Akurat Logo

Humor Gus Dur: Sistem Hukum yang Lebih Teratur

Eva Rohila | 4 Februari 2022, 11:33 WIB
Humor Gus Dur: Sistem Hukum yang Lebih Teratur

AKURAT.CO  KH Abdurrahman Wahid atau yang lebih akrab disapa Gus Dur dikenal sebagai sosok yang kerap kali menyelipkan humor dalam aktivitasnya. Bahkan, humor-humor Gus Dur sering dilontarkan sebagai media kritik terhadap kondisi masyarakat, bangsa, dan negara, termasuk kehidupan umat beragama.

Dilansir NU Online, diceritakan dalam sebuah seminar, Gus Dur mengatakan bahwa Belanda bukanlah sebuah negara yang besar. Hal itu disebabkan karena Belanda tidak punya modal, juga tidak punya pemikir-pemikir ulung. Jadi mereka tidak memberikan apa-apa kepada kita, malah kita yang dirampok habis-habisan oleh mereka.

Sedangkan berbeda dengan India yang dijajah Inggris, atau Filipina yang dijajah oleh Amerika. Ternyata negara-negara penjajah tersebut punya sesuatu yang diberikan kepada negara-negara yang dijajah mereka. Seperti berkaitan soal sistem hukum yang lebih teratur, dan hal-hal lainnya.

“Nah, kemudian ada pemikiran gila, supaya Inggris dan Amerika memberikan sesuatu kepada kita,” kata Gus Dur.

“Bagaimana caranya, Gus?” tanya seorang teman Gus Dur yang saat itu ada di sana.

“Kita harus nyatakan perang melawan Inggris dan Amerika!” Gus Dur lantang.

"Lho, kenapa begitu, Gus?” tanya teman Gus Dur kembali.

"Logikanya kita kan pasti kalah, jadi kita akan dijajah lagi oleh Amerikan dan Inggris,” ucap Gus Dur.

"Tapi masalahnya sekarang, bukannya kalau kita kalah,” lanjut Gus Dur.

“Lalu apa masalahnya, Gus?” tanya teman Gus Dur lagi penasaran.

“Masalahnya adalah bagaimana kalau Indonesia yang menang???” seloroh Gus Dur. 

Dalam kisah yang lain, pada suatu waktu, dalam kunjungannya ke Solo, Gus Dur berkumpul bersama sejumlah rekan-rekannya. Diantara rekannya itu adalah Sinuhun Paku Buwono XII, AS Hikam dan lainnya. Gus Dur dan para rekannya itu berkumpul bersama dalam sebuah obrolan ringan.

“Kita ini ternyata semuanya sama-sama mantan,” ujar Gus Dur di tengah pembicaraan.

“Lha kok bisa, Gus?” tanya Sinuhun penasaran.

"Lha saya, mantan presiden. Hikam ini mantan menteri. Lha yang belum ada, tinggal mantan Sinuhun, panjenengan apa mau jadi mantan Sinuhun?” ucap Gus Dur.

Mendengar jawaban Gus Dur tersebut, semua rekan Gus Dur menjadi tersenyum. Begitu juga dengan Sinuhun yang biasanya terlihat serius pun, kali ini tidak bisa menahan diri untuk tertawa.

"Hehe, masa mantan Sinuhun Gus,” tutur Sinuhun.

Karena mantan sinuhun berarti masa jabatan sebagai seorang raja telah habis karena mangkat alias meninggal.  []

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

E
Reporter
Eva Rohila
A