Apakah Simbol Bulan Sabit dan Bintang di Atas Kubah Masjid adalah Lambang Islam? Begini Penjelasannya

AKURAT.CO, Saat berkunjung atau melewati masjid, seringkali kita melihat adanya simbol bulan sabit dan bintang yang diletakkan di atas kubah. Sebagian besar masjid memiliki dekorasi ini, lantas bagaimanakah asal-usul dari bulan dan bintang ini? Apakah ia termasuk dalam syiar Islam?
Dilansir dari Konsultasi Syariah, terdapat beberapa keterangan dari para ulama mengenai simbol bulan dan bintang. Sebuah riwayat dari Ibnu Yunus, seorang sahabat bernama Abul Kanud, Sa’d bin Malik al-Azdi bertamu kepada Rasulullah saat di Madina. Ia melihat Rasulullah memasangkan bendara berwarna hitam dan bergambar bulan sabit putih.
“Said bin Ufair meriwayatkan dari Amr bin Zuhari bin Asmar bin Abul Kanud, bahwa Abul Kanud pernah bertamu kepada Rasulullah dan diberi bendera itu.”
Namun, riwayat tersebut kemudian dinyatakan dhaif.
Beberapa ulama yang lain mengatakan bahwa simbol bulan dan bintang tidak dikenal pada zaman Rasulullah. Namun, ada yang mengatakan bahwa simbol ini pertama kali muncul pada zaman Daulah Utsmani sebagai simbol resmi kesultanan.
Pada awalnya, simbol bulan bintang ini tak memiliki hubungan dengan agama sehingga tidak disebut sebagai syiar Islam melainkan bersifat politik. Bendera bulan sabit ini menjadi bendera resmi umat Islam pada masa itu karena seluruh wilayah dunia Islam berada dalam naungan khilafah Islamiyah.
Menurut kitab At-Taratib Al-Idariyah yang dinukil dari keterangan Syihab Al-Mirjani dalam kitab Wafayat Al-Asraf disebutkan bahwa meletakkan simbol bulan dan sabit di menara masjid termasuk bid’ah.
“Meletakkan gambar bulan dan sabit di atas menara-menara masjid, termasuk bid’ah (sesuatu yang baru). Para penguasa Daulah Utsmani menggunakan lambang ini sebagai lambang resmi, meniru lambang istana di Romawi.
Dalam Fatwa Islam, disimpulkan bahwa setiap syiar dan lambang harus sesuai dengan syariat, artinya jika tak ada dalil yang menunjukkan anjuran tersebut, maka hal yang paling tepat dilakukan adalah meninggalkan.
Wallahu a’lam.[]
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkini


Terpopuler
- 1Contoh Teks Pidato Hari Santri 2026 Singkat dan Lucu, Mudah Dihafal!
- 2Tumbang Lawan Lazio, Juventus Mulai Pertimbangkan Depak Luciano Spalletti dan Bidik Antonio Conte
- 3Link Twibbon Hari Santri 2026 Gratis, Lengkap dengan Cara Memasangnya
- 4Prediksi Skor Lille vs Galatasaray: Duel Sengit Demi Poin Perdana Liga Champions
- 5Prediksi Skor Aston Villa vs Viking 22 Oktober 2026: Tuan Rumah Diunggulkan Menang
- 620 Link Twibbon Hari Santri Nasional 2026 Gratis untuk Dibagikan ke Media Sosial
- 7Prediksi Skor Sporting CP vs LASK Linz 22 Oktober 2026: Tuan Rumah Diunggulkan
- 8Siapa Aktivis Greenpeace yang Viral di Bundaran HI? Ini Profil dan Pesan Aksinya
- 9Enam Perusahaan Kena Sanksi Karhutla, Total Sudah 32
- 10Prabowo Usut Tuntas Karhutla: Kali Ini Tidak Bisa Ditindak Biasa-biasa Saja

