Kapan Ejakulasi Disebut Berlebihan? Ini Penjelasan Dokter Boyke
AKURAT.CO Hingga kini masih ada banyak mitos terkait ejakulasi alias mengeluarkan sperma, dan salah satunya adalah tentang frekuensi normal.
Tidak ada jumlah yang pasti tentang jumlah ejakulasi yang normal. Pasalnya, kebutuhan setiap orang bisa berbeda-beda tergantung kondisi kesehatan dan faktor lainnya.
"Kita sebut berlebihan itu berapa banyak, karena orang yang gairah seksnya tinggi, melakukan hubungan seks setiap hari itu adalah hal yang wajar. Tapi bagi orang yang tidak menyukai seks, melakukan hubungan seks satu minggu dua kali saja, itu sudah dianggap berlebihan," kata seksolog dr Boyke Dian Nugraha SpOG MARS, dikutip AKURAT.CO dari kanal Youtube Boykepedia, Kamis (5/5/20220).
"Oleh karena itu bagi mereka yang gairah seksnya tinggi, melakukan hubungan seks dua atau tiga kali dalam satu minggu, itu adalah hal yang normal," imbuhnya.
Mengeluarkan sperma setiap hari sering dikaitkan dengan sejumlah risiko kesehatan seperti, masalah kesuburan, disfungsi ereksi, dan masalah lainnya. Namun, hal ini masih membutuhkan penelitian lebih lanjut. Sebaliknya, beberapa penelitian menunjukkan bahwa ejakulasi justru bisa memberi, seperti mencegah masalah prostat.
"Beberapa penelitian menunjukkan bahwa orang yang sering melakukan hubungan seks memang lebih terhindar dari pembengkakan prostat. Jadi salah satu pencegahan pembengkakan prostat dari hubungan seks yang rutin, istri sendiri, setiap satu minggu dua sampai tiga kali," ujar dr Boyke.
Dalam salah satu studi European Eurology 2016 yang dilakukan pada 31.925 pria, menunjukkan bahwa pria yang lebih sering ejakulasi mempunyai angka kemungkinan lebih kecil terkena kanker prostat dibandingkan dengan mereka yang jarang ejakulasi.
Ini merupakan kelanjutan dari studi yang dilakukan pada tahun 2004. Kedua studi menemukan hasil yang sama, bahwa ejakulasi sebanyak 21 atau lebih dalam sebulan secara signifikan mengurangi risiko terkena kanker prostat, dibandingkan dengan pria yang hanya ejakulasi empat sampai tujuh kali per bulan.
Meski begitu, ada beberapa penelitian yang menunjukkan hasil sebaliknya. Oleh sebab itu, dibutuhkan penelitian lebih lanjut terkait hal tersebut.
Terkait jumlah dan frekuensi yang normal, kamu perlu menghindari ejakulasi secara berlebihan yang biasanya terkait dengan masturbasi.
Seperti diketahui, ada risiko kesehatan terkait kecanduan masturbasi. Jadi, ketahui batasan dan cobalah untuk memperhatikan beberapa tanda kecanduan masturbasi.[]
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.





