Akurat Logo

AI Masuk Industri Asuransi, OJK: Keputusan Tetap di Tangan Manusia

Esha Tri Wahyuni | 6 Oktober 2026, 15:24 WIB
AI Masuk Industri Asuransi, OJK: Keputusan Tetap di Tangan Manusia
OJK menegaskan penggunaan AI di industri asuransi harus tetap diawasi manusia, terutama dalam underwriting, premi, klaim, dan layanan nasabah.

AKURAT.CO Pemanfaatan artificial intelligence (AI) mulai menjadi bagian penting dalam transformasi bisnis industri asuransi jiwa. Namun, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mengingatkan teknologi tersebut tidak boleh mengambil alih sepenuhnya keputusan yang berdampak langsung terhadap nasabah.

Kepala Departemen Pengawasan Asuransi dan Jasa Penunjang OJK, Sumarjono menilai, penggunaan AI di industri asuransi harus diikuti kepemimpinan strategis dan tata kelola yang jelas. Menurutnya, perusahaan perlu memahami tujuan penggunaan AI, tingkat kepentingannya bagi bisnis, cara teknologi tersebut digunakan, hingga pihak yang bertanggung jawab apabila terjadi kesalahan.

“AI tanpa leadership hanyalah teknologi, tetapi leadership yang memahami AI dapat mengubah teknologi menjadi sebuah strategi. Pemanfaatan AI dalam underwriting, claims management, fraud detection, customer service, distribution, maupun product development pada akhirnya merupakan keputusan strategis dan bisnis yang menjadi tanggung jawab institusi,” kata Sumarjono dalam keterangan tertulis di Jakarta, Selasa (6/10/2026).

Baca Juga: Kredit Bank Tumbuh 13,65 Persen, OJK Perketat Aturan Ekspansi

Dirinya menegaskan pemanfaatan AI membutuhkan professional judgment serta sumber daya manusia yang memiliki pemahaman mengenai aspek asuransi sekaligus teknologi. Hal ini menjadi penting karena AI dapat digunakan dalam sejumlah proses yang secara langsung berpengaruh terhadap nasabah.

Salah satu prinsip yang perlu diterapkan adalah human-in-the-loop. Artinya, hasil yang diberikan sistem AI tetap harus berada dalam pengawasan manusia, terutama untuk proses seperti underwriting, penghitungan premi, hingga penilaian klaim.

Dalam praktiknya, AI dapat membantu menganalisis data dan menghasilkan rekomendasi. Namun, manusia tetap memiliki kewenangan untuk meninjau hasil tersebut, termasuk menyetujui, menyesuaikan, atau membatalkan keputusan yang dihasilkan sistem.

Ketua Dewan Pengurus AAJI, Albertus Wiroyo mengatakan, perkembangan teknologi dan AI seharusnya tidak hanya dilihat dari kebutuhan perusahaan untuk membeli atau mengganti sistem teknologi. Menurutnya, investasi digital harus dapat memberikan kontribusi nyata terhadap kinerja perusahaan.

“Perkembangan teknologi dan AI dapat membantu para CEO dan decision makers dalam meningkatkan kinerja perusahaan. Bukan lagi sekadar melihat kebutuhan untuk membeli atau mengganti sistem, tetapi bagaimana investasi dan pemanfaatan teknologi dapat memberikan kontribusi nyata terhadap kinerja dan bottom line perusahaan,” ujar Albertus.

Baca Juga: Tak Hanya Kelas Menengah Atas, AAJI Dorong Produk Asuransi Jiwa untuk Pengemudi Ojek hingga UMKM Melalui Pengembangan Teknologi

Dirinya juga menekankan pentingnya pengawasan manusia ketika AI digunakan pada proses yang berhubungan langsung dengan nasabah.

“Pemanfaatan AI juga tetap membutuhkan pengawasan dan kendali manusia yang kuat, terutama dalam proses yang dapat berdampak langsung pada nasabah,” lanjutnya.

Halaman:
Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.