Harga Emas Global Menuju USD3.950 Karena 7 Faktor Berikut

AKURAT.CO Harga emas dunia menyentuh level USD3.944,01 per troy ounce, naik 57,21 poin (1,47%) pada perdagangan hari ini.
Dalam waktu dekat harga emas global ditaksir tembus level USD3.950 dan bahkan ke USD4.000 di awal November mendatang. Demikian ramalan Pengamat Mata Uang dan Komoditas, Ibrahim Assuaibi.
Senada dengan harga emas, logam mulia pun bisa menyentuh level Rp2,3 juta per gram dari saat ini di kisaran RP2,25 juta per gram. Setidaknya ada 7 sentimen yang menggelembungkan harga emas global maupun logam mulia.
Pertama, perpolitikan AS dimana shutdown pemerintahan federal yang sampai saat ini masih terjadi. Negosiasi antara partai republik dan demokrat di kongres pun terus mengalami kebuntuan.
Kedua, adanya perselisihan pendapat antara Jaksa Agung AS dengan Trump. Trump mengerahkan 200 pasukan garda nasional dari california ke Oregon namun Jaksa Agung menolak permintaan Trump.
Baca Juga: Harga Emas Global Bakal Tembus USD3.443,7 per Ounce Karena Ini
"Ini memanaskan situasi di AS. Pada saat terjadi penghentian sementara pemerintahan federal, kebijakan Trump pun ditolak oleh Jaksa Agung. Bagi Jaksa Agung demonstrasi tersebut tak parah dan tak akan memicu makar," ujar Ibrahim di Jakarta, Senin (6/10/2025).
Ketiga, dengan kondisi diliburkannya pemerintahan federal ada kemungkinan besar The Fed di Oktober akan menurunkan suku bunga. 99% ekonom berekspektasi The Fed akan menurunkan FFR atau suku bunga 25 bps dalam pertemuan di bulan Oktober ini.
Keempat, terpilihnya politisi konservatif Sanae Takaichi sebagai pemimpin partai demokrat liberal di Jepang (partai penguasa), sehingga kemungkinan besar Takaichi akan menjadi Perdana Menteri Jepang.
"Sosok takaichi dikenal dovish terkait fiskal. Sehingga kemungkinan besar BoJ tak akan lagi menaikkan suku bunga atau dipertahankan sesuai pelemahan Yen Jepang terhadap USD. Ini akan berpengaruh ke emas sebagai safe haven," jelas Ibrahim.
Kelima, perang dagang antara AS dan China dimana di tanggal 14 Oktober nanti berlaku tarif Trump yang naik 2 kali lipat bagi barang-barang China dan ini mengindikasikan perkeonomian China akan terus mengalami masalah akibat perang dagang yang masih akan terus berkecamuk sampai waktu yang belum pasti.
Keenam, geopolitik di Uni Eropa dimana Ukraina terus mengintensifkan serangan ke fasilitas energi Rusia, bahkan menargetkan kilang kirishi, salah satu kilang minyak terbesar di Rusia berkapasitas 20 juta ton lebih.
"Masyarakat ke depan akan lebih condong ke geopolitik di Eropa yang masih membara. Rusia adalah anggota OPEC+ dengan cadangan minyak terbesar di dunia, yang berpengaruh ke perekonomian secara global," ujar Ibrahim.
Terakhir, perkembangan terkini di Timur Tengah menunjukkan indikasi positif dimana akan ada pertemuan teknis antara Israel dan Hamas dan kemungkinan Hamas akan menyetujui proposal dari Trump.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini


Terpopuler
- 1Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 2Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 3Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 4Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 5Bangkai Kapal Tertua di Dunia Berusia 4.700 Tahun Ditemukan di Turki, Apa Saja yang Terungkap?
- 6Trump Sudah Berhati-Hati Terlibat Perang, Netanyahu Berupaya Memicu Kembali Konfrontasi dengan Iran
- 7Dua Jenderal TNI AD Dinilai Memenuhi Syarat Jadi Calon Panglima TNI, Siapa Saja?
- 8Fabio Calonego Akui Ditawari Naturalisasi, Tertarik Bela Timnas Indonesia
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK







