Humor Gus Dur: Sistem Hukum yang Lebih Teratur

AKURAT.CO KH Abdurrahman Wahid atau yang lebih akrab disapa Gus Dur dikenal sebagai sosok yang kerap kali menyelipkan humor dalam aktivitasnya. Bahkan, humor-humor Gus Dur sering dilontarkan sebagai media kritik terhadap kondisi masyarakat, bangsa, dan negara, termasuk kehidupan umat beragama.
Dilansir NU Online, diceritakan dalam sebuah seminar, Gus Dur mengatakan bahwa Belanda bukanlah sebuah negara yang besar. Hal itu disebabkan karena Belanda tidak punya modal, juga tidak punya pemikir-pemikir ulung. Jadi mereka tidak memberikan apa-apa kepada kita, malah kita yang dirampok habis-habisan oleh mereka.
Sedangkan berbeda dengan India yang dijajah Inggris, atau Filipina yang dijajah oleh Amerika. Ternyata negara-negara penjajah tersebut punya sesuatu yang diberikan kepada negara-negara yang dijajah mereka. Seperti berkaitan soal sistem hukum yang lebih teratur, dan hal-hal lainnya.
“Nah, kemudian ada pemikiran gila, supaya Inggris dan Amerika memberikan sesuatu kepada kita,” kata Gus Dur.
“Bagaimana caranya, Gus?” tanya seorang teman Gus Dur yang saat itu ada di sana.
“Kita harus nyatakan perang melawan Inggris dan Amerika!” Gus Dur lantang.
"Lho, kenapa begitu, Gus?” tanya teman Gus Dur kembali.
"Logikanya kita kan pasti kalah, jadi kita akan dijajah lagi oleh Amerikan dan Inggris,” ucap Gus Dur.
"Tapi masalahnya sekarang, bukannya kalau kita kalah,” lanjut Gus Dur.
“Lalu apa masalahnya, Gus?” tanya teman Gus Dur lagi penasaran.
“Masalahnya adalah bagaimana kalau Indonesia yang menang???” seloroh Gus Dur.
Dalam kisah yang lain, pada suatu waktu, dalam kunjungannya ke Solo, Gus Dur berkumpul bersama sejumlah rekan-rekannya. Diantara rekannya itu adalah Sinuhun Paku Buwono XII, AS Hikam dan lainnya. Gus Dur dan para rekannya itu berkumpul bersama dalam sebuah obrolan ringan.
“Kita ini ternyata semuanya sama-sama mantan,” ujar Gus Dur di tengah pembicaraan.
“Lha kok bisa, Gus?” tanya Sinuhun penasaran.
"Lha saya, mantan presiden. Hikam ini mantan menteri. Lha yang belum ada, tinggal mantan Sinuhun, panjenengan apa mau jadi mantan Sinuhun?” ucap Gus Dur.
Mendengar jawaban Gus Dur tersebut, semua rekan Gus Dur menjadi tersenyum. Begitu juga dengan Sinuhun yang biasanya terlihat serius pun, kali ini tidak bisa menahan diri untuk tertawa.
"Hehe, masa mantan Sinuhun Gus,” tutur Sinuhun.
Karena mantan sinuhun berarti masa jabatan sebagai seorang raja telah habis karena mangkat alias meninggal. []
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 2Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 3Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 4Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 5Bangkai Kapal Tertua di Dunia Berusia 4.700 Tahun Ditemukan di Turki, Apa Saja yang Terungkap?
- 6Dua Jenderal TNI AD Dinilai Memenuhi Syarat Jadi Calon Panglima TNI, Siapa Saja?
- 7Tudingan Ijazah Palsu Dirinya dan Gibran Terus Bergulir, Jokowi: Berpotensi Pengalihan Isu
- 8Trump Sudah Berhati-Hati Terlibat Perang, Netanyahu Berupaya Memicu Kembali Konfrontasi dengan Iran
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK



