Akurat Logo

Kisah Sahabat Ali bin Abi Thalib, Menantu Rasulullah SAW Sekaligus Pemimpin yang Miliki Sifat Kesederhanaan

Eva Rohila | 17 November 2021, 18:13 WIB
Kisah Sahabat Ali bin Abi Thalib, Menantu Rasulullah SAW Sekaligus Pemimpin yang Miliki Sifat Kesederhanaan

AKURAT.CO  Sahabat Ali bin Abi Thalib RA merupakan seorang yang mendapat didikan Rasulullah SAW tentang pribadi yang sederhana atau memiliki sifat zuhud. Disebutkan dalam sebuah keterangan bahwa, beberapa orang sahabat sering melihat Ali bin Abi Thalib menangis pada malam hari sambil berbicara sendiri, 

"Wahai dunia, apakah engkau hendak menipuku? Apakah enhaku mengawasiku? Jauh sekali… Jauh sekali… Godalah orang selain aku.  Sesungguhnya aku telah menceraikanmu dengan thalak tiga. Umurmu pendek, majelis-majelismu sangat hina, kemuliaan dan kedudukanmu sangat sedikit dan tidak berarti (akan habis). Alangkah sengsaranya aku, bekalku sedikit sedangkan perjalanan sangat jauh dan jalannya sangat berbahaya".

Hal tersebut merupakan prinsip-prinsip mendasar dari akhlak seorang Ali bin Abi Thalib RA. Secara umum, semua prinsip itu telah mewarnai jalan kehidupannya, termasuk pada saat Ali bin Abi Thalib menjabat sebagai khalifah.

Cerminan sifat zuhud Ali bin bin Abi Thalib terlihat ketika ia pernah bekerja pada Orang Yahudi.

Pada suatu hari, Rasullullah SAW mengunjungi kedua cucunya, Hasan dan Husain. Akan tetapi, di sana Rasulullah SAW hanya menjumpai putrinya, Fathimah. Ketika Rasulullah SAW menanyakan tentang keberadaan kedua cucunya itu, Fathimah berkata kalau keduanya sedang mengikuti sang ayah, Ali bin Abi Thalib, yang diketahui sedang bekerja menimba air pada orang Yahudi. Hal tersebut dikarenakan pada hari itu memang tidak ada persediaan makanan bagi mereka sekeluarga.

Dengan demikian, Rasulullah SAW menemui Ali di kebun orang Yahudi itu. Di situ, Ali terlihat sedang menimba air untuk menyiram tanaman di kebun tersebut dengan upah satu butir kurma untuk satu timba air. Sementara itu, Hasan dan Husain sedang bermain-main di sebuah ruangan, sementara tangannya sedang menggenggam sisa-sisa kurma tersebut.

Rasulullah SAW lalu berkata kepada Ali, "Wahai Ali, apa tidak sebaiknya engkau bawa pulang anak-anakmu sebelum terik matahari akan menyengat mereka?"

"Wahai Rasulullah, pagi ini kami tidak memiliki sesuatupun untuk dimakan, karena itu biarkanlah kami disini hingga bisa mengumpulkan lebih banyak kurma untuk Fathimah," kata Ali.

Setelah mendengar penuturan Ali, Rasulullah SAW akhirnya ikut menimba air bersamanya, hingga terkumpul beberapa butir kurma untuk bisa dibawa pulang dan diberikan kepada Fatimah. Wallahu A'lam Bishawab. []

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

E
Reporter
Eva Rohila
A