Bukukan Laba, Herman Khaeron Sebut Persoalan Lama di IFG Life Sudah Selesai

AKURAT.CO Anggota Komisi VI DPR RI, Herman Khaeron, menyoroti pentingnya pengawasan dan penerapan tata kelola yang baik di industri asuransi jiwa khususnya pelat merah.
Tata kelola yang baik akan memperkuat kepercayaan publik terhadap industri asuransi, khususnya pada PT Asuransi Jiwa IFG (IFG Life), anggota IFG, BUMN holding asuransi, penjaminan, dan investasi.
Herman menyatakan bahwa sejak awal berdiri pada 2020, IFG Life telah berada dalam pengawasan yang ketat mengingat perannya yang strategis dalam menjaga keberlanjutan industri asuransi nasional.
Baca Juga: IFG Life dan Mandiri Inhealth Bayar Klaim Rp10,7 Triliun Sepanjang 2025
"Kami mengawasi IFG (Life) sejak berdiri. Ini menggembirakan karena persoalan-persoalan lama sudah selesai. Sekarang bahkan IFG (Life) sudah mencatatkan untung," ujar Herman di Jakarta, Kamis (5/3/2026).
Menurut Herman, transparansi dan akuntabilitas merupakan prinsip utama yang harus dijalankan oleh seluruh pelaku industri asuransi. Dengan menerapkan tata kelola yang baru dari sektor hulu sampai ke hilir, perlahan tapi pasti IFG Life mampu menumbuhkan lagi kepercayaan dari publik.
Seiring dengan penguatan tersebut, IFG Life dinilai tidak hanya mampu mempertahankan pemegang polis yang ada, tetapi juga mulai menarik partisipasi pemegang polis baru.
Selain transparansi, Herman juga menyoroti komitmen IFG Life dalam memenuhi hak pemegang polis sebagai faktor kunci dalam membangun kepercayaan.
Sepanjang tahun 2025, IFG Life telah merealisasikan pembayaran klaim dan manfaat asuransi sebesar Rp6,3 triliun kepada lebih dari 480.000 peserta, yang mencerminkan upaya perusahaan dalam memastikan perlindungan di setiap tahap kehidupan para pemegang polisnya.
Lebih lanjut, Herman menyampaikan bahwa DPR RI juga berperan dalam memperkuat ekosistem asuransi melalui percepatan pembahasan revisi Undang-Undang Nomor 4 Tahun 2023 tentang Pengembangan dan Penguatan Sektor Keuangan (PPSK).
Pada Undang-Undang ini, Herman berharap adanya perlindungan terhadap pemegang polis serta mendorong pertumbuhan industri yang sehat dan berkelanjutan.
"Tentu inilah yang akan kita tuju bersama, agar akhirnya asuransi kuat berkembang, berkelanjutan, dan memperkuat ekonomi nasional," ucap Herman
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Kalender Jawa 10 Oktober 2026: Watak Weton Sabtu Kliwon dan Hari Baiknya
- 2Tak Perlu Pansus atau Hak Angket untuk Kasus Ijazah Gibran? Ini Kata Komisi II DPR
- 3Gratis! Pekan Antariksa Dunia 2026 di Indonesia, Cek Lokasi dan Cara Daftarnya
- 4Timnas Indonesia U-17 Putri Selangkah Lagi ke Piala Asia 2027, Anya Gabriella Ingatkan Laga Krusial
- 5Kontak Tembak di Papua Barat Daya, Komandan Operasi OPM Dikabarkan Tewas
- 6India Diguncang Gelombang Penangkapan, Ribuan Orang Ditahan Jelang Demo Tuntut Ketua KPU Mundur
- 7Kesepakatan Diesel Trump-Putin Dicibir Zelensky: Kami Dijadikan Kedok
- 8Jadwal BRI Liga 1 Pekan Ini Lengkap dengan Live Streaming, Ada Persib vs Dewa United
- 9Eratnya Persahabatan Indonesia-Mesir, Prabowo Antarkan Langsung Keberangkatan Presiden El-Sisi
- 10Pertemuan Prabowo dan El-Sisi Hasilkan Empat Kesepakatan Kerja Sama, Mulai Statistik hingga Kelautan









