Akurat Logo

Tips Islami Agar Menghindari Anak dari Tindakan Tawuran Di Jalan

Tria Sutrisna | 11 Desember 2023, 12:34 WIB
Tips Islami Agar Menghindari Anak dari Tindakan Tawuran Di Jalan

AKURAT.CO Tawuran, terutama di kalangan pelajar, sering kali terkait dengan konflik antarpelajar tanpa alasan yang jelas. 

Untuk mengatasi permasalahan ini, penting untuk memberikan pendekatan yang tepat guna mencegah tawuran terjadi di masa mendatang.

Baca Juga: Fakta Terbaru Tawuran Anarkis Di Muntilan

Islam, sebagai agama yang mengedepankan perdamaian, memberikan beberapa tips untuk mencegah anak-anak terlibat dalam tawuran antarpelajar.

Dikutip dari buku Pendidikan Islam: Tradisi dan Modernisasi karya Prof. Azyumardi Azra, M.A., M.Phil., Ph.D (2019: 92), menjelaskan pandangan Islam mengenai tawuran sangat tegas; tindakan semacam itu diharamkan karena membawa dampak negatif yang serius.

Al-Quran dan hadis secara jelas melarang tawuran, mengingatkan umat muslim untuk menjauhkan diri dari tindakan yang merugikan, merusak, dan menciptakan pertikaian yang tidak produktif di antara sesama.

Salah satu Ayat Al-Qur'an tentang larangan tawuran terdapat pada Surah Al-Hujurat ayat 11,

يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا لَا يَسْخَرْ قَوْمٌ مِّنْ قَوْمٍ عَسٰٓى اَنْ يَّكُوْنُوْا خَيْرًا مِّنْهُمْ وَلَا نِسَاۤءٌ مِّنْ نِّسَاۤءٍ عَسٰٓى اَنْ يَّكُنَّ خَيْرًا مِّنْهُنَّۚ وَلَا تَلْمِزُوْٓا اَنْفُسَكُمْ وَلَا تَنَابَزُوْا بِالْاَلْقَابِۗ بِئْسَ الِاسْمُ الْفُسُوْقُ بَعْدَ الْاِيْمَانِۚ وَمَنْ لَّمْ يَتُبْ فَاُولٰۤىِٕكَ هُمُ الظّٰلِمُوْنَ ۝١١

yâ ayyuhalladzîna âmanû lâ yaskhar qaumum ming qaumin ‘asâ ay yakûnû khairam min-hum wa lâ nisâ'um min nisâ'in ‘asâ ay yakunna khairam min-hunn, wa lâ talmizû anfusakum wa lâ tanâbazû bil-alqâb, bi'sa lismul-fusûqu ba‘dal-îmân, wa mal lam yatub fa ulâ'ika humudh-dhâlimûn

Artinya: Wahai orang-orang yang beriman, janganlah suatu kaum mengolok-olok kaum yang lain (karena) boleh jadi mereka (yang diolok-olokkan itu) lebih baik daripada mereka (yang mengolok-olok) dan jangan pula perempuan-perempuan (mengolok-olok) perempuan lain (karena) boleh jadi perempuan (yang diolok-olok itu) lebih baik daripada perempuan (yang mengolok-olok). Janganlah kamu saling mencela dan saling memanggil dengan julukan yang buruk. Seburuk-buruk panggilan adalah (panggilan) fasik setelah beriman. Siapa yang tidak bertobat, mereka itulah orang-orang zalim.

Oleh karena itu, sangat penting untuk memahami cara mencegah anak dari tawuran yang dilarang dalam Islam. Berikut tips agar menghindari anak dari tawuran di jalan yang telah dirangkum dari berbagai sumber.

1. Memerkuat rasa kasih sayang

Islam memerjuangkan persatuan dan kasih sayang di antara umatnya serta mengajarkan pentingnya menghormati orang-orang dengan keyakinan yang berbeda. Konsep ukhuwah islamiyah, persaudaraan Islam, menekankan solidaritas dan kerjasama di antara umat muslim.

