BI Sebut Kesetaraan Gender Tingkatkan 9 Persen PDB RI

AKURAT.CO BI mengungkapkan kesetaraan gender berkontribusi besar terhadap perkonomian Indonesia.
Kepala Grup Pengembangan Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) dan Keuangan Inklusif, Bank Indonesia (BI), Elsya MS Chani mengatakan bahwa potensi peningkatan Produk Domestik Bruto (PDB) pada tahun 2025 jika mengupayakan kesetaraan gender dapat meningkatkan 9% pendapatan Indonesia atau setara dengan USD135 miliar.
“Jika meningkatkan kesetaraan gender pada tahun 2025 dapat meningkatkan PDB Indonesia atau setara dengan 9 persen dibandingkan dengan proyeksi jika melakukan business as usual,” kata Elsya di Jakarta, Kamis (9/11/2023).
Baca Juga: World Bank Sebut Kesetaraan Gender Bisa Hasilkan USD11 Triliun untuk PDB Global, Kok Bisa?
Kemudian berdasarkan data tahun 2022, tingkat partisipasi angkatan kerja perempuan masih sebesar 53,41% sedangkan laki-laki sebesar 83,87%.
“Terdapat gap dalam probabilitas partisipasi angkatan kerja antara perempuan dan laki-laki. Hal ini utamanya pada kelompok perempuan menikah dan belum menikah di rentang usia 25-40 tahun,” ucap Elsya.
Sementara, di setiap pegawai Bank Indonesia mendapatkan kesempatan dan fasilitas yang sama dalam berkarir, sesuai prestasi kerja tanpa terhalangi oleh bias dan norma-norma sosial yang ada.
Elsya menambahkan, arahan Gubernur BI Perry Warjiyo adalah memberikan kesempatan yang sama, memastikan bahwa perempuan memiliki kesempatan yang sama dengan laki-laki untuk masuk dan berkembang.
Selanjutnya, pendidikan dan pelatihan sesuai kebutuhan, serta fasilitasi pelatihan dan program pengembangan untuk meningkatkan keterampilan dan pengetahuan sehingga kesetaraan gender tidak menjadi masalah.
“Di Bank Indonesia pada level dewan gubernur ada 50 persen atau 3 dari 6 dewan gubernur adalah perempuan, yang menunjukkan kemampuan besar perempuan untuk tidak kalah,” ucap Elsya.
Sebagai tambahan, Elsya juga melaporkan bahwa kontribusi sektor UMKM terhadap PDB Indonesia sebesar 67% hingga tahun 2023 dan telah menyerap 99% tenaga kerja dan terdapat 65% perempuan dari tenaga kerja yang terserap dari UMKM.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 2Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 3Dua Jenderal TNI AD Dinilai Memenuhi Syarat Jadi Calon Panglima TNI, Siapa Saja?
- 4Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 5Tudingan Ijazah Palsu Dirinya dan Gibran Terus Bergulir, Jokowi: Berpotensi Pengalihan Isu
- 6Prediksi Skor Roma vs Genoa 18 Oktober 2026: Giallorossi Diunggulkan
- 7Cara Cek Desil Online Oktober 2026 Pakai NIK KTP, Ini Link Resminya
- 8Kalender Jawa 16 Oktober 2026: Weton Jumat Legi Disebut Punya Karakter Unik
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK










