Akurat Logo

Window Dressing Menyapa, IHSG Langsung Tancap Gas

Khaerul S | 21 Desember 2019, 10:15 WIB
Window Dressing Menyapa, IHSG Langsung Tancap Gas

AKURAT.CO Minggu ketiga Desember yang dikenal bulan window dressing, adapun Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) sepekan ini menguat 1,40 persen menjadi 6,284.372 dari 6,197.318 pada penutupan pekan lalu. 

Data perdagangan PT Bursa Efek Indonesia (BEI) pun menunjukkan indikator positif, dimulai dari data rata-rata nilai transaksi yang mencatatkan peningkatan sebesar 30,56 persen menjadi Rp9,504 triliun dari Rp7,279 triliun pada penutupan pekan lalu. 

Dilanjutkan dengan peningkatan data rata-rata volume transaksi sebesar 57,08 persen menjadi 15,328 miliar unit saham dari 9,758 miliar unit saham selama pekan lalu. 

Kemudian, peningkatan selanjutnya terdapat pada data rata-rata frekuensi transaksi menunjukkan kenaikan sebesar 4,49 persen menjadi sebanyak 495,538 kali transaksi dari 474,227 ribu kali transaksi pada penutupan pekan sebelumnya.

Terakhir yang mengikuti IHSG, nilai kapitalisasi pasar juga mengalami kenaikan sebesar 1,54 persen menjadi sebesar Rp7.246,949 triliun dari Rp7.136,704 triliun pada penutupan pekan sebelumnya.

Sepanjang tahun 2019, investor asing masih mencatatkan beli bersih sebesar Rp47,828 triliun dan investor asing pada hari ini mencatatkan beli bersih sebesar Rp2.794,18 miliar.

Minggu ini, terdapat dua saham yang mencatatkan perdananya (IPO) di BEI. Pertama, saham PT Putra Mandiri Jembar Tbk sebagai Perusahaan Tercatat ke-53 yang tercatat di BEI pada tahun 2019. PMJS bergerak pada sektor Trade, Services & Investment dengan subsektor Wholesale (durable & Non-durable Goods).

Kedua IPO PT Uni-Charm Indonesia Tbk. (UCID) di BEI. UCID menjadi Perusahaan Tercatat ke-54 yang tercatat di BEI pada tahun 2019 dan merupakan Perusahaan Tercatat yang ke-667 di BEI sampai dengan saat ini. UCID bergerak pada sektor Miscellaneous Industry dengan subsektor Textile, Garment.

Tak hanya saham, terdapat beberapa pencatatan obligasi, yaitu pertama, Obligasi Berkelanjutan I Indonesia Infrastructure Finance Tahap I Tahun 2019 yang diterbitkan oleh PT Indonesia Infrastructure Finance mulai dicatatkan di BEI dengan nilai nominal sebesar Rp1.500.000.000.000. Hasil pemeringkatan untuk Obligasi ini adalah idAAA (Triple A) dari PT Pemeringkat Efek Indonesia (Pefindo). Bertindak sebagai Wali Amanat dalam emisi ini adalah PT Bank Mega Tbk. 

Kedua, dicatatkan Obligasi Berkelanjutan III Bank CIMB Niaga Tahap I Tahun 2019 dan Obligasi Subordinasi Berkelanjutan I Bank CIMB Niaga Tahap I Tahun 2019 yang diterbitkan oleh PT Bank CIMB Niaga Tbk (BNGA) mulai dicatatkan di BEI dengan jumlah dana Obligasi sebesar Rp1.823.000.000.000. Obligasi Subordinasi Berkelanjutan I Bank CIMB Niaga Tahap I Tahun 2019 (BNGA01SBCN1) dengan jumlah dana Obligasi sebesar Rp83.000.000.000 dengan tingkat bunga tetap sebesar 8,05% per tahun dan jangka waktu 5 tahun.

Hasil pemeringkatan dari PT Pemeringkat Efek Indonesia (Pefindo) untuk Obligasi adalah idAAA (Triple A) dan hasil pemeringkatan untuk Obligasi Subordinasi adalah idAA (Double A). Bertindak sebagai Wali Amanat dalam emisi ini adalah PT Bank Permata Tbk.

Ketiga, Obligasi Berkelanjutan I Hartadinata Abadi Tahap I Tahun 2019 yang diterbitkan oleh PT Hartadinata Abadi Tbk. (HRTA) mulai dicatatkan di BEI dengan nilai nominal sebesar Rp600.000.000.000 dengan tingkat bunga tetap sebesar 11% per tahun dengan jangka waktu 5 Tahun sejak Tanggal Emisi. Hasil pemeringkatan dari PT Pemeringkat Efek Indonesia (Pefindo) untuk Obligasi adalah idA- (Single A Minus). Bertindak sebagai Wali Amanat dalam emisi ini adalah PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk.

Terakhir, dicatatkan Obligasi Berkelanjutan I Barito Pacific Tahap I Tahun 2019 yang diterbitkan oleh PT Barito Pacific Tbk. (BRPT) dengan nilai nominal sebesar Rp750.000.000.000. Hasil pemeringkatan dari PT Pemeringkat Efek Indonesia (Pefindo) untuk Obligasi adalah idA (Single A). Bertindak sebagai Wali Amanat dalam emisi ini adalah PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk.

Total emisi Obligasi dan Sukuk yang sudah tercatat sepanjang tahun 2019 adalah 101 Emisi dari 53 Emiten senilai Rp119,81 triliun. Dengan pencatatan ini, maka total emisi Obligasi dan Sukuk yang tercatat di BEI berjumlah 432 emisi dengan nilai nominal outstanding sebesar Rp448,59 triliun dan US$47,5 juta, diterbitkan oleh 118 Emiten.

Surat Berharga Negara (SBN) tercatat di BEI berjumlah 99 seri dengan nilai nominal Rp2.765,24 triliun dan US$400 juta. EBA sebanyak 11 emisi senilai Rp10,33 triliun.[]

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

K
Reporter
Khaerul S
A