Akurat Logo

BNI Salurkan KUR Petani Madiun Rp3,2 Miliar

Khaerul S | 6 November 2017, 19:34 WIB
BNI Salurkan KUR Petani Madiun Rp3,2 Miliar

AKURAT.CO, PT Bank Negara Indonesia Persero Tbk (BNI) menyalurkan dana Kredit Usaha Rakyat (KUR) kepada ratusan petani tepian hutan di Kabupaten Madiun, Jawa Timur, melalui Program Perhutanan Sosial guna mewujudkan pemerataan ekonomi di daerah itu.

Direktur Utama BNI Achmad Baiquni di Madiun, Senin, mengatakan dana KUR sebesar Rp3,2 miliar tersebut diserahkan kepada sekitar 678 petani penggarap lahan hutan di wilayah Madiun, Tulungagung dan Tuban, Jawa Timur.

Selain menyalurkan KUR, BNI juga mendistribusikan lebih dari 1.000 kartu tani yang dapat digunakan untuk menerima dan menggunakan dana KUR tersebut.

"KUR yang disalurkan kali ini adalah KUR yang baru dan lebih fleksibel sehingga petani lebih mudah," ujar Achmad Baiquni saat mendampingi Presiden RI Joko Widodo dalam kunjungan kerja meninjau pelaksanaan Program Perhutanan Sosial di Desa Dungus, Kecamatan Wungu, Kabupaten Madiun.

Menurut dia, Program Perhutanan Sosial merupakan upaya sistematis yang digagas Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan untuk menyejahterakan masyarakat di sekitar kawasan hutan sehingga lahan-lahan yang selama ini kurang produktif akan lebih memberikan manfaat ekonomi kepada petani penggarap lahan hutan.

Negara dalam hal ini hadir dalam bentuk pemberian Surat Keputusan (SK) Menteri LHK berupa Izin Pemanfaatan Hutan Perhutanan Sosial (IPHPS) dan Pengakuan Perlindungan Kemitraan Kehutanan (Kulin KK).

IPHPS dan Kulin KK tersebut menjadi dasar bagi BNI untuk menyaring masyarakat penggarap lahan yang layak menerima KUR dan Kartu Tani. Penyaluran kredit juga didukung oleh adanya pembeli siaga yang menjamin terserapnya hasil budi daya petani penggarap lahan di hutan.

Baiquni menambahkan untuk mewujudkan cita-cita menuejahterakan masyarakat penggarap lahan hutan, BNI dilibatkan sebagai lembaga keuangan yang dapat menyalurkan pembiayaan sekaligus mempercepat peningkatan literasi keuangan di kawasan hutan terutama lahan kritis atau lahan gundul sekitar hutan.

Untuk itu, BNI mengajak para petani penggarap lahan hutan menjadi masyarakat yang aktif melakukan transaksi perbankan dan mengubah mereka dari masyarakat yang bukan nasabah menjadi nasabah BNI.

Pada kesempatan yang sama, BNI juga memberikan bantuan CSR yang disesuaikan dengan kebutuhan petani. Untuk petani di Madiun, Tulungagung, dan Tuban, BNI membantu pemberian mesin "kultivator" atau pengolah tanah sebanyak lima unit, penanam jagung 15 unit, pemipil jagung lima unit dan pompa air 12 unit.

Penyaluran KUR, kartu tani, dan bantuan "Corporate Social Responsibility" (CSR) BNI tersebut dilaksanakan secara simbolis di lokasi setempat serta disaksikan langsung oleh Presiden RI Joko Widodo.

Hadir pada kesempatan tersebut Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Siti Nurbaya Bakar, Menteri BUMN Rini Mariani Soemarno, Direktur Bisnis Kecil dan Jaringan BNI Catur Budi Harto dan pejabat daerah setempat.

Acara tersebut juga diikuti oleh sekitar 1.500 petani dan Lembaga Masyarakat Desa Hutan (LMDH) dari Kesatuan Pemangku Hutan (KPH) dari Madiun, Tulungagung dan Tuban. 

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

K
Reporter
Khaerul S
A