Akurat Logo

5 Fakta Kapal Nabi Nuh, Sarana Penolong Dari Azab Allah SWT

| 7 September 2023, 18:21 WIB
5 Fakta Kapal Nabi Nuh, Sarana Penolong Dari Azab Allah SWT

AKURAT.CO Seperti jumlah nabi yang banyak, kisah dari masing-masing nabi pun beragam dan menarik untuk diketahui. Seperti salah satunya tentang kapal Nabi Nuh yang kisahnya diabadikan dalam beberapa ayat Al-Qur'an.

Nabi Nuh sendiri diperintahkan untuk mengingatkan kaumnya untuk berhenti menyembah berhala-berhala dan kembali menyembah Allah SWT. Ketika ada kaum yang masih menyembah Tuhan selain Allah, maka Allah pun memberikan azab berupa banjir bandang.

Peristiwa tersebut membuat timbulnya kisah kapal Nabi Nuh yang berhasil menyelamatkan Nabi Nuh dengan para pengikutnya yang menyembah Allah SWT. Untuk itu, simak fakta kapal Nabi Nuh berikut ini. 

Dikutip dari beberapa sumber pada Kamis (7/9/2023), inilah fakta kapal Nabi Nuh yang menarik untuk diketahui. 

5 Fakta Kapal Nabi Nuh yang Menjadi Kapal Anti Badai Pertama di Dunia

1. Terbuat dari papan dan pasak

Fakta pertama kapal Nabi Nuh adalah terbuat dari papan dan pasak. Bahtera penyeleamat Nabi Nuh tidak memiliki nama khusus. Namun, disebut sebagai safina yang merupakan kata lazim untuk perahu. 

Hal ini juga tercantum dalam surat Al- Qamar ayat 13, yang menyebutkan:

وَحَمَلْنٰهُ عَلٰى ذَاتِ اَلْوَاحٍ وَّدُسُرٍۙ . تَجْرِيْ بِاَعْيُنِنَاۚ جَزَاۤءً لِّمَنْ كَانَ كُفِرَ

Artinya: Kami mengangkut dia (Nuh) ke atas (kapal) yang terbuat dari papan dan pasak yang berlayar dengan pengawasan Kami sebagai balasan (kebaikan) bagi orang yang telah diingkari (kaumnya).

Dalam ayat tersebut juga mengartikan bahwa Nabi Nuh tak perlu khawatir dengan bentuk dan bahan pelopor kapal tersebut. Pasalnya, Allah mewahyukan kepadany akapal yang akan berbentuk seperti perut burung dan terbuat dari  kayu jati yang sangat kuat untuk menyelamatkan Nabi Nuh dan para pengikutnya. 

2. Dibuat atas perintah Allah SWT

Selanjutnya, fakta kapal Nabi Nuh adalah dibuat atas perintah Allah SWT. Dalam Al-Qur'an Surat Hud ayat 36-39, disebutkan bahwa Allah menghibur Nabi Nuh sebagai salah satu Nabi yang sudah berusaha mengajak banyak kalangan untuk menyembah Allah SWT.

Meskipun dengan berbagai tantangan seperti cibiran, makian dan juga perlakuan kasar dari Bani Rasib, tetapi Nabi Nuh tetap konsisten melakukannya. 

وَاُوْحِيَ اِلٰى نُوْحٍ اَنَّهٗ لَنْ يُّؤْمِنَ مِنْ قَوْمِكَ اِلَّا مَنْ قَدْ اٰمَنَ فَلَا تَبْتَىِٕسْ بِمَا كَانُوْا يَفْعَلُوْنَۖ ٣٦ وَاصْنَعِ الْفُلْكَ بِاَعْيُنِنَا وَوَحْيِنَا وَلَا تُخَاطِبْنِيْ فِى الَّذِيْنَ ظَلَمُوْا ۚاِنَّهُمْ مُّغْرَقُوْنَ ٣٧ وَيَصْنَعُ الْفُلْكَۗ وَكُلَّمَا مَرَّ عَلَيْهِ مَلَاٌ مِّنْ قَوْمِهٖ سَخِرُوْا مِنْهُ ۗقَالَ اِنْ تَسْخَرُوْا مِنَّا فَاِنَّا نَسْخَرُ مِنْكُمْ كَمَا تَسْخَرُوْنَۗ ٣٨ فَسَوْفَ تَعْلَمُوْنَۙ مَنْ يَّأْتِيْهِ عَذَابٌ يُّخْزِيْهِ وَيَحِلُّ عَلَيْهِ عَذَابٌ مُّقِيْمٌ ٣٩

Artinya: Diwahyukan (oleh Allah) kepada Nuh, "(Ketahuilah) bahwa tidak akan beriman di antara kaummu, kecuali orang yang benar-benar telah beriman. Maka, janganlah engkau bersedih atas apa yang selalu mereka perbuat. Buatlah bahtera dengan pengawasan dan petunjuk wahyu Kami dan janganlah engkau bicarakan (lagi) dengan-Ku tentang (nasib) orang-orang yang zalim. Sesungguhnya mereka itu akan ditenggelamkan."

3. Berlabuh di gunung judiy

Fakta kapal Nabi Nuh selanjutnya adalah kapal tersebut berlabuh di gunung judiy. Beberapa ahli agama berpendapat perahu Nabi Nuh dibangun pada sebuah tempat bernama Shuruppak, yakni kawasan yang terletak di Selatan Irak. 

Secara geografis, Gunung Judiy terletak di Armenia sebelah selatan dan berbatasan dengan Mesopotamia. Di mana tempat ini sekarang mnejadi perbatasan Suria (Syria) -Turki. 

Meskipun dalam Al-Quran, tidak disebutkan persisnya di mana kapal tersebut berlabuh selain di atas Gunung Judiy. Hal ini juga tercantum pada surat Hud ayat 44. 

وَقِيْلَ يٰٓاَرْضُ ابْلَعِيْ مَاۤءَكِ وَيٰسَمَاۤءُ اَقْلِعِيْ وَغِيْضَ الْمَاۤءُ وَقُضِيَ الْاَمْرُ وَاسْتَوَتْ عَلَى الْجُوْدِيِّ وَقِيْلَ بُعْدًا لِّلْقَوْمِ الظّٰلِمِيْنَ

Artinya: Difirmankan (oleh Allah), "Wahai bumi, telanlah airmu dan wahai langit, berhentilah (mencurahkan hujan)." Air pun disurutkan dan urusan (pembinasaan para pendurhaka) pun diselesaikan dan (kapal itu pun) berlabuh di atas Gunung Judiy) dan dikatakan, "Kebinasaanlah bagi kaum yang zalim."

4. Hanya mengangkut binatang dan orang-orang yang beriman

Selanjutnya, fakta kapal Nabi Nuh adalah hanya mengangkut binatang dan orang-orang yang beriman. Tujuan dibentuknya kapal ini adalah untuk menyelamatkan hamba Allah yang beriman dan taat kepadaNya dari azab yang diberikan.

Hal ini tercantum dalam Al-Qur'an surat Al-Mu'minun ayat 27

فَاَوْحَيْنَآ اِلَيْهِ اَنِ اصْنَعِ الْفُلْكَ بِاَعْيُنِنَا وَوَحْيِنَا فَاِذَا جَاۤءَ اَمْرُنَا وَفَارَ التَّنُّوْرُۙ فَاسْلُكْ فِيْهَا مِنْ كُلٍّ زَوْجَيْنِ اثْنَيْنِ وَاَهْلَكَ اِلَّا مَنْ سَبَقَ عَلَيْهِ الْقَوْلُ مِنْهُمْۚ وَلَا تُخَاطِبْنِيْ فِى الَّذِيْنَ ظَلَمُوْاۚ اِنَّهُمْ مُّغْرَقُوْنَ

Artinya: Kami wahyukan kepadanya, "Buatlah kapal dengan pengawasan dan petunjuk Kami. Apabila perintah Kami telah datang dan tungku (dapur) telah memancarkan air, masukkanlah ke dalam (kapal) itu sepasang-sepasang dari setiap jenis (binatang), juga keluargamu, kecuali orang yang lebih dahulu ditetapkan (akan ditimpa siksaan) di antara mereka. Janganlah engkau bicarakan dengan-Ku tentang orang-orang yang zalim. Sesungguhnya mereka itu akan ditenggelamkan."

5. Menyelamatkan Nabi Nuh

Terakhir, fakta kapal Nabi Nuh adalah dibuat untuk menyelamatkan Nabi Nuh yang sudah berusaha keras mengajak para umat untuk menyembah Allah SWT. Hal ini sudah disebutkan dalam surat Al-Qur'an surat Asy-Syuara ayat 119-120. 

فَأَنْجَيْنَاهُ وَمَنْ مَعَهُ فِي الْفُلْكِ الْمَشْحُونِ * ثُمَّ أَغْرَقْنَا بَعْدُ الْبَاقِينَ

Artinya: "Maka Kami selamatkan Nuh dan orang-orang yang besertanya di dalam kapal yang penuh muatan. Kemudian sesudah itu Kami tenggelamkan orang-orang yang tersisa." (Asy-Syuara 119-120).[]

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.