Akurat Logo

Kurs Dolar ke Rupiah Hari Ini 16 Juli: Rupiah Dekati Rp18.005!

Titania Isnaenin | 16 Juli 2026, 12:15 WIB
Kurs Dolar ke Rupiah Hari Ini 16 Juli: Rupiah Dekati Rp18.005!
Kurs dolar ke rupiah hari ini, Kamis (16/7/2026). (Dok. Reuters)

AKURAT.CO Pergerakan nilai tukar mata uang asing khususnya dolar Amerika Serikat (AS) terhadap rupiah masih menjadi perhatian utama para pelaku pasar dan pelaku usaha di tanah air.

Tepat pada perdagangan hari ini, Kamis (16/7/2026), pergerakan nilai tukar rupiah terpantau bergerak fluktuatif namun memperlihatkan tanda-tanda penguatan di pasar spot internasional.

Setelah beberapa waktu terakhir tertahan di level psikologis yang cukup tinggi, posisi mata uang garuda hari ini mencoba memangkas jarak depresiasi akibat meredanya sejumlah tekanan eksternal global.

Perkembangan Kurs Rupiah Hari Ini

Berdasarkan data perdagangan mata uang internasional pada Kamis (16/7/2026) siang, posisi kurs dolar AS terhadap rupiah (USD/IDR) bergerak dinamis di kisaran Rp18.005 hingga Rp18.060 per dolar AS.

Angka ini menunjukkan performa yang relatif lebih baik jika dibandingkan dengan pembukaan perdagangan di awal hari yang sempat menyentuh angka Rp18.106 per dolar AS.

Aksi beli rupiah yang terjadi sepanjang sesi pagi berhasil menekan penguatan greenback hingga ke level terendahnya di sekitar Rp18.005 per dolar AS.

Meskipun secara harian rupiah menunjukkan sinyal positif karena sempat menguat dari posisi penutupan sebelumnya, mata uang domestik sejatinya masih dibayangi tekanan jangka panjang.

Level Rp18.000 per dolar AS kini tampaknya menjadi titik psikologis baru yang cukup kokoh bagi fluktuasi mata uang Garuda sepanjang bulan Juli ini.

Faktor Pemicu Fluktuasi Dolar AS vs Rupiah

Pergerakan kurs hari ini tidak lepas dari kombinasi sentimen global dan rilis data ekonomi dari dalam negeri. Berikut adalah beberapa faktor utama yang memengaruhi dinamika mata uang hari ini:

  • Meredanya Spekulasi Suku Bunga The Fed: Melemahnya indeks dolar AS di pasar global dipicu oleh data inflasi Amerika Serikat bulan lalu yang dilaporkan lebih rendah dari perkiraan. Hal ini meredakan kekhawatiran pasar akan potensi kenaikan suku bunga lanjutan oleh bank sentral AS, Federal Reserve, sehingga investor kembali melirik mata uang negara berkembang.

Halaman:
Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.