Akurat Logo

Dzakwan bin Abdul Qais, Sahabat yang Menyebutkan Namanya Sampai Tiga Kali Demi Menjaga Tenda Rasulullah

Eva Rohila | 13 Oktober 2021, 18:39 WIB
Dzakwan bin Abdul Qais, Sahabat yang Menyebutkan Namanya Sampai Tiga Kali Demi Menjaga Tenda Rasulullah

AKURAT.CO Salah satu sahabat Nabi yang berasal dari Bani Zuraiq dan suku Khazraj adalah Dzakwan bin Abdul Qais RA. Diketahui ia merupakan salah satu dari  12 sahabat Anshar yang mengikuti Ba'iatul Aqabah pertama.

Pada suatu malam sebelum perang Uhud, sebagai antisipasi terjadinya serangan musuh di malam hari, Rasulullah SAW mengatur penjagaan. Rasulullah SAW kemudian menunjuk 50 orang sahabat untuk menjaga keseluruhan pasukan Muslim.

Rasulullah SAW bersabda, "Siapakah di antara kalian yang bersedia menjagaku?"

Kemudian ada salah seorang sahabat berdiri, dan Rasulullah SAW bersabda, “Siapakah engkau?”

"Nama saya Dzakwan." Kata lelaki yang berdiri tersebut.

Rasulullah SAW lalu menyuruhnya untuk duduk kembali. Setelah itu, Rasulullah SAW bertanya lagi, "Siapa lagi yang bersedia menjagaku?"

Kamudian salah seorang sahabat berdiri. Dan Rasulullah SAW bersabda, “Siapakah engkau?

"Nama saya Abu Saba!" Kata lelaki tersebut.

Seperti sebelumnya, Rasulullah SAW kembali menyuruh sahabat itu untuk duduk kembali. Untuk yang ketiga kalinya, Rasulullah SAW bertanya kembali siapa yang bersedia untuk menjaga beliau.

Lalu ada seorang sahabat berdiri. Dan Rasulullah SAW bertanya lagi seperti tadi, “Siapakah engkau?”

"Nama saya Ibnu Abdul Qais." Jawab lelaki tersebut.

Rasulullah SAW kemudian memerintahkan tiga orang itu untuk menghadap di tenda beliau. Akan tetapi, ternyata hanya satu orang saja yang hadir. Rasulullah SAW lalu bertanya, "Dimana dua orang temanmu tadi?"

"Wahai Rasulullah SAW," Kata orang itu, "Akulah orang yang berdiri sampai tiga kali itu. Saya ini Abu Saba’, Dzakwan bin Abdul Qais"

Rasulullah SAW lalu tersenyum dan mendoakannya dengan kebaikan. Beliau memerintahkan Dzakwan bin Abdul Qais untuk menjaga beliau. Sehingga dirinya begadang semalaman untuk menjaga tenda Rasulullah SAW dengan sendirian. 

Sebagai informasi, merujuk pada Wikipedia, Bai'at 'Aqabah I (621 M) adalah perjanjian Nabi Muhammad dengan 12 orang penduduk Yatsrib yang kemudian memeluk Islam. Bai'at 'Aqabah ini terjadi pada tahun kedua belas kenabiannya. Kemudian mereka berbaiat (bersumpah setia) kepada Muhammad. 

Adapun isi baiat itu ada tiga perkara:

1. Tidak menyekutukan Allah dengan sesuatu apapun.

2.Melaksanakan apa yang Allah perintahkan.

3.Meninggalkan apa yang Allah larang. []

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

E
Reporter
Eva Rohila
A