Al-Mutqadir, Khalifah Termuda dari Dinasti Abbasiyah

AKURAT.CO Setelah sang khalifah sekaligus kakaknya, Al-Muktafi Billah wafat, adiknya yaitu Al-Muqtadir Billah harus menggantikan tahta kekuasaan Dinasti Abbasiyah. Padahal, usia Al-Muqtadir saat itu baru 13 tahun, waktu yang terlalu dini untuk seorang pemimpin umat muslim.
Memang, sistem oligarki dalam tubuh Abbasiyah dengan tanpa aturan yang jelas dan tidak ada kesepakatan dari berbagai pihak membuat proses suksesi begitu kabur. Bagaimana mungkin, bocah baru berusia 13 tahun harus menjadi khalifah.
Sebagaimana anak kecil pada umumnya, Al-Muqtadir jelas belum memiliki jiwa dan skill kepemimpinan dalam usia yang sedemikian dini. Bahkan dikisahkan ia masih senang bermain-main, sehingga mengakibatkan pemerintahan kurang terurus.
Tidak hanya itu, Al-Muqtadir juga tak ubahnya khalifah boneka. Usianya yang masih dini ini membuatnya terlalu polos dan mudah dikendalikan oleh beberapa pihak. Salah satunya oleh ibunya sendiri. Dalam beberapa urusan pemerintahan yang bukan domainnya, sang ibu sering ikut campur.
Posisi Al-Muqtadir sebagai khalifah bocah ini akhirnya memicu pihak-pihak yang tidak setuju dengan tahtanya dan berniat untuk melengserkannya. Seperti yang dilakukan oleh menterinya sendiri, Al-Abbas bin Al-Hasan. Ia memobilisasi orang-orang untuk mengkudeta khailfah yang sah.
Sebelum Al-Abbas merealisasikan rencananya, Al-Muqtadir sudah mengetahui terlebih dulu dan menyuapnya dengan sejumlah uang sehingga niatnya dibatalkan. Hanya saja, Al-Abbas sudah terlanjur memobilisasi sejumlah pihak yang tetap bersikukuh untuk melengserkan Al-Muqtadir.
Tepat saat Al-Muqtadir sedang asyik bermain bola, tiba-tiba muncul serangan dari sekelompok orang yang ingin melengserkan. Al-Muqtadir lari ketakutan dan bersembunyi di dalam istana. Dalam peristiwa ini banyak penduduk yang terbunuh.
Akhirnya, Al-Muqtadir dilengserkan dan diganti dengan Abdullah bin Mu’taz sebagai pemilik kursi kekhalifahan selanjutnya. Abdullah kemudian digelari dengan “Al-Ghalib Billah”.
Sementara istana sudah diduduki musuh, Al-Muqtadir diusir dengan membawa beberapa pengawal.
Selang beberapa hari, orang-orang yang bersama Al-Muqtadir terbesit untuk melakukan serangan balik secara tiba-tiba. Setelah membulatkan tekad dan beberapa persiapan, mereka akhirnya menyerang rombongan Abdullah bin Mu’taz berada.
Serangan dadakan ini berhasil membuat Abdullah bin Mu’taz dan rombongannya kualahan dan lari terpencar. Abdullah pun dipenjarakan sampai meninggal. Sementara sejumlah tokoh yang dulu melengserkan Al-Muqtadir dibantai.
Sejak saat itulah Al-Muqtadir berhasil merebut kembali tahta kekuasaan dan mengangkat Abu Hasan Ali bin Muhammad sebagai menterinya. Wallahu a’lam bishawab.[]
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Denmark Terbuka: Kena Kartu Merah di Semifinal, Fajar/Fikri Minta Peraturan Baru Time Clock Ditinjau Ulang
- 2Tumbang Lawan Lazio, Juventus Mulai Pertimbangkan Depak Luciano Spalletti dan Bidik Antonio Conte
- 3Prediksi Skor PSG vs Barcelona, Susunan Pemain, Jadwal Siaran Langsung
- 4Polemik Ijazah Gibran Memanas, Hasan Nasbi Ungkap Sikap Pemerintah
- 5Kalender Jawa 19 Oktober 2026: Watak Weton Senin Wage Dikenal Jujur dan Tenang
- 6Djarot Pilih Hak Menyatakan Pendapat soal Ijazah Gibran, Kenapa Bukan Hak Angket?
- 7Jalur Alternatif Demo Jakarta Hari Ini 20 Oktober 2026, Cek Rute Pengalihan Arus!
- 8Prediksi Skor Bali United vs Garudayaksa 21 Oktober 2026: Serdadu Tridatu Diunggulkan?
- 9Greenpeace Bentangkan Spanduk di Bundaran HI, Pemerintah Hormati Kebebasan Berpendapat
- 10Polemik Ijazah Gibran, Prabowo Disarankan Ambil Langkah Taktis Ini Demi Cegah Indonesia Rusuh Seperti Eropa




