak Menemukan Bukti Bukan Berarti Terbukti
- 3Kalender Jawa 12 Oktober 2026: Watak Weton Senin Pahing Dikenal Tegas dan Punya Cita-Cita Tinggi
- 4Kontak Tembak di Papua Barat Daya, Komandan Operasi OPM Dikabarkan Tewas
- 5India Diguncang Gelombang Penangkapan, Ribuan Orang Ditahan Jelang Demo Tuntut Ketua KPU Mundur
- 6Kalender Jawa 13 Oktober 2026: Watak Weton Selasa Pon, Setia tetapi Mudah Cemburu
- 7Prediksi Lens vs Sporting CP 13 Oktober 2026: Skor, H2H, dan Susunan Pemain
- 8Kesepakatan Diesel Trump-Putin Dicibir Zelensky: Kami Dijadikan Kedok
- 9KPK Jadwalkan Ulang Pemeriksaan Nusron Wahid Pekan Ini
- 10Eratnya Persahabatan Indonesia-Mesir, Prabowo Antarkan Langsung Keberangkatan Presiden El-Sisi








