Akurat Logo

Serial Sahabat Nabi: Abu Umamah al-Bahili

Cendhy Vicky V | 11 Agustus 2022, 11:36 WIB
Serial Sahabat Nabi: Abu Umamah al-Bahili

AKURAT.CO Namanya adalah Shudai bin Ajlan, hanya kemudian sahabat Nabi yang satu ini lebih dikenal dengan nama kun-yahnya, yaitu Abu Umamah al-Bahili. Dia merupakan sosok muslim yang taat mengamalkan sunnah Nabi dan banyak meriwayatkan hadis.

Banyak kisah yang menceritakan ketaatan Abu Umamah dalam mengamalkan sunnah Rasulullah, di antaranya adalah kegemarannya mengucapkan salam. Dalam ajaran Islam, ifsyaus salam atau sering mengucap salam sangat dianjurkan.

Muhammad bin Ziyad al-Alhani berkata, “Aku pernah menggandeng tangan Abu Umamah, sahabat Rasulullah. Aku berjalan bersamanya menuju rumahnya. Tidaklah ia melewati seorang muslim, anak kecil, bahkan siapa pun, kecuali ia berkata, ‘Salamun ‘alaikum. Salamun ‘alaikum’.

 Apabila sampai di depan pintu rumahnya, ia menoleh kepada kami dan mengatakan, ‘Hai anak saudaraku, Nabi kita memerintahkan kepada kita untuk menyebarkan salam’.”

Meriwayatkan hadis

Abu Umamah juga sosok sahabat Nabi yang memiliki kontribusi  besar dalam keilmuan Islam, hal itu dibuktikan dengan beberapa hadis Nabi yang diriwayatkannya. Berikut adalah tiga hadis riwayat Abu Umamah.

Hadis pertama

يقول أبو أمامة الباهلي: شهدت خطبة رسول الله يوم حجة الوداع فقال قولاً كثيرًا حسنًا جميلاً وكان فيها: “من أسلم من أهل الكتابين فله أجره مرتين وله مثل الذي لنا وعليه مثل الذي علينا, ومن أسلم من المشركين فله أجره وله مثل الذي لنا وعليه مثل الذي علينا”.

Artinya: Abu Umamah berkata, “Aku menyaksikan khutbah Rasulullah di Haji Wada’. Beliau mengucapkan banyak pesan yang indah. Di antaranya adalah ‘Siapa yang memeluk Islam, dan dia dari Yahudi atau Nasrani, baginya pahala dua kali. Mereka memiliki hak dan kewajiban yang sama seperti kita. Siapa yang memeluk Islam, dan dia sebelumnya musyrik, baginya juga pahala. Ia juga memiliki hak dan kewajiban yang sama seperti kita.” (HR ath-Thabrani)

Hadis kedua

اقْرَءُوا الزَّهْرَاوَيْنِ: الْبَقَرَةَ وَآلَ عِمْرَانَ؛ فَإِنَّهُمَا يَأْتِيَانِ يَوْمَ الْقِيَامَةِ كَأَنَّهُمَا غَيَايَتَانِ، أَوْ كَأَنَّهُمَا غَمَامَتَانِ أَوْ كَأَنَّهُمَا فِرْقَانِ مِنْ طَيْرٍ صَوَافَّ يُحَاجَّانِ عَنْ أَصْحَابِهِمَا اقْرَءُوا سُورَةَ الْبَقَرَةِ؛ فَإِنَّ أَخْذَهَا بَرَكَةٌ وَتَرْكَهَاحَسْرَةٌ وَلَا تَسْتَطِيعُهَا الْبَطَلَةُ

Artinya: Abu Umamah al-Bahili mendengar Rasulullah bersabda, “Bacalah ‘dua tangkai bunga indah’, yakni surat al-Baqarah dan Ali Imran. Sebab, keduanya akan datang pada hari Kiamat laksana penaung, atau seperti awan pelindung, atau seperti kelompok burung yang membeberkan sayap-sayapnya dan membela pembaca keduanya. Maka bacalah surat al-Baqarah, sebab di dalamnya terdapat keberkahan. Sedangkan meninggalkannya adalah kerugian. Bahkan, para pelaku kebatilan (para ahli sihir) pun tak mampu menembusnya.” (HR Muslim 804)

Hadis ketiga

Abu Umamah al-Bahili radhiallahu ‘anhu berkata kepada Rasulullah,

أرأيتَ رجلًا غزا يلتمِسُ الأجرَ والذِّكرَ ما له ؟ فقال : لا شيءَ له , فأعادها ثلاثةَ مرَّاتٍ يقولُ لا شيءَ له , ثمَّ قال : إنَّ اللهَ لا يقبلُ من العملِ إلَّا ما كان خالصًا وابتُغي به وجهُه

Artinya: “Bagaimana pendapatmu tentang seseorang yang berperang mencari balasan dan ketenaran, apa yang dia dapatkan”? Nabi menjawab, “Ia tidak mendapatkan apa-apa.” Nabi mengulangi jawabannya 3x. Kemudian beliau bersabda, “Sesungguhnya Allah tidak menerima suatu amalan kecuali kalau amalan tersebut ikhlas berharap wajah Allah.” (HR An-Nasai)[]

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

C
A
Editor
Abror