AKURAT.CO Kenaikan besar nilai dolar AS mulai melambat pada Rabu (15/1/2025), seiring sikap hati-hati para trader menjelang laporan inflasi konsumen AS yang menjadi perhatian utama.
Setelah sempat mencapai puncak tertinggi dalam dua tahun pada awal pekan ini, indeks dolar AS mulai stabil pada sesi perdagangan Asia pagi ini.
Pelemahan nilai dolar AS sebagian besar dipicu oleh data harga produsen AS yang lebih rendah dari perkiraan, yang turut menekan imbal hasil obligasi AS. Di tengah kondisi tersebut, euro berhasil menjauh dari titik terendah dua tahun dan terakhir diperdagangkan pada level USD1,0301.
Di sisi lain, pound sterling turun 0,09% ke level USD1,2205. Mata uang Inggris ini terus menghadapi tekanan dari meningkatnya biaya pinjaman domestik dan kekhawatiran atas kondisi fiskal negara tersebut.
Data inflasi Inggris yang akan dirilis hari ini juga menjadi sorotan investor, mengingat tekanan harga dalam negeri dan prospek ekonomi yang lemah memberikan tantangan besar bagi Menteri Keuangan Rachel Reeves.
Dikutip dari Reuters, Rabu (15/1/2025), pasar memperkirakan kenaikan 0,2% dalam harga konsumen inti AS untuk Desember 2024 secara bulanan. Jika angka yang dirilis lebih tinggi dari ekspektasi, hal ini dapat membatasi peluang pemotongan suku bunga oleh Federal Reserve tahun ini.
Laporan ini hadir setelah data pekerjaan AS yang kuat pekan lalu, yang menunjukkan solidnya perekonomian AS dan memaksa pasar untuk mengurangi ekspektasi terkait pelonggaran kebijakan moneter Fed.
Meski laporan inflasi diperkirakan berdampak pada pergerakan nilai tukar, para analis menyebut pengaruh tersebut cenderung bersifat jangka pendek.
Fokus utama pasar tetap pada kebijakan Presiden AS terpilih, Donald Trump, yang akan dilantik pada 20 Januari 2025. Rencana Trump untuk memberlakukan tarif baru diperkirakan akan memengaruhi inflasi di AS dalam jangka panjang.
"Pasar lebih memerhatikan kebijakan pemerintahan yang baru dan dampaknya pada harga," ujar ahli strategi mata uang di Commonwealth Bank of Australia, Carol Kong.
Meskipun para pejabat Komite Pasar Terbuka Federal (FOMC) terdengar lebih berhati-hati tentang pemotongan suku bunga, mereka lebih khawatir dengan prospek inflasi di bawah masa jabatan kedua Trump.
Ancaman tarif baru dan ekspektasi berkurangnya pemotongan suku bunga Fed telah meningkatkan imbal hasil obligasi AS dan mendukung penguatan dolar. Namun, investor tetap waspada terhadap kemungkinan dampak kebijakan Trump terhadap perekonomian global.
Pada perdagangan terakhir, dolar AS sedikit menguat terhadap sekeranjang mata uang, berada di level 109,23, tetapi masih lebih rendah dari puncaknya di 110,17 pada Senin, yang merupakan level tertinggi sejak November 2022. Yen Jepang tetap stabil di level 157,98 per dolar, mendapat dukungan dari ekspektasi kenaikan suku bunga Bank of Japan pekan depan.
Di kawasan Pasifik, dolar Australia mempertahankan sebagian penguatannya dari sesi perdagangan sebelumnya dan berada di level USD0,6186. Sementara itu, dolar Selandia Baru sedikit melemah 0,05% menjadi USD0,5601, mencerminkan ketidakpastian pasar terhadap prospek pertumbuhan ekonomi global.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini


Terpopuler
- 1Digempur Bertubi-tubi oleh Iran dan Kehabisan Amunisi, Tentara AS Tinggalkan Camp Buehring di Kuwait
- 2Setelah Timnas Indonesia yang Semakin 'Belanda' Juara, Masih Pantaskah Mempersoalkan Naturalisasi?
- 3Jadwal Persib Hari Ini vs Port FC, Cek Jam Tayang dan Live Streaming
- 4Kalender Jawa 10 Oktober 2026: Watak Weton Sabtu Kliwon dan Hari Baiknya
- 5Tak Perlu Pansus atau Hak Angket untuk Kasus Ijazah Gibran? Ini Kata Komisi II DPR
- 6Bertarung di Korea Selatan Hingga Thailand, Klub Indonesia Tunjukkan Daya Saing di Asia
- 7John Herdman Terkejut dengan Standar Ekspektasi, Sebut Suporter Berharap Timnas Indonesia seperti Brasil
- 8Gratis! Pekan Antariksa Dunia 2026 di Indonesia, Cek Lokasi dan Cara Daftarnya
- 9Indonesia dan Mesir Tegaskan Solusi Dua Negara Kunci Perdamaian Palestina
- 10Prabowo Dukung Mesir Amankan Hak Air di Sungai Nil: Indonesia Prihatin Atas Upaya Pelanggaran Hukum Internasional