Sementara nilai-nilai seperti adil, jujur, dan berbagi rahmat juga dituntut dalam interaksi dengan non-muslim. 

Hal ini memerlihatkan bahwa Islam bukan hanya mengajarkan toleransi, tapi juga mengutamakan kedamaian serta kesejahteraan bersama sebagai tujuan utama. Allah Swt. berfirman dalam Surah Al-Hujurat ayat 10:

اِنَّمَا الْمُؤْمِنُوْنَ اِخْوَةٌ فَاَصْلِحُوْا بَيْنَ اَخَوَيْكُمْ وَاتَّقُوا اللّٰهَ لَعَلَّكُمْ تُرْحَمُوْنَࣖ

Innamal-mu'minûna ikhwatun fa ashliḫû baina akhawaikum wattaqullâha la‘allakum tur-ḫamûn

Artinya:  Sesungguhnya orang-orang mukmin itu bersaudara, karena itu damaikanlah kedua saudaramu (yang bertikai) dan bertakwalah kepada Allah agar kamu dirahmati

2. Mengajarkan menanggapi sesuatu yang tidak sejalan dengan cara baik

Menghadapi ketidaksepakatan atau ketidaksesuaian, mengemukakan bantahan dengan cara yang baik dan sesuai dengan nilai-nilai Islam adalah hal yang penting. Allah Swt berfirman dalam Surah An-Nahl ayat 125:

اُدْعُ اِلٰى سَبِيْلِ رَبِّكَ بِالْحِكْمَةِ وَالْمَوْعِظَةِ الْحَسَنَةِ وَجَادِلْهُمْ بِالَّتِيْ هِيَ اَحْسَنُۗ اِنَّ رَبَّكَ هُوَ اَعْلَمُ بِمَنْ ضَلَّ عَنْ سَبِيْلِهٖ وَهُوَ اَعْلَمُ بِالْمُهْتَدِيْنَ

Artinya: "Serulah [manusia] ke jalan Tuhanmu dengan hikmah dan pengajaran yang baik serta debatlah mereka dengan cara yang lebih baik. Sesungguhnya Tuhanmu Dialah yang paling tahu siapa yang tersesat dari jalan-Nya dan Dia [pula] yang paling tahu siapa yang mendapat petunjuk," (QS. An-Nahl [16]: 125).

3. Mengajarkan anak menjaga lisan dan perbuatan terhadap orang lain

Menjaga perkataan dan tindakan agar tidak menyakiti orang lain adalah anjuran yang penting dalam Islam. Rasulullah Saw. pernah bersabda:

"Seorang muslim adalah orang yang terhadap sesama muslim/orang lain dapat selamat dari lisan dan tangannya," (HR. Bukhari dan Muslim).

Rasulullah mengajarkan agar umat Islam menjaga tindakan mereka sehingga tidak mengganggu atau melukai hati orang lain. 

Dalam menjalin hubungan dengan sesama, Islam menekankan pentingnya kesopanan, keadilan, dan kasih sayang, serta menghindari tindakan atau perkataan yang dapat menyakiti perasaan orang lain.

Baca Juga: Polisi Lakukan Upaya Persuasif Cegah Tawuran di Kebon Kelapa 

4. Membiasakan anak bermusyawarah

Pendidikan yang diberikan kepada anak dalam Islam menekankan pentingnya bermusyawarah dalam menyelesaikan suatu permasalahan.

Ketika situasi sulit atau perbedaan pendapat terjadi, berdialog dan bermusyawarah merupakan langkah bijaksana untuk menemukan solusi yang adil dan damai. 

Ini sesuai dengan ajaran Islam yang mendorong umatnya untuk mengutamakan keadilan dan perdamaian dalam setiap situasi.

Mengajarkan para anak untuk menggunakan musyawarah sebagai alat dalam menyelesaikan konflik juga membentuk sikap empati, menghargai sudut pandang orang lain, dan menemukan solusi yang bersama-sama diterima. 

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

T
R