Akurat Logo

Ini Rahasia Industri Kendaraan Listrik China Mampu Kuasai Pasar Global

Audit Temp | 13 September 2020, 19:25 WIB
Ini Rahasia Industri Kendaraan Listrik China Mampu Kuasai Pasar Global

AKURAT.CO Duta Besar Indonesia untuk China Djauhari Oratmangun mengatakan, pengembangan industri kendaraan listrik di China mendapat dukungan penuh dari pemerintahnya. Alhasil, negeri Tirai Bambu itu dapat menjadi industri andal dan terdepan serta mampu menguasai pasar global.

"Penelitian dan pengembangan industri kendaraan listrik di China selama ini mendapatkan dukungan penuh dari pemerintah setempat sebagai upaya agar para produsen dapat terus meningkatkan kualitas produksi kendaraannya," kata Dubes Djauhari dilansir dari Antara, Jakarta, Minggu (13/9/2020).

Mengutip International Energy Agency/IEA, Djauhari Oratmangun mengatakan, China saat ini berada di posisi terdepan dalam penggunaan kendaraan listrik.

Data per akhir Juni 2019 menunjukkan hampir separuh dari populasi mobil listrik dan 99 persen populasi bus listrik dunia berada di China, juga mendominasi pasar global untuk kendaraan listrik kecepatan rendah dan kendaraan listrik roda dua.

"Selama beberapa tahun terakhir ini, industri kendaraan listrik di China memang berkembang sangat cepat dan pesat," ujarnya.

Berdasarkan data IEA, pada 2019 terdapat 2,58 juta kendaraan listrik berbasis baterai di China, jauh melebihi jumlah kendaraan listrik di Eropa sebanyak 0,97 juta unit ataupun Amerika Serikat sebesar 0,88 juta unit.

China juga memiliki lebih banyak infrastruktur pendukung berupa stasiun pengisian baterai dibandingkan negara-negara lain, termasuk juga 82 persen instalasi pengisian daya cepat.

Dijelaskan Djauhari, menurut Kementerian Perindustrian dan Teknologi Informasi (MIIT) China, selama merebaknya pandemi COVID-19 produksi kendaraan listrik di negeri tersebut pada periode triwulan I-2020 atau turun 60,2 persen secara tahunan (yoy) menjadi 105 ribu unit, sedangkan penjualan turun 56,4 persen menjadi 114 ribu unit kendaraan.

"Dalam kondisi sulit ini pemerintah China memberikan sejumlah dukungan kebijakan antara lain perpanjangan subsidi untuk kendaraan listrik dan kebijakan keringanan pajak yang seharusnya berakhir pada tahun 2020 menjadi tahun 2022. Pemerintah juga mendorong pembelian kendaraan listrik oleh pejabat pemerintah pusat maupun provinsi untuk meningkatkan pertumbuhan pasar kendaraan listrik di China," katanya.

Peningkatan kualitas kendaraan listrik di China menjadi salah satu tantangan bagi produsen. Negara ini, menurut Djauhari, terus meningkatkan kualitas kendaraan listrik antara lain melalui dukungan kemajuan teknologi yang terkomputerisasi. Sehingga memungkinkan produsen merancang mesin canggih, transmisi otomatis yang kompleks maupun detail interior tingkat tinggi.

Sejumlah produsen kendaraan listrik di China kini bahkan bisa menghasilkan produk-produk yang mampu bersaing dengan kendaraan listrik dengan merk ternama seperti Tesla.

"Misalnya saja, produsen mobil listrik ternama China, Nio, banyak melakukan revisi dari desain kendaraannya untuk memenuhi permintaan konsumen," kata Dubes.

Sedangkan BYD yang juga punya nama di tingkat global, sudah mampu mengembangkan baterai berkualitas tinggi yang seratus persen dapat didaur ulang. "Dengan harga yang relatif lebih rendah dibandingkan perusahaan pesaing," kata Dubes Djauhari.

Pemerintah China, menurut Djauhari, menargetkan populasi 5 juta kendaraan listrik di jalan-jalan dalam negeri tersebut pada 2020 melalui dukungan subsidi manufaktur, pembebasan pajak, pengadaan pemerintah, dan dukungan untuk pembangunan stasiun pengisian kendaraan listrik. []

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.