AS Masukan Perusahaan China Lagi ke Daftar Hitam, Perang Dagang Jilid 2?

AKURAT.CO, Menteri Perdagangan Amerika Serikat (AS) Gina Raimondo mengatakan bahwa pemerintahnya akan secara aktif untuk mempertimbangkan untuk menambah perusahaan China ke daftar hitam atau blacklist ekonomi, yang mana China didalamnya disebut berupaya untuk menghindari sanksi AS.
Seperti yang dikutip dari Reuters pada Selasa (31/5/2022), AS lewat Departemen Perdagangannya akan membatasi ekspor AS dan akan mengumpulkan informasi mengenai dalang dibalik perusahaan yang berusaha menghindar dari sanksi AS.
Pemerintahan Biden telah memperpanjang kebijakan yang berawal dari periode Trump tersebut dan di bulan November menempatkan selusin perusahaan China di Daftar Entitas atas masalah keamanan nasional dan kebijakan luar negeri, dalam beberapa kasus mengutip bantuan mereka dalam mengembangkan upaya komputasi kuantum militer China.
"Pemerintah saat ini sedang bekerja untuk mendapatkan informasi seputar aktor jahat di China, dan kami akan masukan perusahaan tersebut ke blacklist kami, saat ini penyelidikan sedang berlangsung," ujar Raimondo.
Ia juga menambahkan bila tidak akan pelonggaran sanksi dalam waktu dekat, bertentangan ketika Menteri Keuangan Janet Yellen pada dua pekan lalu yang mengisyaratkan akan melonggarkan beberapa sanksi China yang tidak sesuai dengan kondisi yang ada di AS.
Raimondo yakin, menurutnya China setelah penerapan ini tidak akan tinggal diam karena mereka akan pakai berbagai cara dengan mendirikan (menggunakan) perusahaan baru atau sejenisnya.
"Mereka datang dengan tahu cara baru untuk menghindari sanksi, mendirikan (perusahaan) baru dan sejenisnya. Kami memiliki upaya yang sangat agresif dan waspada sedang berlangsung," tegas Raimondo
Dia mengatakan bila memungkinkan dia ingin bekerja dengan sekutu AS untuk menyelaraskan pembatasan perdagangan mereka dengan kontrol ekspor AS.
Sebelumnya, pada pemerintahan Trump mulai secara agresif menggunakan Entity List atau daftar entitas, yang mana mereka menambahkan lusinan perusahaan China termasuk Huawei pada 2019, pembuat chip SMIC dan produsen drone China DJI pada 2020. Sedangkan pada bulan Desember, Departemen Perdagangan juga turut menambahkan Akademi Ilmu Kedokteran Militer China dan 11 lembaga penelitiannya ke dalam Daftar Entitas.
Raimondo mengutip laporan baru-baru ini bahwa Apple Inc (AAPL.O) sedang mempertimbangkan untuk memindahkan beberapa produksi dari China.
"Saya telah mendengar hal yang sama dari banyak perusahaan manufaktur Amerika lainnya, banyak di antaranya telah memproduksi di China selama beberapa dekade," katanya.
Pada bulan Februari, Departemen Perdagangan menambahkan 33 perusahaan dan lembaga China ke daftar yang belum diverifikasi sehingga mengharuskan eksportir AS untuk melalui lebih banyak prosedur sebelum mengirimkan barang ke perusahaan atau lembaga itu.[]
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkini





