5 Kesalahan yang Harus Dihindari Sebelum Jual Rumah

AKURAT.CO, Saat menyiapkan rumah untuk dijual, pemilik rumah mungkin sudah mengetahui dasar-dasarnya seperti bersih-bersih dan mengurangi furnitur. Namun, ada beberapa kesalahan yang dilihat para profesional bisa membuat rumah menjadi kurang menarik ketika dijual.
Hindari kesalahan ini saat menjual rumah agar. Kemudian curi beberapa strategi ini untuk membantu mempercepat penjualan rumah.
Berikut tips saat menjual rumah dan kesalahan yang harus dihindari.
Tidak Memahami Kebutuhan Menjual Rumah
Bagi kamu yang sudah memiliki rumah baru dan ingin segera pindah ke sana, mungkin keinginan menjual rumah yang lama terbersit di benak kamu. Namun keinginan ini harus didasari dengan pertimbangan yang matang. Untuk apa kamu menjual rumah lama tersebut dan akan kamu kemanakan uang hasil penjualannya kelak? Berbagai pertanyaan seperti ini tentu patut menjadi pertimbangan.
Jika kamu masih bingung dalam mengambil keputusan untuk menjual rumah lama, maka akan sangat baik untuk melibatkan seluruh anggota keluarga dalam mengambil keputusan. Tanyalah pendapat semua orang dan lihat ke arah mana pendapat tersebut lebih condong.
Jika sebagian besar anggota keluarga berpendapat untuk menjual, keputusan menjual rumah lama tersebut tentu sudah layak untuk dilakukan.
Pasang Harga Terlalu Tinggi
Sebagai pemilik rumah, kamu tentu menginginkan harga jual tertinggi untuk rumah kamu. Hal ini sangat wajar, apalagi jika rumah tersebut merupakan salah satu warisan atau aset yang penting dalam perjalanan hidup kamu. Namun pada kenyataannya, harga jual rumah ini juga akan ditentukan oleh banyak hal, seperti: akses jalan, lokasi, kondisi lingkungan, desain dan material bangunan, dan yang lainnya.
Menetapkan harga jual yang terlalu tinggi merupakan kesalahan yang bisa merugikan kamu dalam penjualan rumah. Pembeli tidak akan berpikir untuk melakukan penawaran, apalagi jika kamu menetapkan harga awal yang tidak masuk akal. Alih-alih mendapatkan keuntungan, sikap seperti ini bisa saja membuat rumah kamu tersebut tidak pernah terjual.
Mungkin juga menurut calon pembeli, dengan harga sebesar itu, lebih baik mereka membeli rumah baru. Risiko perbaikan atau renovasi tidak ada sehingga tidak akan ada biaya tambahan seperti membeli rumah bekas.
Oleh karena itu, tentukan harga jual rumah bekas yang tepat. Kalau bingung menentukan harga jual rumah, coba lihat bukti PBB atau Surat Pemberitahuan Pajak Terutang Pajak Bumi dan Bangunan Perdesaan dan Perkotaan (SPPT PBB).
Di surat bukti PBB tersebut, ada yang namanya NJOP (Nilai Jual Objek Pajak). Ada NJOP bumi atau tanah, serta NJOP bangunan. Misalnya, luas tanah dan bangunan masing-masing 104 meter persegi. NJOP tanah sebesar Rp3,3 juta per meter persegi dan NJOP bangunan Rp1,2 juta meter persegi. Berikut perhitungannya.
Memakai Perasaan
Saat menjual rumah, posisikan diri Anda sebagai penjual profesional, bukan sebagai pemilik rumah. Jika tidak, Anda akan terikat secara emosi dengan rumah yang sudah Anda tempati selama ini, dan berakibat pada penilaian subyektif.Berilah penilaian dari sudut finansial dan investasi properti sehingga Anda akan mendapatkan harga jual yang layak.
Tidak Menggunakan Agen
Jika Anda belum pernah menjual rumah sama sekali, menggunakan jasa agen penjual rumah adalah pilihan yang baik, walaupun komisi untuk agen tersebut cukup besar. Hal ini dapat membantu Anda menghindari kesalahan jual rumah.
Dengan menggunakan pihak agen, Anda tidak perlu repot mencari pembeli, cukup andalkan agen profesional pilihan Anda.
Menyembunyikan masalah atau kerusakan
Masalah sistem dan struktural dapat ditemukan pada waktu inspeksi meski Anda berusaha menyembunyikannya. Sebab, faktanya, inspektur rumah yang berkualifikasi sering kali pandai menemukan semua masalah atau kerusakan di rumah. Nah, daripada berusaha menyembunyikannya, sebaiknya mengatasinya dengan melakukan perbaikan yang diperlukan. Dengan demikian, rumah akan cepat laku dengan harga yang sesuai.[]
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Eks Ketua KY Soroti Putusan MK soal Ijazah Gibran: Tidak Menemukan Bukti Bukan Berarti Terbukti
- 2Belajar dari Jepang, Erick Thohir Ingin Timnas Indonesia Punya Dua Skuad Berkualitas
- 3Kalender Jawa 12 Oktober 2026: Watak Weton Senin Pahing Dikenal Tegas dan Punya Cita-Cita Tinggi
- 4Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 5Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 6Aprilia Buang Peluang Emas Meski Kuasai 4 Besar di Mandalika, Marc Marquez Pemenang Sesungguhnya!
- 7Prediksi Lens vs Sporting CP 13 Oktober 2026: Skor, H2H, dan Susunan Pemain
- 8Kalender Jawa 13 Oktober 2026: Watak Weton Selasa Pon, Setia tetapi Mudah Cemburu
- 9BGN Resmikan 980 Dapur MBG untuk Wilayah 3T
- 10KPK Tetapkan Lima Tersangka OTT BNPB, Adik hingga Orang Kepercayaan Suharyanto Terjerat



