Akurat Logo

Jatuh Bangun Bisnis Budidaya Ikan Louhan Terseret Pandemi COVID-19

Khaerul S | 3 Desember 2020, 17:00 WIB
Jatuh Bangun Bisnis Budidaya Ikan Louhan Terseret Pandemi COVID-19

AKURAT.CO Een Sukreno (56 tahun) tak pernah menyangka bahwa bisnis budidaya ikan louhan yang sudah digeluti selama 10 tahun mengalami penurunan penjualan secara drastis diterpa dampak pandemi COVID-19.

"Dalam kondisi normal, saya bisa meraih pendapatan tak kurang dari Rp2 juta sebulan. Bahkan, bisa mencapai Rp4 juta bila terjual ikan louhan ukuran besar," ucap perempuan asal Awirarengan, Kuningan, Jawa Barat, tersebut.

Ikan lohan yang dibudidaya Een bersama putranya, sudah menembus pasar luar Kuningan. Seperti NTB, Lampung, Bekasi, Surabaya, dan Riau. Belum lama, ada juga datang untuk membeli benih ikan lohan dalam jumlah besar dari Majalengka dan Cianjur.

Bahkan, dirinya pernah mendapat pesanan dari India namun tidak bisa dipenuhi karena takut risiko benih lohan mati saat perjalanan pengiriman ke sana. 

Een menambahkan, kenapa dirinya memilih bisnis budidaya ikan louhan karena faktor harganya yang terus tinggi. Untuk setiap tiga ekor benih lohan dibanderol seharga Rp100 ribu. Kalau sudah jadi, ikan kecil lohan dihargai Rp150 ribu per ekor.

"Yang ukuran sedang harganya bisa mencapai Rp700 ribu. Sedangkan yang ukuran besar, tak kurang dari harga Rp2 juta," ucap Een.

Menurut Een, sekali belanja benih ikan louhan, dirinya harus merogoh kocek sebesar Rp5 juta. Belum lagi dengan pembelian peralatan budidaya seperti akuarium dan alat-alat lainnya. 

Dalam memasarkan ikan louhannya, selain banyak yang datang ke rumahnya yang menjadi tempat usaha, tak sedikit juga yang memesan via digital atau online.

"Anak saya yang tugasnya memasarkan lewat online," kata Een.

Kisah manis itu sempat terhenti karena dampak dari pandemi COVID-19 yang melanda Indonesia, termasuk wilayah-wilayah yang selama ini rutin memesan benih dan ikan louhan dari dirinya.

Tapi, kini, seiring dengan kondisi pasar semakin kondusif, ditambah dengan hibah Banpres Produktif Usaha Mikro (BPUM) sebesar Rp2,4 juta, usaha Een kembali berjalan normal.

"Alhamdulillah, dengan dana Banpres Produktif itu, untuk menambah jumlah akuarium pembudiyaan louhan dan menambah jumlah benih ikan louhan," tukas Een.

Een yang merupakan nasabah program Mekaar (Membina Ekonomi Keluarga Sejahtera) dari PT Permodalan Nasional Madani (PNM) menyatakan untuk mendapatkan Banpres Produktif dirinya dibantu penuh oleh PNM. 

"Tidak sulit, karena semua pendataan didampingi PNM," ungkap Een.

Ke depan, Een menginginkan pengembangan usahanya menjadi lebih besar lagi. "Mudah-mudahan, saya tetap bisa mendapat bantuan-bantuan hibah seperti Banpres Produktif. Karena, untuk membesarkan usaha budidaya louhan, dibutuhkan jumlah akuarium yang banyak," kata Een.

Tak hanya itu, Een juga berharap mendapatkan pelatihan, khususnya dalam pengemasan benih ikan louhan secara aman.

"Dengan pemasaran via online, tak menutup kemungkinan akan ada pesanan dari luar negeri," pungkas Een.[]

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

K
Reporter
Khaerul S
A