IHSG Masuk Zona Merah, Pasar Tunggu Sinyal Suku Bunga The Fed

AKURAT.CO Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) gagal mempertahankan penguatan pada awal perdagangan Senin (13/7/2026).
Setelah dibuka menguat, indeks langsung berbalik melemah seiring pelaku pasar memilih menahan transaksi sambil menunggu sejumlah data ekonomi penting dari Amerika Serikat (AS) yang diperkirakan menjadi penentu arah pasar global.
Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia (BEI), IHSG dibuka naik 10,36 poin atau 0,17% ke level 5.934,72. Pada pembukaan perdagangan, sebanyak 223 saham menguat, 96 saham melemah, dan 340 saham bergerak stagnan.
Baca Juga: IHSG Masih Berpotensi Bergerak Terbatas, Konsumsi Domestik Jadi Harapan
Nilai transaksi mencapai Rp161,45 miliar dengan volume 447,22 juta saham yang diperdagangkan dalam 62.926 kali transaksi.
Namun, penguatan tersebut tidak berlangsung lama. Beberapa menit setelah perdagangan dimulai, IHSG berbalik masuk ke zona merah, mencerminkan sikap hati-hati investor di tengah tingginya ketidakpastian global.
Pelaku pasar pada pekan ini diperkirakan akan lebih banyak mencermati sejumlah agenda ekonomi internasional dibanding melakukan aksi beli secara agresif.
Fokus utama tertuju pada rilis data inflasi Amerika Serikat, musim laporan keuangan emiten besar Wall Street, hingga perkembangan konflik geopolitik di Timur Tengah.
Rangkaian data ekonomi yang akan diumumkan sepanjang pekan mencakup inflasi konsumen, inflasi produsen, perdagangan internasional, pertumbuhan ekonomi hingga posisi utang luar negeri.
Seluruh indikator tersebut dinilai akan memberikan gambaran mengenai arah kebijakan suku bunga bank sentral AS, Federal Reserve.
Meski IHSG bergerak melemah, mayoritas bursa Asia justru memulai perdagangan dengan penguatan.
Baca Juga: IHSG Dibuka Menguat, Saham RANS Langsung Sentuh ARA
Indeks Nikkei 225 Jepang naik 0,28%, Topix menguat 0,72%, Kospi Korea Selatan bertambah 0,58%, Kosdaq melonjak 1,84%, sedangkan indeks S&P/ASX 200 Australia bergerak relatif datar.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Kalender Jawa 10 Oktober 2026: Watak Weton Sabtu Kliwon dan Hari Baiknya
- 2Eks Ketua KY Soroti Putusan MK soal Ijazah Gibran: Tidak Menemukan Bukti Bukan Berarti Terbukti
- 3Kalender Jawa 12 Oktober 2026: Watak Weton Senin Pahing Dikenal Tegas dan Punya Cita-Cita Tinggi
- 4Kontak Tembak di Papua Barat Daya, Komandan Operasi OPM Dikabarkan Tewas
- 5India Diguncang Gelombang Penangkapan, Ribuan Orang Ditahan Jelang Demo Tuntut Ketua KPU Mundur
- 6Prediksi Lens vs Sporting CP 13 Oktober 2026: Skor, H2H, dan Susunan Pemain
- 7Kalender Jawa 13 Oktober 2026: Watak Weton Selasa Pon, Setia tetapi Mudah Cemburu
- 8Kesepakatan Diesel Trump-Putin Dicibir Zelensky: Kami Dijadikan Kedok
- 9Kata Gibran Terkait Survei Celios: Kritik Harus Dijawab dengan Kerja Lebih Baik
- 10KPK Jadwalkan Ulang Pemeriksaan Nusron Wahid Pekan Ini









