Atasi Tantangan Ekonomi, ASEAN Berkomitmen Jadi Pusat Pertumbuhan Dunia

AKURAT.CO - Pertemuan ASEAN Finance Ministers and Central Bank Governors Meeting (AFMGM) 2023 para Menteri Keuangan (Menkeu) dan Gubernur Bank Sentral ASEAN sepakat untuk menjadikan ASEAN sebagai pusat pertumbuhan dunia.
Pada pertemuan AFMGM ini, juga membahas perumusan kebijakan dan strategis untuk menjawab tantangan-tantangan serta melanjutkan perbaikan isu fundamental yang berdampak pada kemajuan kawasan ASEAN jangka panjang.
Menkeu Sri Mulyani Indrawati melaporkan, pertumbuhan ekonomi ASEAN diprediksikan tumbuha 45% pada tahun 2023. Hal ini menunjukkan bahwa ASEAN telah mampu menjaga tingkat suku bunga dan depresiasi nilai tukar di kawasan, di tengah peningkatan suku bunga global.
“Fundamental ekonomi ini menunjukkan ketahanan ASEAN terhadap guncangan global serta konsisten perkembangan ekonomi di kawasan dalam menjadikan pusat pertumbuhan (epicentrum of growth),” kata Sri Mulyani dikutip Sabtu (26/8/2023).
Baca Juga: RI Inisiasi Pertemuan ASEAN AFMGM Atasi Tantangan Ekonomi Global
Sri Mulyani juga menyampaikan, tekanan geopolitik, kenaikan tekanan utang dan keterbatasan ruang kebijakan, fragmentasi global, isu terhadap ketahanan pangan dan energi, serta risiko perubahan iklim masih menjadi tantangan ASEAN untuk kedepannya.
“Pentingnya pertemuan ini, untuk memperkuat bauran kebijakan makroekonomi di negara anggota ASEAN dengan menggunakan seluruh instrumen yang ada, untuk memastikan stabilitas ekonomi kawasan,” ucap Sri Mulyani.
Pada kesempatan yang sama, Gubernur BI, Perry Warjiyo juga menjelaskan bahwa Bank Sentral ASEAN memiliki komitmen untuk mendukung mewujudkan integrasi kawasan ASEAN melalui insiatif Local Currency Transaction (LCT) dan Regional Payment Connectivity (RPC).
“Kedua insiatif tersebut juga telah dituangkan sebagai bagian dari kesepakatan Leaders’ Declaration pada ASEAN Summit di bulan Mei 2023 di Labuan Bajo serta sudah mulai memasuki tahapan implementasi,” ungkap Perry.
Perry menambahkan, keketuaan Indonesia pada tahun ini, menandai upaya ASEAN di jalur keuangan untuk meningkatkan kolaborasi dengan badan-badan sektoral lainnya dalam mengatasi tantangan global dan regional.
Oleh karena itu, para Menteri Keuangan dan Gubernur Bank Sentral telah mengevaluasi kemajuan, tantangan, dan pencapaian, serta arah kerja sama ASEAN pasca 2025 dari pertemuan AFMGM 2023. Selain sepakat untuk memajukan RPC dan mempromosikan LCT, juga disepakati 3 agenda lainnya yakni optimalisasi bauran kebijakan makroekonomi, penguatan inklusi dan literasi keuangan digital serta peninjauan kembali mandat Komite Kerja.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini


Terpopuler
- 1Kalender Jawa 28 Oktober 2026: Watak Weton Rabu Pon, Benarkah Dikenal Pekerja Keras?
- 24 Link CCTV Jakarta Hari Ini, 28 Oktober 2026: Pantau Situasi Demo di Bundaran HI!
- 3Pemimpin Oposisi Israel Berjanji akan Mengganti Pemerintahan Netanyahu setelah Pemilu
- 4Prediksi Skor Roma vs Cagliari 28 Oktober 2026: Giallorossi Diunggulkan Menang
- 5Materi Matematika TKA SMA 2026, Cek Kisi-Kisi dan Contoh Soal Terbaru
- 6Kalender Jawa 27 Oktober 2026: Watak Weton Selasa Pahing Dikenal Cerdas dan Banyak Akal
- 7Kalender Jawa 29 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Wage Dikenal Punya Cita-Cita Tinggi
- 8Biaya Marketplace Makin Tinggi, Brand Lokal Mulai Mengandalkan Website Sendiri
- 9Silmy Karim Didakwa Terima Rp1,2 Miliar dari Pungli Dokumen Imigrasi
- 10KPK Ingatkan Nusron Wahid untuk Kooperatif dan Berharap Dukungan Penuh Pemerintah







