AKURAT.CO Ramadan merupakan bulan dari sekian banyak bulan Hijriyah yang memiliki banyak keistimewaan dan kemuliaan di dalamnya. Sehingga, tidak heran jika banyak umat Islam yang menanti kedatangannya untuk saling berlomba mendekatkan diri kepada Allah dengan memperbanyak ibadah. Salah satu dari banyak keistimewaan dan kemuliaan yang dimiliki bulan Ramadan adalah adanya perintah untuk menjalankan ibadah puasa. Kewajiban puasa Ramadan ini disebutkan dalam salah satu ayat di dalam Al-Qur’an:
”Wahai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertakwa.” (QS Al-Baqarah 2: 183)
Puasa merupakan ibadah yang dilakukan dengan menahan diri dari hawa nafsu, baik nafsu perut maupun nafsu kemalauan dan nafsu-nafsu lainnya. Puasa merupakan ibadah yang menjadi kewajiban pagi setiap orang Islam yang memenuhi syarat yang di dalamnya mengandung banyak kebaikan. Ibadah puasa Ramadan ini termasuk ke dalam salah satu rukun Islam, yaitu rukun Islam keempat.
Di balik kewajiban puasa Ramadan bagi orang Mukmin. Ternyata puasa merupakan bentuk ibadah yang berbeda dengan ibadah lainnya. Karena, puasa memiliki sebuah keistimewaan tersendiri yang tidak dimiliki ibadah yang lain. Lantas apa keistimewaan puasa yang tidak dimiliki bulan lainnya?
Ini Keistimewaan Ibadah Puasa Yang Tidak Dimiliki Bulan Lainnya
Sebagai ibadah yang dilaksanakan dengan menahan nafsu syahwat. Ternyata pahala puasa berbeda dengan puasa yang lainnya. Jika ibadah lainnya yang kembali untuk manusia sendiri akan dilipat gandakan menjadi 10 kali lipat atau bahkan hingga 700 kali lipat kebaikan. Namun, tidak untuk ibadah puasa, karena ibadah puasa adalah ibadah yang dinisbatkan kepada manusia sendiri. Namun, ibadah puasa merupakan ibadah yang dinisbatkan kepada Allah, sehingga pahalanya pun sangat banyak dan tak terhingga. Sebagaimana yang disebutkan hadis Qudsi yang diriwayatkan dari Abu Hurairah, Rasulullah bersabda:
“Setiap amalan kebaikan yang dilakukan oleh manusia akan dilipatgandakan dengan sepuluh kebaikan yang semisal hingga tujuh ratus kali lipat. Allah Ta’ala berfirman (yang artinya), “Kecuali amalan puasa. Amalan puasa tersebut adalah untuk-Ku. Aku sendiri yang akan membalasnya. Disebabkan dia telah meninggalkan syahwat dan makanan karena-Ku. Bagi orang yang berpuasa akan mendapatkan dua kebahagiaan yaitu kebahagiaan ketika dia berbuka dan kebahagiaan ketika berjumpa dengan Rabbnya. Sungguh bau mulut orang yang berpuasa lebih harum di sisi Allah daripada bau minyak kasturi.”" (HR. Bukhari dan Muslim)
Itulah keistimewaan puasa yang tidak dimiliki oleh ibadah lainnya. Oleh karenanya, mumpung sekerang bulan Ramadan, puasa harus kita jaga dengan waspada. Jangan sampai puasa yang kita lakukan ini sia-sia, apalagi tidak puasa. Setelah mengetahui keistimewaan puasa, tak sedikit dalam pikiran manusia akan timbul sebuah pertanyaan, apa maksud dari puasa untukKu dan Aku sendiri yang akan membalasnya? Bukankah sama saja seperti ibadah lainnya?
Berikut Ini Makna Dibalik “Puasa UntukKu dan Aku Sendiri Yang Akan Membalasnya”
Dilansir dari laman resmi NU Online, Senin (03/04/23) terdapat 10 makna mengenai pahala puasa hanya milikNya yang menjadi kemungkinan di balik keistimewaan tersebut, menurut Ibnu Hajar Al-Asqalani. Berikut ini 10 kemungkinan di balik pahala puasa hanya milikNya:
1. Ibadah yang tidak memungkinkan untuk dimasuki riya
Sebab ibadah puasa merupakan ibadah yang hanya bisa terdapat di hati dan menjadi rahasia antara hamba dengan Tuhannya. Sehingga ibadah puasa tidak dapat dilihat dari perbuatannya. Oleh karena itu, kemudia Allah menisbatkan pahala puasa kepadaNya.
