Menkeu Akan Reformasi Administrasi Perpajakan yang Terlalu Kompleks

AKURAT.CO, Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati mengatakan proses evaluasi secara kritis akan terus dilakukan terhadap administrasi dan kebijakan perpajakan yang dirasakan terlalu kompleks dan bisa membuat kinerja penerimaan kurang optimal.
"Reformasi akan terus dilakukan terus menerus harapannya tanpa menimbulkan persoalan negatif terhadap proses bisnis," kata Sri Mulyani saat menyampaikan pidato dalam seminar perpajakan LPEM UI di Jakarta, Selasa (12/9).
Sri Mulyani mengatakan perbaikan proses administrasi ini dilakukan antara pusat dengan daerah, kantor pajak LTO, kantor pajak khusus, kantor pajak pratama, kantor pajak wilayah serta perbaikan proses bisnis, tanpa mengubah desain kebijakan.
"Kalau desain regulasinya kompleks sehingga enforcementnya complicated maka fiskus dan wajib pajak bisa sama-sama frustasi dan membuat kemampuan mengkoleksi pajak menjadi lebih rendah," tuturnya.
Ia menambahkan prinsip kesetaraan dan keadilan dalam pungutan pajak sangat penting, namun saat ini masih banyak profesi yang meminta keistimewaan dalam melaksanakan kewajiban perpajakan, sehingga ikut membuat proses administrasi menjadi rumit. Padahal setiap profesi tersebut memiliki tingkat karakteristik yang berbeda-beda.
"Banyak konstituen dengan berbagai treatment khusus, tapi kalau aktivitas ekonomi demikian khusus itu kemudian kita respon, maka administrasi menjadi lebih kompleks. Kompleksitas ini membuat enforcement dan pungutan menjadi rendah," ungkap Sri Mulyani.
Untuk itu, Sri Mulyani akan terus melakukan komunikasi kepada publik bahwa persoalan ini bukan hanya masalah Menteri Keuangan semata, karena persoalan pajak selalu mempunyai konsekuensi tersendiri.
"Masyarakat harus memahami, kalau minta sesuatu ada konsekuensinya, karena mungkin bagus untuk satu situasi, tidak bagus untuk situasi lain. Ini bukan masalah saya pribadi sebagai Menkeu tapi ini permasalahan bersama," tandasnya. []
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkini


Terpopuler
- 1Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 2Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 3Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 4Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 5Bangkai Kapal Tertua di Dunia Berusia 4.700 Tahun Ditemukan di Turki, Apa Saja yang Terungkap?
- 6Trump Sudah Berhati-Hati Terlibat Perang, Netanyahu Berupaya Memicu Kembali Konfrontasi dengan Iran
- 7Dua Jenderal TNI AD Dinilai Memenuhi Syarat Jadi Calon Panglima TNI, Siapa Saja?
- 8Fabio Calonego Akui Ditawari Naturalisasi, Tertarik Bela Timnas Indonesia
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK


