Simak Nih, Begini Cara Abu Nawas Sikapi Orang yang Suka Berkhianat

AKURAT.CO Suatu ketika, Baginda Raja Harun Al-Rasyid terlihat sangat marah kepada Abu Nawas yang telah berkali-kali mempermainkan dirinya dengan cara-cara yang sangat kurang ajar. Tak main-main, bahkan kali ini baginda ingin membunuh Abu Nawas jika gagal dalam melaksanakan perintahnya.
"Hai Abu Nawas!,” seru Raja Harun Al-Rasyid.
“Sekarang juga kamu harus mempersembahkan kepadaku seekor harimau berjenggot, jika gagal, aku akan membunuh engkau!," tegas baginda raja.
“Ya tuanku paduka, semua perintah paduka akan hamba laksanakan, namun untuk yang satu ini hamba mohon waktu delapan hari," jawab Abu Nawas.
Setelah percakapan itu, Abu Nawas pulang ke rumahnya. Sepertinya ia sudah menangkap gelagat bahwa kali baginda raja memang sangat marah kepadanya. Baginda rupanya sedang mencari akal agar dapat mencelakakan diriku. “Jadi aku juga harus berhati-hati," pikir Abu Nawas dalam perjalanan.
Setibanya di rumah, Abu Nawas memanggil empat orang tukang kayu dan disuruh untuk membuat kandang macan. Hanya dalam waktu tiga hari kandang macan tersebut sudah jadi.
Abu Nawas lalu berpesan kepada istrinya agar menjamu orang yang berjenggot apabila datang ke rumah
“Istriku, jika nanti engkau mendengar aku mengetuk pintu, suruh dia masuk ke dalam kandang itu,” kata Abu Nawas sambil menunjuk kandang macan itu.
“Baik, suamiku” jawab istrinya.
Ia kemudian bergegas pergi menuju mushala dengan membawa sajadah.
“Hai Abu Nawas, tumben salat di sini?” tanya Imam dan penghulu musalla itu.
"Sebenarnya saya mau menceritakan hal ini kepada orang lain, tapi kalau tidak kepada tuan penghulu kepada siapa lagi saya mengadu,” jawab Abu Nawas.
“Tadi malam saya ribut dengan istri saya, itu sebabnya saya tidak mau pulang ke rumah," Abu Nawas melanjutkan ceritanya.
“Pucuk dicinta, ulam tiba, kubiarkan Abu Nawas tidur di sini dan aku pergi kerumah Abu Nawas menemui istrinya, sudah lama aku menaruh hati kepada perempuan cantik itu," pikir penghulu itu.
“Hai Abu Nawas, bolehkah aku menyelesaikan perselisihan dengan istrimu itu?” tanya sang penghulu.
“Silakan, hamba sangat berterima kasih atas kebaikan hati tuan," jawab Abu Nawas.
Tak menunggu waktu lama, penghulu itu pergi ke rumah Abu Nawas dengan hati berbunga-bunga dan dengan wajah berseri-seri. Setelah sampai di rumah, ia mengetuk pintu rumah Abu Nawas. Begitu pintu terbuka ia langsung mengamit istri Abu Nawas dan diajak duduk bersanding.
“Hai, Adinda, apa gunanya punya suami jahat dan melarat, lagi pula Abu Nawas hidupnya tak karuan, lebih baik kamu jadi istriku, kamu dapat hidup senang dan tidak kekurangan suatu apa," kata penghulu itu.
“Baiklah, jika keinginan tuan demikian,” jawab istri Abu awas.
Tak berapa lama kemudian terdengar pintu rumah Abu Nawas diketuk oleh seseorang, ketukan itu membuat penghulu kaget dan kebingungan, kemana ia harus bersembunyi.
“Tuan, silahkan bersembunyi di dalam kandang itu,” kata Istri Abu Nawas sambil menunjuk kandang yang terletak di dalam kamar Abu Nawas.
Tanpa pikir panjang lagi penghulu itu masuk ke dalam kandang itu dan menutupnya dari dalam. Sedangkan istri Abu Nawas segera membuka pintu, sambil menengok ke kiri-kanan, Abu Nawas lalu masuk ke dalam rumah.
