Hati-hati Dengan Breadcrumbing, Perhatian Berujung Ketidakpastian

AKURAT.CO Mencari pasangan secara online kini marak dilakukan banyak orang.
Jika kamu salah satunya, maka jangan terburu-buru luluh dengan perhatian orang lain di dunia maya karena bisa jadi itu hanyalah breadcrumbing.
Istilah breadcrumbing terbilang asing bagi sebagian orang. Meski begitu, tak sedikit pula yang mengalaminya dalam suatu hubungan.
Agar tak terjebak perilaku breadcrumbing, simak pengertian dan tanda-tandanya berikut ini.
Baca Juga: Mengenal Love Scamming, Hati-hati Cinta Berkedok Penipuan
Apa Itu Breadcrumbing?
Breadcrumbing adalah perilaku seseorang yang sengaja memberikan perhatian-perhatian kecil, tapi sebenarnya ia tidak berniat atau tidak berkomitmen untuk menjalin hubungan. Perhatian yang dimaksud bisa dalam bentuk mengirim pesan teks, menelepon, atau interaksi di media sosial.
Breadcrumber atau pelaku breadcrumbing cenderung hanya ingin mendapatkan perhatian dan ingin agar orang lain terus tertarik padanya. Jika si korban sudah merasa lelah dan mau menyerah, breadcrumber akan berusaha melakukan pendekatan dengan lebih hati-hati. Hal ini dilakukan agar korban tetap baper alias terbawa perasaan dan kembali meresponsnya.
Breadcrumbing termasuk perilaku manipulatif dan tergolong kekerasan emosional. Pasalnya korban breadcrumbing akan merasakan bingung atau bahkan tersakiti oleh hubungan yang tidak jelas kelanjutannya.
Lalu kenapa dinamakan breadcrumbing? Secara bahasa, breadcrumb berarti remah roti. Istilah ini sebenarnya berasal dari dongeng Hansel dan Gretel yang menjatuhkan remah roti di sepanjang jalan yang mereka lalui.
Breadcrumber sengaja menjatuhkan 'remah roti' dalam bentuk perhatian khusus. Orang yang menemukan 'remah roti' tersebut akan terus mengikuti jejaknya tanpa akhir.
Saat mereka mendapatkan perhatian serta atensi kamu, mereka pelan-pelan akan mundur bahkan menghilang. Sebab, mereka merasa tidak melakukan kesalahan apa pun. Intinya, orang tersebut hanya menggoda dan mencari perhatian, bukan bermaksud untuk menjalin suatu hubungan.
Kondisi ini yang menyebabkan banyak luka dan kesedihan yang bisa timbul, karena harapan akan menjalin hubungan tidak benar-benar bisa terwujud.
Tanda-tanda Breadcrumbing
Jika kamu masih tidak yakin apakah yang dilakukannya merupakan breadcrumbing atau berpikir itu bisa terjadi pada kamu, berikut adalah beberapa tanda yang perlu diwaspadai, antara lain:
1. Tidak berkomunikasi secara rutin
Jika seseorang serius untuk mendekati kamu, pasti ia akan berusaha untuk berkomunikasi secara rutin. Namun sayangnya, hal ini tidak berlaku oleh breadcrumber yang tidak akan mengirimi pesan secara konsisten.
Kamu mungkin akan berhubungan dengannya selama beberapa hari. Lalu kemudian setelah seminggu atau bahkan lebih, mereka tidak lagi menghubungi atau memberikan respons.
2. Suka memberi harapan palsu
Tanda lain seseorang melakukan breadcrumbing adalah mereka sering merasa takut berkomitmen dan tidak menyukai hal-hal yang spesifik. Terkadang mereka akan meminta kamu untuk segera bertemu, tapi saat kamu menanyai detail lengkapnya, mereka justru menghindarinya. Hal ini membuat kamu merasa terabaikan.
3. Tidak membalas chat tapi mengomentari media sosial lainnya
Tanda lain dari breadcrumbing yang harus diwaspadai yaitu saat sedang berbalas pesan atau chat dengannya, ia tidak langsung membalas dan membiarkannya menggantung begitu saja.
Tapi, diwaktu yang bersamaan ia justru menyukai postingan media sosial milikmu yang lain, seperti me-likes postingan, menonton Instagram Stories, atau mengomentari twit terbaru yang kamu tulis. Ini bisa mencegah kamu untuk melupakannya dan tetap di "radar" kamu.
4. Pura-pura perhatian
Ini merupakan salah satu taktik yang paling umum untuk memikat seseorang. Orang yang melakukan breadcrumbing bisa sangat perhatian untuk menunjukkan ketertarikan.
Seperti misalnya mereka akan mengirimkan pesan larut malam, tapi tidak ada rencana untuk mengajak kamu bertemu. Mereka bahkan mungkin mengirimi kamu pesan hanya untuk 'melihat keadaan' tanpa niat untuk berhubungan, tetapi memastikan bahwa kamu sedang berbaring di malam hari memikirkan mereka.
5. Membuat kamu merasa tidak nyaman dengan diri sendiri
Saat kamu menerima pesan dari mereka, itu mungkin membuat jantung berdebar kencang dan memberikan perasaan gembira, tetapi itu tidak membuat kamu senang dan bahagia.
Bahkan, jika kamu merasa saat mereka mengirimi pesan, itu akan segera hilang dan digantikan oleh kekhawatiran tentang apakah kamu akan mendengar kabar dari mereka lagi. Akibatnya kamu pun merasa tidak nyaman dengan diri sendiri dan timbul perasaan bersalah kepadanya.
6. Mereka membuat kamu merasa semua adalah salahmu
Saat hubungan kalian berdua tidak berakhir dengan bahagia, mereka justru akan menyalahkan kamu. Padahal sebenarnya yang terjadi karena perhatian dan komitmennya yang tidak serius.
Mungkin mereka akan menjatuhkan diri kamu, sehingga merasa semua adalah kesalahan dan merupakan pukulan besar bagi kepercayaan diri.
Apa Penyebab Perilaku Breadcrumbing?
Ada banyak faktor yang mungkin bisa menyebabkan seseorang melakukan breadcrumbing, beberapa di antaranya adalah sebagai berikut:
1. Rendah diri
Mengutip dari Very Well Mind, pelaku biasanya adalah orang yang rendah diri dan melakukan breadcrumbing bisa membuat perasaannya jadi lebih baik.
Dia sengaja menjalin hubungan semu dengan orang lain karena hal itu membuatnya merasa dihargai dan diinginkan. Ketika breadcrumber tahu ada orang lain yang menyukai dirinya, hal itu juga bisa meningkatkan rasa kepercayaan diri.
2. Ketidakdewasaan
Breadcrumbing muncul karena pribadi yang kurang dewasa. Orang seperti ini takut berkomitmen dengan satu orang dan lebih suka menikmati sensasi dikejar-kejar oleh orang yang menyukainya.
3. Narsistik
Breadcrumbing biasanya dilakukan oleh orang yang narsistik. Breadcrumber haus akan perhatian dan ingin orang lain menyukainya. Akan tetapi, ia tak mau membalasnya dengan perasaan yang sama, bahkan tidak peduli apabila perilakunya tersebut menyakiti orang lain.
Breadcrumber juga manipulatif layaknya orang narsistik. Ia akan melakukan apapun dan memanfaatkan orang lain demi kepentingan dirinya sendiri.
4. Kesepian
Menurut situs Healthline, breadcrumber bisa jadi adalah orang yang kesepian dan tidak memiliki hubungan sosial yang sehat, baik itu pertemanan maupun asmara. Dengan melakukan breadcrumbing, seseorang merasa diperhatikan dan punya teman untuk diajak bicara.
5. Ingin punya cadangan
Breadcrumbing juga bisa jadi taktik agar si pelaku memiliki orang yang bisa dijadikan 'cadangan'. Sebagai contoh, si pelaku memiliki hubungan serius dengan kekasihnya, tapi ia juga melakukan breadcrumbing dengan orang lain.
Korban breadcrumbing ini pun dianggap sebagai cadangan untuk dijadikan kekasih sungguhan apabila hubungan seriusnya tidak berhasil.
6. Gagal move on
Breadcrumbing juga bisa dilakukan oleh seseorang yang belum bisa move on dari mantan kekasihnya. Ia mungkin akan mengirimkan pesan teks dan melakukan interaksi media sosial seperti memberikan komentar atau like di postingan sang mantan.
Dari perspektif si pelaku, ia melakukan breadcrumbing karena memang belum siap berpisah atau sekadar ingin menjalin pertemanan. Tapi bisa jadi breadcrumber sengaja melakukan hal tersebut agar sang mantan juga susah move on darinya.
Demikian dapat dipahami bahwa breadcrumbing adalah perbuatan yang tidak baik sebab mempermainkan perasaan seseorang. Oleh karena itu, setiap orang perlu mengenal tanda-tandanya agar diri tidak terjebak dengan permainan breadcrumber.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Update Medali Asian Games 2026 Hari Ini: Indonesia Raih 20 Medali, Cek Klasemennya!
- 2Dua Land Cruiser Disebut Bawa Rp480 Miliar ke Muktamar NU, Gus Lilur Kaitkan Rp180 Miliar dengan Nusron
- 3Jubir KPK: Kepala Kantor BPN Mojokerto adalah Istri dari Dirjen Kementerian ATR/BPN Lampri
- 4Prediksi Skor Norwegia vs Denmark di Nations League 25 September 2026
- 5Prediksi Italia vs Belgia 26 September 2026: Skor, H2H, Starting XI, dan Semua Prediksi
- 6Prediksi Skor Serbia vs Yunani di UEFA Nations League 2026-27: Starting XI, H2H, dan Semua Prediksi
- 7Prediksi Skor Belanda vs Jerman 25 September 2026: Debut Xavi dan Klopp
- 8Seharusnya Denny Indrayana Paham Penjelasan Jokowi Soal Ijazah Gibran, Kecuali Ada Dorongan Politik
- 9Menag Pimpin Salat Jenazah, Rano Karno Sampaikan Pesan Keluarga untuk Guruh Soekarnoputra
- 10Prabowo Undang Pakar dan Akademisi ke Istana, Diskusi Pengelolaan Gambut hingga Pencegahan Karhutla