2. Pahala puasa hanya Allah yang mengetahui kadarnya
Karena Allah sendiri yang akan membalasnya sehingga kadar dari pahala dan lipatan balasan dari ibadah ini hanya diketahui Allah sendiri. Berbeda dengan ibadah lain yang kadarnyanya telah dijanjikan akan berlipat ganda 10 hingga 70 kali lipat, sebagaimana yang disebutkan dalam hadis dari Bukhari dan Muslim di atas. Makna dari ini menurut Al-Qurtubi yang termaktub dalam kitab Fathul Bari:
”maknanya ialah semua amal telah diberi tahu kadar balasannya bagi manusia, bahwa ia akan dilipat gandakan dari 10 hingga 700 kali hingga yang dikehendaki oleh Allah, kecuali puasa karena Allah yang akan membalasnya tanpa ukuran”.
3. Ibadah yang paling dicintai Allah
Dari hadis qudsi yang disebutkan sebelumnya, dapat disimpulkan bahwa ibadah puasa merupakan ibadah yang dicintai. Tetapi, pendapat ini tidak kuat, sebab dalam sebuah hadis riwayat Ahmad disebutkan ibadah yang paling dicintai Allah adalah Salat:
“Ketahuilah, amal yang paling baik adalah salat” (HR Ahmad)
4. Penisbatan untuk memuliakan dan mengagungkan
Jadi penisbatan puasa kepada Allah bisa dikatakan untuk memuliakan dan mengagungkan puasa. Hal ini sebagaimana baitullah (rumah Allah) padahal seluruh bumi merupakan milik Allah.
5. Puasa merupakan Sifat Allah
Puasa merupakan ibadah yang dilakukan dengan menahan dan menjauhkan diri dari syahwat, dan hal ini termasuk ke dalam sifat Allah. Karenanya, menjadi sebab keistimewaan puasa, sehingga disandarkan pada Allah.
6. Menyejajarkan diri dengan malaikat
Seperti yang disebutkan sebelumnya, bahwa puasa dilakukan dengan menahan dan menjauhkan diri dari syahwat. Sehingga dapat dikatakan dengan puasa, manusia sedang menyejajarkan diri dengan sifat malaikat, sebab malaikat tidak memiliki syahwat.
7. Dilakukan murni karena Allah
Ibadah puasa merupakan ibadah yang dikerjakan karena Allah dan tidak ada bagian dari puasa untuk manusia sedikit pun. Sebab puasa tidak dapat dilihat dari perbuatan dan hanya ada di hati. Maksud dari ini adalah yang mengetahui hakikat puasa hambaNya hanya Allah sendiri.
8. Diperuntukan kepada Allah
Penisbatan puasa kepada Allah disebabkan karena puasa merupakan ibadah yang diperuntukan kepada Allah. Tidak seperti ibadah lain seperti sedekah atau salat yang digunakan umat lain untuk ibadah. Tetapi, banyak ibadah umat lain yang dilakukan dengan berpuasa, seperti para penyembah bintang, sehingga pendapat ini ditentang.
9. Ibadah puasa tidak untuk menambal kezaliman
Seluruh ibadah akan dialokasikan untuk menambal kezaliman yang dilakukan pada hari kiamat nanti kecuali pahala puasa. Sehingga seseorang yang melakukan puasa akan dari perhitungan amalnya dengan sebab puasa.
10. Tidak tampak pada diri yang melaksanakannya
Puasa merupakan ibadah yang tidak ditulis oleh malaikat pencatat amal, karena ibadah puasa tidak tampak pada diri manusia. Hal ini karena puasa merupakan ibadah atau amal hati. Oleh sebab itu, puasa dan pahalanya dinisbatkan kepada Allah.
Wallahu ‘Alam. []
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Contoh Teks Pidato Hari Santri 2026 Singkat dan Lucu, Mudah Dihafal!
- 2Tumbang Lawan Lazio, Juventus Mulai Pertimbangkan Depak Luciano Spalletti dan Bidik Antonio Conte
- 3Link Twibbon Hari Santri 2026 Gratis, Lengkap dengan Cara Memasangnya
- 4Prediksi Skor Lille vs Galatasaray: Duel Sengit Demi Poin Perdana Liga Champions
- 5Prediksi Skor Aston Villa vs Viking 22 Oktober 2026: Tuan Rumah Diunggulkan Menang
- 620 Link Twibbon Hari Santri Nasional 2026 Gratis untuk Dibagikan ke Media Sosial
- 7Prediksi Skor Sporting CP vs LASK Linz 22 Oktober 2026: Tuan Rumah Diunggulkan
- 8Siapa Aktivis Greenpeace yang Viral di Bundaran HI? Ini Profil dan Pesan Aksinya
- 9Prabowo Luncurkan Dewan Nasional Kesejahteraan Keuangan, Ekonomi Keluarga Jadi Fondasi Kekuatan Bangsa
- 10Prabowo: Kesejahteraan Jangan Hanya Jadi Slogan, Penghasilan Rakyat Harus Meningkat Nyata