“Hai, istriku apa yang ada di dalam kandang itu?” tanya Abu Nawas.
“Tidak ada apa-apa,” jawab Istrinya.
"Apa putih-putih itu?” tanya Abu Nawas dengan penasaran lalu melihat penghulu itu gemetar karena malu dan ketakutan.
Setelah delapan hari, Abu Nawas memanggil delapan kuli untuk memikul kandang itu ke Istana. Masyarakat Baghdad ternyata sudah geger ingin melihat Harimau berjenggot. Karena seumur hidupnya, mereka tidak pernah melihat harimau berjenggot. Jangankan melihat, mendengar harimau berjenggot pun belum pernah.
Di Baghdad, mereka terheran-heran akan kehebatan Abu Nawas yang telah memiliki seekor harimau berjenggot. Tetapi begitu melihat penghulu di dalam kandang itu, mereka tidak bisa bilang apa-apa selain mengiringi kandang itu sampai ke Istana hingga menjadi arak-arakan yang panjang. Si penghulu menjadi sangat malu. Tidak lama kemudian sampailah iring-iringan itu ke dalam Istana.
“Hai Abu Nawas, apa kabar? Apakah kamu sudah berhasil mendapatkan harimau berjenggot?” tanya baginda.
“Dengan berkat dan doa tuanku, Alhamdulillah hamba berhasil,” jawab Abu Nawas.
Maka dibawalah kandang itu ke hadapan Baginda. Ketika baginda hendak melihat harimau tersebut, si penghulu memalingkan mukanya ke arah lain dengan muka merah padam karena perasaan malu bercampur takut. Akan tetapi, kemanapun ia menoleh, kesitu pula baginda memelototkan matanya.
Tiba-tiba Baginda menggeleng-gelengkan kepala dengan takjub, sebab menurut penglihatan beliau yang ada di dalam kandang itu adalah penghulu musalla. Abu Nawas buru-buru menimpali, “Ya tuanku, itulah Harimau berjenggot.”
Tapi baginda tidak cepat tanggap, beliau termenung sesaat, kenapa penghulu dikatakan harimau berjenggot, tiba-tiba baginda bergoyang kekiri dan ke kanan seperti orang berdoa. “Hm, hm, hm oh penghulu…”
“Ya tuanku paduka, perlukah hamba memberitahukan kenapa hamba dapat menangkap harimau berjenggot ini di rumah hamba sendiri ?” kata Abu Nawas.
“Ya, ya, ya, aku maklum sudah," ujar baginda sambil menoleh ke kandang itu dengan mata berapi-api.
Melihat hal itu, baginda sangat murka kepada sang penghulu, sebab ia yang semestinya menegakkan hukum, ia pula yang melanggarnya, ia telah berkhianat. Baginda segera memerintahkan punggawa mengeluarkan penghulu dari kandang dan diarak keliling pasar setelah sebelumnya di cukur segi empat, agar diketahui oleh seluruh rakyat betapa aibnya orang yang berkhianat.[]
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Kalender Jawa 28 Oktober 2026: Watak Weton Rabu Pon, Benarkah Dikenal Pekerja Keras?
- 2Putin Nyatakan Rusia Siap Perang dengan Eropa Meskipun Tidak Menginginkannya
- 3Pemimpin Oposisi Israel Berjanji akan Mengganti Pemerintahan Netanyahu setelah Pemilu
- 44 Link CCTV Jakarta Hari Ini, 28 Oktober 2026: Pantau Situasi Demo di Bundaran HI!
- 5Viking Sebut Terduga Pembunuh ARK Bukan Pendukung Persija, Terindikasi Kelompok Suporter Klub Lain
- 6Luhut soal Polemik Ekspor Gas: Ngapain Berkelahi dengan Singapura?
- 7Pentagon Minta Negara NATO Redam Pernyataan Mengancam Rusia, Ada Apa?
- 8Kalender Jawa 29 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Wage Dikenal Punya Cita-Cita Tinggi
- 9Geledah Kantor PT IPPS, Kejagung Sita Ponsel dan Temukan Akses Ruangan Rahasia
- 10KPK Geledah Kantor Bea Cukai Semarang dan Kanwil Jateng, Sita Uang Tunai



