Akurat Logo

5 Fakta Menarik Pabrik Tembaga Terbesar Dunia Milik Indonesia

Tia Nurullatifah | 21 Juni 2023, 15:44 WIB
5 Fakta Menarik Pabrik Tembaga Terbesar Dunia Milik Indonesia

AKURAT.CO Pabrik tembaga terbesar dunia atau pabrik pengolahan dan pemurnian (smelter) tembaga sebentar lagi akan dimiliki Indonesia.

Pabrik milik PT Freeport Indonesia (PTFI) yang berlokasi di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Java Integrated Industrial and Port Estate (JIIPE), Gresik, Jawa Timur, itu ditargetkan dapat beroperasi pada Mei 2024.

Terdapat beberapa fakta menarik mengenai pabrik tembaga tersebut seperti di bawah ini.

Fakta Menarik Pabrik Tembaga Terbesar Dunia Milik Indonesia

1. Berlokasi di Kawasan Ekonomi Khusus

Pabrik tembaga ini dibangun di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Java Integrated Industrial and Port Estate (JIIPE), Gresik, Jawa Timur.

Pabrik ini digadang-gadang sebagai single line atau satu jalur terbesar di dunia yang diklaim mampu menyerap konsentrat tembaga sebanyak 1,7 juta ton per tahun.

Pada Desember 2023 nanti PTFI menargetkan konstruksi fisik pabrik tembaga ini akan dapat selesai.

Untuk Pre Commissioning & Commisioning pada Mei 2024, lalu di ditargetkan mulai beroperasi pada akhir Mei 2024 dan beroperasi penuh pada akhir 2024.

2. Akan mengolah baja dan lumpur anoda

Selain membangun pabrik tembaga yang akan mengolah 1,7 juta ton konsentrat tembaga yang menjadi produk 600 ribu katoda tembaga per tahun, PTFI juga melakukan pembangunan Precious Metal Refinery (PMR).

PMR itu akan mengolah lumpur anoda menjadi emas dan perak batangan 6.000 ton per tahun.

Produk sampingan lainnya yakni asam sulfat sebanyak 1,5 juta ton per tahun, perak tembaga sebanyak 1,3 juta ton per tahun dan gipsum sebanyak 150 ribu ton per tahun.

3. Merampungkan pembangunan ekspansi smelter

Selain itu, PTFI juga tengah berupaya merampungkan pembangunan ekspansi smelter PT Smelting.

Nantinya total kapasitas pengolahan PT Smelting akan naik menjadi 2,3 juta ton konsentrat tembaga dari yang sebelumnya hanya 300 ribu ton.

Saat ini, saham PT Smelting Gresik sebanyak 40 persen digenggam oleh PTFI. Sisanya 60 persen merupakan milik Mitsubishi.

4. Total biaya mencapai USD3 miliar

Total biaya smelter baru dan ekspansi pabrik tembaga yang akan dikeluarkan perusahaan mencapai USD3 miliar atau setara dengan Rp45 triliun.

Hingga saat ini proyek tersebut telah menghabiskan USD2,2 miliar atau setara dengan Rp33 triliun.

Proyek tembaga ini terus mengalami kemajuan yang signifikan. Hingga akhir Mei 2023 progres pembangunannya telah mencapai 70,6 persen menurut bahan paparan PTFI.

5. Menyerap banyak pekerja

Berkat proyek pabrik tembaga terbesar dunia, PTFI bakal mempekerjakan 13.000 pekerja yang terdiri dari 98 persen pekerja asli Indonesia dan 50 persen di antaranya adalah tenaga kerja lokal dari Jatim.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.