Transformasi BTN Dinilai Berhasil

AKURAT.CO Transformasi PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BTN) dari mortgage bank menjadi bank berbasis housing financial ecosystem dinilai mulai menunjukkan hasil yang signifikan.
Chariman Infobank Institute, Eko B. Supriyanto, menilai transformasi BTN tidak hanya terlihat dari ekspansi bisnis dan digitalisasi, tetapi juga dari peningkatan kinerja serta perbaikan kualitas aset.
“Transformasi BTN sudah mulai terlihat hasilnya. Bukan hanya dari pertumbuhan bisnis, tetapi juga dari perbaikan kualitas kredit dan penguatan fundamental,” ujar Eko dalam keterangan tertulisnya, Jumat (28/8).
Pada semester I-2026, laba bersih konsolidasi BTN mencapai Rp2,40 triliun atau tumbuh 40,8% secara tahunan. Dalam periode yang sama, aset BTN telah mencapai Rp545 triliun, kredit dan pembiayaan Rp418 triliun, serta DPK Rp433 triliun. Kualitas kredit juga membaik dengan NPL turun menjadi 2,99% dari 3,3%, sementara cost of credit turun dari 2,0% menjadi 0,7%.
Menurut Eko, transformasi BTN juga terlihat dari keberanian perseroan memperluas bisnis dari sekadar pembiayaan KPR menjadi beyond mortgage. BTN mulai membangun ekosistem yang mengikuti perjalanan finansial nasabah, mulai dari membeli rumah hingga kebutuhan keuangan lainnya.
“BTN tidak meninggalkan bisnis perumahan. Justru bisnis perumahan diperluas menjadi ekosistem. Bank tidak lagi hanya melihat nasabah sebagai debitur, tetapi sebagai bagian dari perjalanan hidup,” katanya.
Transformasi tersebut diperkuat melalui digitalisasi yakni melalui Bale by BTN. Superapps andalan BTN tersebut kini telah memiliki sekitar 4,5 juta pengguna, didukung 358 ribu merchant, 14 ribu developer, serta terintegrasi dengan 59 pemerintah daerah. Volume transaksinya mencapai 2,63 miliar transaksi dengan nilai Rp134 triliun.
Selain memperluas ekosistem, BTN juga mulai masuk ke segmen di luar mortgage melalui akuisisi portofolio kredit pensiun SMBC Indonesia senilai hampir Rp20 triliun. Langkah ini dinilai memperkuat kemampuan BTN dalam melayani kebutuhan finansial nasabah hingga masa pensiun.
Meski memperluas bisnis, Eko menilai BTN tetap harus menjaga mandat utamanya dalam pembiayaan perumahan nasional. Pada semester I 2026, kredit perumahan subsidi BTN tumbuh 8,1% menjadi Rp196,96 triliun, sementara Kredit Program Perumahan telah mencapai Rp4,1 triliun.
“Kalau melihat perjalanannya, arahnya sudah benar dan hasilnya mulai terlihat. Tantangannya sekarang adalah menjaga momentum transformasi, meningkatkan kualitas layanan, dan memastikan ekosistem yang dibangun BTN terus memberikan nilai bagi masyarakat,” tukas Eko.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Kalender Jawa 10 Oktober 2026: Watak Weton Sabtu Kliwon dan Hari Baiknya
- 2Eks Ketua KY Soroti Putusan MK soal Ijazah Gibran: Tidak Menemukan Bukti Bukan Berarti Terbukti
- 3Kalender Jawa 12 Oktober 2026: Watak Weton Senin Pahing Dikenal Tegas dan Punya Cita-Cita Tinggi
- 4Kontak Tembak di Papua Barat Daya, Komandan Operasi OPM Dikabarkan Tewas
- 5India Diguncang Gelombang Penangkapan, Ribuan Orang Ditahan Jelang Demo Tuntut Ketua KPU Mundur
- 6Prediksi Lens vs Sporting CP 13 Oktober 2026: Skor, H2H, dan Susunan Pemain
- 7Kalender Jawa 13 Oktober 2026: Watak Weton Selasa Pon, Setia tetapi Mudah Cemburu
- 8Kesepakatan Diesel Trump-Putin Dicibir Zelensky: Kami Dijadikan Kedok
- 9Kata Gibran Terkait Survei Celios: Kritik Harus Dijawab dengan Kerja Lebih Baik
- 10KPK Jadwalkan Ulang Pemeriksaan Nusron Wahid Pekan Ini








