Menkeu Sebut Dibutuhkan APBN Yang Kuat di Era Transisi Energi

AKURAT.CO Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menegaskan pentingnya anggaran pendapatan dan belanja negara (APBN) dalam efektivitas transisi energi.
Menurut Menkeu, ada tiga tantangan dan pilihan pelik dalam upaya transisi energi, yaitu energy security, energy sustainability, dan energy affordability.
Energi merupakan kebutuhan dasar manusia, sehingga menjadi tantangan pembangunan untuk menyediakan energi yang terjangkau bagi masyarakat.
Baca Juga: Menkeu Ungkap Anggaran Pembangunan IKN Tembus Rp72,1 T dalam 3 Tahun Terakhir
"Dibutuhkan APBN yang sehat dan kuat serta strategi menarik pendanaan global yang efektif untuk menjalankan transisi energi secara sustainable," kata Sri Mulyani kata Sri Mulyani dalam keterangannya di akun Instagram resmi @smindrawati, seperti dikutip di Jakarta, Rabu (1/5/2024).
Namun, perhatian terhadap aspek keberlanjutan planet mengharuskan transisi menuju energi hijau dan terbarukan. Proses ini tidak hanya rumit dan kompleks, tetapi juga membutuhkan biaya yang tinggi.
"Kita harus menjaga kepentingan nasional dan memperjuangkan proses transisi yang adil dan terjangkau," tutur Sri Mulyani.
Dalam diskusi Future Vision Symposium IsDB Annual Meeting di Riyadh, Arab Saudi, Menkeu menjelaskan cara Indonesia menjalankan transisi energi menuju net zero emission (NZE) dan meningkatkan energi terbarukan.
"Senang bisa menjelaskan posisi Indonesia yang mendapat respek dari seluruh panitia dan audiens," ujarnya.
Selain itu, Menkeu Sri Mulyani menghadiri pertemuan sekaligus peringatan 50 tahun Islamic Development Bank (IsDB).
Serta, Sri Mulyani menyatakan peringatan itu menjadi momen yang baik bagi IsDB untuk melanjutkan agenda reformasi, menjadi Bank Pembangunan yang makin besar, lebih baik, dan makin kuat dalam membantu negara-negara klien mencapai tujuan mereka.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini


Terpopuler
- 1Kalender Jawa 10 Oktober 2026: Watak Weton Sabtu Kliwon dan Hari Baiknya
- 2Eks Ketua KY Soroti Putusan MK soal Ijazah Gibran: Tidak Menemukan Bukti Bukan Berarti Terbukti
- 3Kalender Jawa 12 Oktober 2026: Watak Weton Senin Pahing Dikenal Tegas dan Punya Cita-Cita Tinggi
- 4Kontak Tembak di Papua Barat Daya, Komandan Operasi OPM Dikabarkan Tewas
- 5India Diguncang Gelombang Penangkapan, Ribuan Orang Ditahan Jelang Demo Tuntut Ketua KPU Mundur
- 6Kalender Jawa 13 Oktober 2026: Watak Weton Selasa Pon, Setia tetapi Mudah Cemburu
- 7Prediksi Lens vs Sporting CP 13 Oktober 2026: Skor, H2H, dan Susunan Pemain
- 8Kesepakatan Diesel Trump-Putin Dicibir Zelensky: Kami Dijadikan Kedok
- 9KPK Jadwalkan Ulang Pemeriksaan Nusron Wahid Pekan Ini
- 10Eratnya Persahabatan Indonesia-Mesir, Prabowo Antarkan Langsung Keberangkatan Presiden El-Sisi







