Akurat Logo

Catat Nih, Jurus Aman Atur Keuangan Saat Ambil Cicilan Rumah!

Audit Temp | 24 Juli 2021, 11:00 WIB
Catat Nih, Jurus Aman Atur Keuangan Saat Ambil Cicilan Rumah!

AKURAT.CO Menyusun strategi keuangan yang tepat perlu dilakukan agar tidak terlalu membebani anggaran finansial ketika sedang memiliki cicilan rumah atau mengambil program KPR. Baik menggunakan KPR syariah, konvensional atau jenis cicilan rumah yang lain, besaran cicilan seharusnya tidak lebih dari 30% penghasilan bulanan.

Dilansir dari berbagai sumber, berikut jurus ampuh manajemen keuangan ketika sedang mencicil rumah atau KPR.

1. Hentikan penggunaan kartu kredit

Kartu kredit adalah salah satu sumber pengeluaran yang cukup besar. Maka dari itu, menghentikan penggunaannya akan memberikan alokasi cicilan rumah lebih besar. Jika memang tidak bisa menghentikannya, kamu bisa mulai mengurangi dan membatasi penggunaan kartu kredit. Pasalnya, penggunaan kartu kredit tidak terasa, tetapi kita akan kaget ketika tagihan sudah di depan mata.

2. Sesuaikan Cicilan KPR dengan Biaya Pemeliharaan

Ketika kita memang diharuskan untuk melakukan perbaikan rumah, dimana kita harus mengeluarkan biaya perawatan dan pemeliharaan rumah yang tentunya tidaklah sedikit. Maka kita harus mengutamakan perbaikan yang memang sangat diperlukan, jangan sampai dengan adanya biaya perawatan ini membuat keuangan kita tidak stabil dan membuat cicilan KPRnya sendiri menjadi terlambat atau terabaikan.

Karena itu kita sisihkan terlebih dahulu uang untuk cicilan KPR, sebaiknya untuk tahap awal konsentrasikan perbaikan untuk yang bersifat darurat, misalnya atap bocor, dan hal yang mendesak lainnya. Jangan seperti kebanyakan orang dimana mereka ketika memiliki rumah baru ingin selalu dibuat semenarik dan seindah mungkin tanpa mempertimbangkan kondisi keuangan yang ada, sehingga hal ini dapat membuat kondisi keuangan menjadi tidak stabil.

3. Alokasi lifestyle maksimal 10%

Meskipun sedang dalam usaha mencicil rumah, berbagai bentuk travelling, kulineran, atau belanja tetap harus dilakukan. Selain untuk melepas penat, berbagai usaha tersebut juga tidak akan mengganggu anggaran bulanan jika dilakukan dengan benar.

Maka dari itu, pastikan pengeluaran untuk lifestyle hanyalah 10% dari pendapatan bulananmu. Jika ingin travelling dengan biaya lebih, kamu bisa mulai menabung untuk beberapa bulan agar alokasi 10% tetap terjaga.

4. Investasi dengan risiko rendah sekaligus tinggi

Mencicil rumah bukanlah menjadi alasan untuk tidak berinvestasi. Selain untuk bekal di masa depan, investasi dapat juga menjadi dana daruratmu. Pilih jenis investasi dengan risiko rendah dan risiko tinggi.

Investasi risiko rendah dapat kamu gunakan untuk memenuhi kebutuhan jangka pendek atau menengah, biaya menikah atau pendidikan anak. Sementara investasi risiko tinggi dapat kamu gunakan untuk kebutuhan jangka panjang, pensiun. Namun, jangan sampai memilih investasi dengan risiko terlalu tinggi, seperti forex, cryptocurrency, hingga trading saham.

5. Jangan cicil kebutuhan yang lain

Cicilan rumah memang memiliki alokasi yang paling besar dalam anggaran bulanan. Maka dari itu, usahakan untuk mencicil berbagai kebutuhan lain, terutama yang memiliki nilai besar, seperti mencicil mobil.

Jika memang kamu membutuhkannya, kamu bisa melakukannya dengan paling tidak dua cara. Pertama, kamu bisa menabung dan membeli kebutuhan tersebut ketika uang sudah terkumpul. Kedua, tetap mencicil kebutuhan tersebut, tetapi juga memiliki beberapa pendapatan alternatif agar anggaran juga lebih lega.

6. Cek Kenaikan Pajak Properti

Saat kita sudah memiliki rumah, tentunya kita memiliki kewajiban untuk membayar pajak properti yang didasarkan pada nilai rumah ditambah tarif pajak daerah. Kita tidak boleh nyaman begitu saja dengan nilai pajak yang kita ketahui saaat ini.

Pajak properti memiliki kecenderungan naik setiap tahunnya, kita harus selalu mengecek sebelum membayar pajak, selain itu kita harus memiliki dana darurat untuk mengantisipasi kenaikan pajak tersebut.

7. Siapkan Dana Tambahan untuk Antisipasi Kenaikan Bunga KPR

Selain pajak properti, bunga KPR pun biasanya cenderung mengalami kenaikan setiap tahunnya, bahkan ada beberapa bank yang bunga KPRnya naik dalam waktu beberapa bulan saja dan sangat jarang bunga KPR turun. Namun, ada juga bank yang menetapkan bunga flat seperti bank syariah. Maka dari itu hal seperti ini harus dipertimbangkan sejak awal.

Untuk mencegah risiko yang timbul seperti kredit macet, kita harus siapkan dana tambahan atau buat tabungan darurat, sehingga saat bunga KPR naik kita sudah punya dana ketika membayarnya dan tidak terlalu merisaukannya.[]

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.