Potensi Pemborosan Anggaran Negara Masih Rp392,87 Triliun

AKURAT.CO, Potensi pemborosan APBN dan APBD seluruh Indonesia masih sangat besar. Bahkan, mengacu pada hasil evaluasi pada tahun lalu dan berdasarkan data yang sudah dihitung, masih terdapat potensi pemborosan sebesar minimal 30 persen dari APBN dan APBD di luar belanja pegawai setiap tahunnya.
Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PAN-RB) Asman Abnur mengatakan, potensi pemborosan setiap tahun tersebut setera dengan nilai kurang lebih Rp392,87 triliun.
"Namun, dengan terbangunnya e-performance based budgeting di beberapa kementerian dan lembaga, pemkab/pemkot dan provinsi, kini telah dapat diwujudkan efisiensi atas anggaran minimal Rp41,15 triliun," katanya saat penyerahan hasil evaluasi Sistem Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (SAKIP) Kabupaten/Kota dan Provinsi di Wilayah III di Yogyakarta, Selasa (13/2).
Menurut dia, efisiensi ini dapat terwujud karena adanya asistensi dan bimbingan teknis selama tahun 2017 oleh Kementerian PAN-RB.
"Dapat dibayangkan, begitu signifikan hubungan antara tingkat implementasi SAKIP terhadap efisiensi dalam penggunaan anggaran," tegasnya.
Asman berpendapat, SAKIP yang selama ini dianggap sebagai kumpulan dokumen semata, ternyata besar pengaruhnya terhadap efektivitas dan efisiensi dalam penggunaan anggaran negara.
Pada kesempatan itu, menteri memberikan apresiasi kepada beberapa pemkab/pemkot dan pemprov yang sudah mengimplementasikan e-budgeting di lingkungan pemerintahnya masing-masing.
"E-budgeting merupakan langkah yang baik bagi pemerintah dalam mencegah munculnya program atau kegiatan siluman serta mencegah terjadinya penyimpangan," paparnya.
Namun, kata dia, e-budgeting yang dilaksanakan saat ini belum seluruhnya didasarkan atau diintegrasikan dengan kinerja yang akan diwujudkan atau outcome. Sehingga belum mampu mencegah pemborosan dan belum dapat meningkatkan efektifitas dan efisiensi penggunaan anggaran.
"Saya berharap e-budgeting yang diimplementasikan sudah dan dapat diselaraskan dengan kinerja yang akan diwujudkan, e-performance based budgeting," pintanya. []
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Ekspor Minyak Timur Tengah Pulih 80 Persen, Strategi Iran di Selat Hormuz Mulai Kehilangan Taji?
- 2Prediksi Skor Thailand vs Vietnam 29 September 2026: Vietnam Berpeluang Menang Lagi?
- 3Klik Link Live Streaming Indonesia vs Malaysia FIFA ASEAN Cup 2026 Malam Ini
- 4Prediksi Skor Argentina vs Bolivia 1 Oktober 2026: La Albiceleste Dijagokan
- 5Sinyal Aliansi Militer Baru? Telepon Khusus Erdogan ke Prabowo Bongkar Ambisi Besar Jakarta-Ankara
- 6Prediksi Indonesia vs Malaysia di FIFA ASEAN Cup 2026: Susunan Pemain dan Skor!
- 7Klasemen FIFA ASEAN Cup 2026 Terbaru: Indonesia vs Bangladesh, Cek Jadwal dan Posisi Grup A!
- 8Tanpa Sponsor 'Palsu' Rp19,69 Triliun, Manchester City Mungkin Tanpa Aguero dan Silva
- 9KPK Hadirkan Delapan Saksi dari Kesthuri, Himpuh, Amphuri hingga Maktour untuk Pembuktian Korupsi Kuota Haji
- 10Terima Jemaat GKPI Rajeg, Wapres Gibran Tekankan Kerukunan dan Kebebasan Beribadah




