Akurat Logo

Kisah Tragis Al-Mutawakkil, Khalifah Abbasiyah yang Dibunuh Putranya Sendiri

Cendhy Vicky V | 8 Juni 2022, 17:00 WIB
Kisah Tragis Al-Mutawakkil, Khalifah Abbasiyah yang Dibunuh Putranya Sendiri

AKURAT.CO Kecurangan dalam berpolitik sering berbalik merugikan pelakunya sendiri. Hal ini juga pernah terjadi dalam sejarah politik Islam klasik pada masa kekuasaan Dinasti Abbasiyah. Akibat kecurangan yang diperbuat pada anaknya, salah seorang khalifah bergelar Al-Mutawakkil Alallah harus mati di tangan putranya sendiri.

Diketahui, khalifah ini memiliki nama lengkap Ja’far bin Al-Mus’tahsim bin Ar-Rasyid bin Muhammad al-Mahdi bin A-Manshur al-‘Abbasi. Khalifah kelahiran 205 H ini (sebagian sejarawan mengatakan 207 H) resmi dilantik sebagai khalifah kesepuluh di era kekuasaan Dinasti Abbasiyah pada Dzulhijjah tahun 232 H.

Memang, setiap orang memiliki sisi baik dan sisi buruknya masing-masing. Demikian juga seorang Al-Mutawakkil.

Di satu sisi, ia terkenal sebagai sosok yang sangat dermawan, terutama kepada para penyair. Kecintaannya pada syair-syair puitik membuatnya sering mengapresiasi para penyair dengan harta yang ia berikan, baik berupa uang, emas, permata, dan sebagainya.

Pernah sekali waktu seorang penyair bernama Ali bin Jahm membacakan syair ciptaannya untuk sang khalifah. Khalifah yang  merasa senang memberi Ali dua butir batu permata.

Di sisi lain, sang khalifah juga tidak bersikap objektif dalam sebagian keputusan politiknya. Sekali waktu ia ingin melantik ketiga putranya sebagai penerus tahta kekhalifahan. Dimulai dari putra tertua kemudian dilanjut yang lebih muda.

Secara urut, pelantikan dimulai dari Al-Muntashir, kemudian Al-Mu’tazz, lalu Al-Muayyad. Karena kecintaan berlebih pasa istri yang bernama Qabihah, Al-Mutawakkil mendahulukan Al-Mu’tazz karena kebetulan dia anak dari istri tersebut.

Tidak terima dengan kebijakan ayahnya, Al-Muntashir pun menyampaikan protes. Merespons protes Al-Muntashir, Al-Mutawakkil berencana menurunkannya dari jabatan pemerintahan serta mencemoohnya.

Sontak, hal ini menambah kegeraman Al-Muntashir. Hingga akhirnya ia bersama orang-orang Turki yang secara kebetulan tidak suka dengan Al-Mutawakkil berencana untuk menghabisi nyawa sang khalifah.

Begitu rencana pembunuhan sudah matang, Al-Muntashir ditemani lima orang Turki menerobos masuk ke tempat Al-Mutawakkil dan menghabisi nyawanya. Anak membunuh bapaknya sendiri. Peristiwa tragis ini terjadi pada bulan Syawal tahun 247 H. Sang  khalifah saat itu berusia 40 tahun.[]

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

C
A
Editor
Abror