Balasan Bagi Pemimpin yang Hanya Omong Kosong, Tak Menjalankan Apa yang Diucapkan

AKURAT.CO Dalam ajaran Islam, kepemimpinan bukanlah jabatan dan kewenangan semata, melainkan amanah yang dititipkan Allah SWT kepada seseorang untuk membawa kebaikan dan keadilan bagi masyarakat.
Pemimpin ideal bukanlah mereka yang pandai bersilat lidah dengan janji-janji muluk, melainkan mereka yang mampu menerjemahkan ucapan menjadi tindakan nyata yang berlandaskan nilai-nilai Al-Quran dan As-Sunnah.
Baca Juga: Kisruh DBHCHT dan RUU Tembakau, Misbakhun: Pemimpin Harus Bela Kepentingan Nasional
Lalu, bagaimana balasan bagi pemimpin yang hanya omong kosong dan tidak menjalankan apa yang diucapkan menurut Islam? Berikut penjelasannya.
Dikutip dari NU Online, Setiap janji yang diucapkan seseorang, akan diminta pertanggungjawaban. Karena itu, bijaklah dalam memberikan janji dan hindari memberikannya terlalu banyak, yang bisa membuat kesusahan dalam memenuhinya. Hal ini sebagaimana firman Allah dalam surah An-Nahl ayat 9:
وَأَوۡفُواْ بِعَهۡدِ ٱللَّهِ إِذَا عَٰهَدتُّمۡ وَلَا تَنقُضُواْ ٱلۡأَيۡمَٰنَ بَعۡدَ تَوۡكِيدِهَا وَقَدۡ جَعَلۡتُمُ ٱللَّهَ عَلَيۡكُمۡ كَفِيلًاۚ إِنَّ ٱللَّهَ يَعۡلَمُ مَا تَفۡعَلُونَ
Artinya: “Dan tepatilah perjanjian dengan Allah apabila kamu berjanji dan janganlah kamu membatalkan sumpah-sumpah(mu) itu, sesudah meneguhkannya, sedang kamu telah menjadikan Allah sebagai saksimu (terhadap sumpah-sumpahmu itu). Sesungguhnya Allah mengetahui apa yang kamu perbuat.” (Q.S. Al-Nahl, 16: 91).
Ketika pemimpin tidak memenuhi janjinya, kepercayaan terkikis dan bisa menciptakan kekacauan serta permusuhan di antara manusia.
Baca Juga: Tampik Istimewakan Gibran, Bahlil Janji Kasih Data ke Semua Capres-Cawapres Sesuai Perintah Jokowi
Al-Qur'an menggambarkan mereka yang melanggar janji yang sebelumnya seperti seseorang yang rajin menenun pada siang hari, namun pada malam hari ia membuka kembali benang-benang yang sudah ditenunnya satu per satu. Tindakan ini membuat usahanya sia-sia dan tak pernah terselesaikan. Sebagaimana firman Allah SWT:
وَلَا تَكُونُواْ كَٱلَّتِي نَقَضَتۡ غَزۡلَهَا مِنۢ بَعۡدِ قُوَّةٍ أَنكَٰثٗ
Artinya: “Dan janganlah kamu seperti seorang perempuan yang menguraikan benangnya yang sudah dipintal dengan kuat, menjadi cerai berai kembali.....” (Q.S. Al-Nahl, 16: 92).
Oleh karena itu, menjadi pemimpin bukan hanya soal kata-kata, melainkan tentang membuktikan dan mengimplementasikan apa yang telah dijanjikan.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Kecelakaan Maut di Afrika Selatan, 21 Orang Tewas dalam Tabrakan Tiga Kendaraan
- 2Terpukau Atmosfer Persija vs Persib di SUGBK, John Herdman: Belum Pernah Saya Rasakan
- 3Apa Itu Gempa Megathrust? Ini Wilayah Indonesia yang Berpotensi Terdampak
- 4Tokoh Partai Reformasi Britania Raya Balas Trump soal Irlandia Bersatu: Jangan Campuri Politik Inggris!
- 5Soal Kabar Jokowi-Megawati Bakal Bertemu, Said Abdullah: Kartunya Mati, Jangan Dihidupkan Lagi
- 6Suahasil Nazara Jadi Menkeu Baru, Ini Sosok dan Perjalanan Kariernya
- 7ACL Two: FC Seoul Siapkan Pemain SMA Lawan Persib Bandung, Anggap Remeh?
- 8Ismed Sofyan Puji Shin Tae-yong Usai Persija Kalahkan Persib, Putuskan Kebuntuan 3 Tahun
- 9Sidang Korupsi Kuota Haji Ungkap Marwan Dasopang Mendorong Kuota Tambahan Tidak Seluruhnya untuk Jemaah Reguler
- 10Fahd A Rafiq Bersama Tujuh Tersangka OTT Summarecon Digiring ke Mobil Tahanan KPK



