Dzakwan bin Abdul Qais, Sahabat yang Menyebutkan Namanya Sampai Tiga Kali Demi Menjaga Tenda Rasulullah

AKURAT.CO Salah satu sahabat Nabi yang berasal dari Bani Zuraiq dan suku Khazraj adalah Dzakwan bin Abdul Qais RA. Diketahui ia merupakan salah satu dari 12 sahabat Anshar yang mengikuti Ba'iatul Aqabah pertama.
Pada suatu malam sebelum perang Uhud, sebagai antisipasi terjadinya serangan musuh di malam hari, Rasulullah SAW mengatur penjagaan. Rasulullah SAW kemudian menunjuk 50 orang sahabat untuk menjaga keseluruhan pasukan Muslim.
Rasulullah SAW bersabda, "Siapakah di antara kalian yang bersedia menjagaku?"
Kemudian ada salah seorang sahabat berdiri, dan Rasulullah SAW bersabda, “Siapakah engkau?”
"Nama saya Dzakwan." Kata lelaki yang berdiri tersebut.
Rasulullah SAW lalu menyuruhnya untuk duduk kembali. Setelah itu, Rasulullah SAW bertanya lagi, "Siapa lagi yang bersedia menjagaku?"
Kamudian salah seorang sahabat berdiri. Dan Rasulullah SAW bersabda, “Siapakah engkau?
"Nama saya Abu Saba!" Kata lelaki tersebut.
Seperti sebelumnya, Rasulullah SAW kembali menyuruh sahabat itu untuk duduk kembali. Untuk yang ketiga kalinya, Rasulullah SAW bertanya kembali siapa yang bersedia untuk menjaga beliau.
Lalu ada seorang sahabat berdiri. Dan Rasulullah SAW bertanya lagi seperti tadi, “Siapakah engkau?”
"Nama saya Ibnu Abdul Qais." Jawab lelaki tersebut.
Rasulullah SAW kemudian memerintahkan tiga orang itu untuk menghadap di tenda beliau. Akan tetapi, ternyata hanya satu orang saja yang hadir. Rasulullah SAW lalu bertanya, "Dimana dua orang temanmu tadi?"
"Wahai Rasulullah SAW," Kata orang itu, "Akulah orang yang berdiri sampai tiga kali itu. Saya ini Abu Saba’, Dzakwan bin Abdul Qais"
Rasulullah SAW lalu tersenyum dan mendoakannya dengan kebaikan. Beliau memerintahkan Dzakwan bin Abdul Qais untuk menjaga beliau. Sehingga dirinya begadang semalaman untuk menjaga tenda Rasulullah SAW dengan sendirian.
Sebagai informasi, merujuk pada Wikipedia, Bai'at 'Aqabah I (621 M) adalah perjanjian Nabi Muhammad dengan 12 orang penduduk Yatsrib yang kemudian memeluk Islam. Bai'at 'Aqabah ini terjadi pada tahun kedua belas kenabiannya. Kemudian mereka berbaiat (bersumpah setia) kepada Muhammad.
Adapun isi baiat itu ada tiga perkara:
1. Tidak menyekutukan Allah dengan sesuatu apapun.
2.Melaksanakan apa yang Allah perintahkan.
3.Meninggalkan apa yang Allah larang. []
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Dulu Minta Gibran Diganti, Kini Syahganda Bilang Sikapnya Berubah: Sekarang Saya di Pemerintahan
- 2Pengurus PCNU Serahkan Bukti dan Kembalikan Uang Risywah Muktamar ke KPK
- 3Jokowi Muncul di Kertanegara, Prabowo Pergi Tak Lama Setelah Pertemuan
- 4Daftar 26 Produk Indonesia yang Disebut Diboikot di Malaysia Usai FIFA ASEAN Cup 2026
- 5Jadwal Persib Hari Ini vs Port FC, Cek Jam Tayang dan Live Streaming
- 6Di Balik Sukses Emil Audero di Final, Ada Rasa Cemas yang Dirasakan Sang Ayah
- 7Digempur Bertubi-tubi oleh Iran dan Kehabisan Amunisi, Tentara AS Tinggalkan Camp Buehring di Kuwait
- 8Sejarah Pekan Antariksa Dunia: Mengapa Diperingati 4–10 Oktober?
- 9Amankan Investasi di Indonesia, Prabowo Anggap Semua Investor Saudara
- 10Peluang Gibran di Pilpres 2029 Tetap Terbuka Lebar Meski Lawan Politik Terus Bermanuver




