Mengenal Posesif dan Perbedaannya Dengan Rasa Cemburu

AKURAT.CO Posesif merupakan satu dari enam bentuk kecemburuan. Lima bentuk perilaku cemburu lainnya adalah rasa tidak mampu, tidak aman, kesulitan membedakan mana yang persepsi dan mana yang nyata, obsesif, dan paranoid.
Ciri-ciri posesif berbeda dengan ciri-ciri rasa cemburu lainnya. Dilansir dari laman Medium, Psikolog, Seth Meyers mengatakan kadar kecemburuan amat beragam, tergantung jenis hubungan yang dijalani.
"Sebab, ada kecemburuan yang bisa dibenarkan, dan ada juga yang berlebihan," ujar Meyers, dikutip dari laman Medium pada Selasa (11/01).
Solusi untuk setiap perilaku yang mencerminkan kecemburuan, juga membutuhkan penanganan berbeda.
Posesif pada dasarnya memiliki rasa berhak terhadap seseorang. Meyers menjelaskan, perasaan berhak memiliki yang dirasakan oleh seorang posesif akan terasa berlebihan dan tak masuk akal bagi orang lain.
Tak dipungkiri, rasa memiliki memang menjadi hal mendasar pada seseorang sesuai perannya. Contoh, pacar, suami, istri, anak, dan lainnya.
Orang yang posesif akan menakar perannya dalam bobot yang amat berat, sehingga dia merasa sangat berhak terhadap orang lain.
Ketika merasa sangat berhak atas orang lain, maka dia akan sangat melindunginya dan takut keberadaannya bakal tersisih atau terancam.
Bagi yang sedang menjalin hubungan,entah itu asmara, pertemanan sampai rumah tangga. Meyers mengatakan, sikap posesif justru akan menghancurkan hubungan tersebut.
"Perlu diingat ketika kita merasa berhak atas orang lain, maka pasangan harus menyetujuinya. Tidak bisa hanya dari satu pihak," ucapnya.
Pada tingkatan yang rendah, sikap posesif bisa diatasi dengan saling terbuka dalam membangun relasi, baik pertemanan maupun cinta.
Namun jika wujud dari sikap posesif ini sudah masuk kategori tinggi seperti paranoid, maka sebaiknya berkonsultasi dengan ahlinya.
Ciri-ciri posesif dalam perilaku, Meyers melanjutkan, bisa berupa kontrol dan dominasi total.
Ciri orang posesif lainnya adalah emosi dan suasana hati yang tidak stabil. Seringkali, orang yang posesif suka mengontrol lalu menjadi mudah marah bila ora v lain melakukan sesuatu yang tidak sesuai atau yang menurutnya salah.
Bahkan terkadang, ancaman, seperti ingin bunuh diri, atau kekerasan fisik mungkin saja dilakukan agar seseorang bisa mematuhi orang posesif.
Dia mengingatkan, agar siapapun berhati-hati karena sifat posesif bisa menular.
Tak jarang orang menerapkan standar ganda, yakni menjadi posesif terhadap orang lain, tetapi menuntut kebebasan untuk diri sendiri.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkini


Terpopuler
- 1Kalender Jawa 10 Oktober 2026: Watak Weton Sabtu Kliwon dan Hari Baiknya
- 2Tak Perlu Pansus atau Hak Angket untuk Kasus Ijazah Gibran? Ini Kata Komisi II DPR
- 3Gratis! Pekan Antariksa Dunia 2026 di Indonesia, Cek Lokasi dan Cara Daftarnya
- 4Timnas Indonesia U-17 Putri Selangkah Lagi ke Piala Asia 2027, Anya Gabriella Ingatkan Laga Krusial
- 5India Diguncang Gelombang Penangkapan, Ribuan Orang Ditahan Jelang Demo Tuntut Ketua KPU Mundur
- 6Jadwal BRI Liga 1 Pekan Ini Lengkap dengan Live Streaming, Ada Persib vs Dewa United
- 7Kesepakatan Diesel Trump-Putin Dicibir Zelensky: Kami Dijadikan Kedok
- 8Tiba di Jakarta, Ryan Giggs Terkesan 'Kehebohan' Penggemar Sejak di Bandara
- 9Eratnya Persahabatan Indonesia-Mesir, Prabowo Antarkan Langsung Keberangkatan Presiden El-Sisi
- 10Pertemuan Prabowo dan El-Sisi Hasilkan Empat Kesepakatan Kerja Sama, Mulai Statistik hingga Kelautan


