Inflasi AS Meningkat, Harga Emas Dunia Catat Pelemahan Mingguan

AKURAT.CO Harga emas dunia diperkirakan mencatat pelemahan mingguan moderat setelah lonjakan inflasi Amerika Serikat (AS) memicu ekspektasi pasar terhadap kemungkinan kenaikan suku bunga lebih lanjut oleh bank sentral AS, The Federal Reserve (The Fed).
Kondisi tersebut menekan daya tarik emas sebagai aset lindung nilai karena investor mulai beralih ke dolar AS dan obligasi pemerintah AS.
Pada perdagangan Jumat pagi waktu Singapura, harga emas spot tercatat naik tipis 0,1% ke level USD4.656,92 per troy ons.
Namun secara mingguan, logam mulia itu masih turun sekitar 1,3% dibanding posisi akhir pekan lalu.
Tekanan terhadap emas muncul di tengah penguatan dolar AS dan kenaikan imbal hasil obligasi Treasury tenor 10 tahun.
Baca Juga: Harga Emas Pegadaian Hari Ini 15 Mei 2026: Galeri24 dan UBS Kompak Melemah
Data terbaru menunjukkan inflasi grosir AS pada April meningkat ke level tercepat sejak 2022. Sementara itu, indeks harga konsumen atau Consumer Price Index (CPI) mencatat kenaikan tertinggi sejak 2023.
Kenaikan inflasi tersebut memperkuat spekulasi bahwa suku bunga tinggi akan bertahan lebih lama guna meredam tekanan harga.
Kondisi tersebut menjadi sentimen negatif bagi emas karena logam mulia tidak menawarkan imbal hasil bunga.
Selain itu, emas juga diperdagangkan dalam denominasi dolar AS, sehingga penguatan mata uang tersebut membuat harga emas relatif lebih mahal bagi investor global.
Di saat bersamaan, ketegangan geopolitik di Timur Tengah masih menjadi faktor utama yang membentuk arah pasar komoditas global.
Selat Hormuz yang menjadi jalur strategis distribusi energi dunia masih tertutup akibat konflik Iran yang belum menunjukkan tanda-tanda mereda. Situasi itu memperpanjang kekhawatiran terhadap krisis energi global dan mendorong kenaikan harga minyak mentah.
Harga minyak West Texas Intermediate (WTI) dilaporkan mendekati USD102 per barel pada perdagangan Jumat. Lonjakan harga energi dinilai berpotensi memperbesar tekanan inflasi global, terutama di negara-negara importir energi.
Baca Juga: Emas Global Masih Fluktuatif, Target Tembus Rp6 Juta Masih Terbuka
Di tengah kondisi tersebut, harga emas justru bergerak dalam rentang terbatas dalam beberapa pekan terakhir. Berdasarkan data pasar, harga emas telah turun lebih dari 11% sejak perang dimulai.
Ahli strategi komoditas senior TD Securities, Ryan Mckay, mengatakan hedge fund berpotensi kembali menambah eksposur terhadap emas dalam beberapa hari ke depan.
Menurutnya, pola perdagangan saat ini menunjukkan adanya peluang akumulasi posisi beli oleh commodity trading advisor (CTA).
“Skenario penetapan harga kami terus mengarah pada akumulasi posisi beli oleh CTA di bawah simulasi jalur harga secara keseluruhan,” kata Ryan Mckay dalam catatan risetnya dikutip dari Bloomberg, Jumat (15/5/2026).
Selain emas, pasar logam mulia lainnya juga mengalami pergerakan berbeda.
Harga perak tercatat naik sekitar 13% sepanjang Mei didorong meningkatnya minat spekulatif terhadap logam industri.
Rasio emas-perak juga terus menurun, yang dianggap sebagian pelaku pasar sebagai indikasi bahwa perak mulai terlihat lebih murah dibanding emas.
Pada perdagangan terbaru, harga perak naik 0,1% menjadi USD83,63 per ons. Sementara platinum dan paladium tercatat melemah.
Dari sisi permintaan fisik, pasar emas global juga menghadapi tekanan tambahan setelah India memperketat aturan impor emas.
Kebijakan tersebut dilakukan pemerintah India untuk menjaga stabilitas nilai tukar rupee setelah sebelumnya menaikkan bea masuk impor emas. Langkah itu berpotensi menekan permintaan dari India yang merupakan pasar emas terbesar kedua di dunia setelah China.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Ekspor Minyak Timur Tengah Pulih 80 Persen, Strategi Iran di Selat Hormuz Mulai Kehilangan Taji?
- 2Prediksi Skor Thailand vs Vietnam 29 September 2026: Vietnam Berpeluang Menang Lagi?
- 3Klik Link Live Streaming Indonesia vs Malaysia FIFA ASEAN Cup 2026 Malam Ini
- 4Prediksi Skor Argentina vs Bolivia 1 Oktober 2026: La Albiceleste Dijagokan
- 5Sinyal Aliansi Militer Baru? Telepon Khusus Erdogan ke Prabowo Bongkar Ambisi Besar Jakarta-Ankara
- 6Prediksi Indonesia vs Malaysia di FIFA ASEAN Cup 2026: Susunan Pemain dan Skor!
- 7Klasemen FIFA ASEAN Cup 2026 Terbaru: Indonesia vs Bangladesh, Cek Jadwal dan Posisi Grup A!
- 8Cek Bansos Tahap 4 Oktober-Desember 2026, Begini Cara Cek Desil dan Status Penerima Pakai NIK
- 9KPK Hadirkan Delapan Saksi dari Kesthuri, Himpuh, Amphuri hingga Maktour untuk Pembuktian Korupsi Kuota Haji
- 10Terima Jemaat GKPI Rajeg, Wapres Gibran Tekankan Kerukunan dan Kebebasan Beribadah








