Kisah Pernikahan Rasulullah dengan Siti Aisyah

AKURAT.CO Siti Aisyah merupanka potret perempuan dengan kemapanan intelektual cukup diperhitungkan. Sebab, ia banyak meriwayatkan hadis dan darinya banyak ulama yang mengambil hadis. Ia juga memiliki pengetahuan agama yang sangat dalam. Dari realitas ini kita bisa memahami alasan Nabi SAW menikahinya di usia dini.
Penting dicatat, pernikahan Nabi Muhammad SAW dan Siti Aisyah bukanlah karena dorongan nafsu sebagaimana manusia pada umumnya, akan tetapi murni karena petunjuk dari Allah SWT. Inilah keistimewaan Nabi yang tidak dimiliki manusia kebanyakan.
Dikisahkan Nabi Muhammad mendapat isyarat untuk menikahi Siti Aisyah melalui mimpi. Hal itu dialaminya sebanyak tiga kali. Status mimpi seorang nabi adalah wahyu. Sehingga, dapat disimpulkan bahwa Allah SWT yang langsung memberi isyarat pada Nabi SAW agar menikahi Aisyah.
Dalam satu hadis dijelaskan,
ﻋَﻦْ ﻋَﺎﺋِﺸَﺔَ ﻗَﺎﻟَﺖْ: ﻗَﺎﻝَ ﺭَﺳُﻮْﻝُ اﻟﻠﻪِ -ﺻَﻠَّﻰ اﻟﻠَّﻪُ ﻋَﻠَﻴْﻪِ ﻭَﺳَﻠَّﻢَ: "ﺃُﺭِﻳْﺘُﻚِ ﻓِﻲ اﻟﻤَﻨَﺎﻡِ ﺛَﻼَﺙَ ﻟَﻴَﺎﻝٍ ﺟَﺎءَ ﺑِﻚِ اﻟﻤَﻠَﻚُ ﻓِﻲ ﺳَﺮَﻗَﺔٍ ﻣِﻦْ ﺣَﺮِﻳْﺮٍ ﻓَﻴَﻘُﻮْﻝُ: ﻫَﺬِﻩِ اﻣْﺮَﺃَﺗُﻚَ ﻓَﺄَﻛْﺸِﻒُ، ﻋَﻦْ ﻭَﺟْﻬِﻚِ ﻓَﺈِﺫَا ﺃَﻧْﺖِ ﻓِﻴْﻪِ. ﻓَﺄَﻗُﻮْﻝُ: ﺇِﻥْ ﻳَﻚُ ﻫَﺬَا ﻣِﻦْ ﻋِﻨْﺪِ اﻟﻠﻪِ ﻳُﻤْﻀِﻪِ
Artinya, "Dari Aisyah, ia berkata bahwa Rasulullah saw bersabda, 'Aku bermimpi tentangmu selama tiga malam. Malaikat membawamu dalam sebuah tempat yang terbuat dari sutera. Malaikat itu kemudian berkata, 'Ini adalah istrimu.' 'Aku buka wajahmu ternyata engkau di dalamnya.' Aisyah berkata, 'Jika ini datang dari Allah, maka akan berlanjut.'" (HR Muslim)
Hadis ini yang menjelaskan mimpi Nabi SAW untuk menikahi Siti Aisyah. Dalam mimpi tersebut Allah SWT telah menugaskan Malaikat Jibril untuk menyampaikannya dalam bentuk isyarat.
Setelah mendapat isyarat sebanyak tiga kali itulah kemudian Nabi yakin untuk menikahi Aisyah pada bulan Syawal saat masih usia 6 tahun, tapi Nabi baru menggaulinya setelah usia balig. Hal inilah yang kemudian dijadikan dasar bahwa pernikahan sunah dilakukan pada bulan Syawal. Dalam satu hadis dijelaskan,
عن عَائِشَة رَضِيَ اللَّه عَنْهَا قَالَتْ: تَزَوَّجَنِي رَسُول اللَّه صَلَّى اللَّه عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فِي شَوَّال، وَبَنَى بِي فِي شَوَّال، فَأَيّ نِسَاء رَسُول اللَّه صَلَّى اللَّه عَلَيْهِ وَسَلَّمَ كَانَ أَحْظَى عِنْده مِنِّي؟ قَالَ: وَكَانَتْ عَائِشَة تَسْتَحِبّ أَنْ تُدْخِل نِسَاءَهَا فِي شَوَّال.
Artinya, "Dari Sayyidah 'Aisyah radliyallâhu 'anha berkata, 'Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam menikahiku di bulan Syawal, dan mulai mencampuriku juga di bulan Syawal, maka istri beliau manakah yang kiranya lebih mendapat perhatian besar di sisinya daripada aku?' Salah seorang perawi berkata, 'Dan Aisyah merasa senang jika para wanita menikah di bulan Syawal." (HR. Muslim dan at-Tirmidzi).[]
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 2Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 3Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 4Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 5Bangkai Kapal Tertua di Dunia Berusia 4.700 Tahun Ditemukan di Turki, Apa Saja yang Terungkap?
- 6Dua Jenderal TNI AD Dinilai Memenuhi Syarat Jadi Calon Panglima TNI, Siapa Saja?
- 7Tudingan Ijazah Palsu Dirinya dan Gibran Terus Bergulir, Jokowi: Berpotensi Pengalihan Isu
- 8Trump Sudah Berhati-Hati Terlibat Perang, Netanyahu Berupaya Memicu Kembali Konfrontasi dengan Iran
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK



