INDEF: Perluasan Basis Pajak Jadi Kunci Penerimaan Negara

AKURAT.CO Institute for Development of Economics and Finance (Indef) menilai pemerintah perlu mengubah pendekatan kebijakan ekonomi penerimaan negara lebih masif.
Direktur Pengembangan Big Data Indef, Eko Listiyanto, menyebut pemerintah sebaiknya memperluas basis pajak daripada terus membebani wajib pajak yang sudah taat.
“Kalau kita ingin menumbuhkan sektor riil, maka aspek memburu pajak-pajak pada masyarakat yang sudah taat itu harus dihentikan dulu. Jangan kemudian masyarakat yang sudah masuk sistem perpajakan dan membayar dengan baik malah terus diusik untuk dipajaki lagi. Itu yang menurut saya harus dihindari,” kata Eko dalam Diskusi Publik Sentimen Publik Terhadap Reshuffle Kabinet dikutip, Jumat (12/9/2025).
Baca Juga: Indef Sebut Industri TPT dan Alas Kaki Paling Terpukul Tarif Trump
Eko menekankan pentingnya memperbesar tax base, bukan menambah beban pada wajib pajak yang saat ini sudah ada.
Dengan demikian, penerimaan negara tetap meningkat tanpa menekan konsumsi dan investasi dari kelompok masyarakat maupun pelaku usaha yang telah patuh pajak.
Selain itu, Eko juga menyoroti pentingnya program peningkatan keterampilan dan pelatihan bagi pelaku usaha dan tenaga kerja. Menurutnya, strategi ini penting agar sektor riil semakin produktif dan mampu menyerap kredit perbankan dengan lebih optimal.
“Karena kalau saya lihat ini sebetulnya salah satu yang penting juga ya selain kalau hanya mindahin likuiditas kan nanti kalau nggak diserap di sektor riil seperti saya bilang tadi itu akan bermasalah,” jelasnya.
Baca Juga: Erick Mau Rampingkan BUMN Jadi 30 Entitas Untuk Penyehatan Bisnis, Indef: Tak Bisa Instan
Eko menambahkan, strategi penyaluran likuiditas melalui perbankan juga hanya akan efektif bila diiringi upaya pemerintah untuk menciptakan iklim usaha yang mudah dan murah.
Reformasi regulasi dan birokrasi dinilai menjadi kunci untuk mendorong pertumbuhan ekonomi yang lebih berkelanjutan.
“Kalau itu bisa dilakukan, saya rasa kita punya harapan. Khususnya kepada menteri-menteri baru di bidang ekonomi, agar bisa membawa ekonomi Indonesia menjadi lebih baik,” tuturnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Update Medali Asian Games 2026 Hari Ini: Indonesia Raih 20 Medali, Cek Klasemennya!
- 2Dua Land Cruiser Disebut Bawa Rp480 Miliar ke Muktamar NU, Gus Lilur Kaitkan Rp180 Miliar dengan Nusron
- 3Jubir KPK: Kepala Kantor BPN Mojokerto adalah Istri dari Dirjen Kementerian ATR/BPN Lampri
- 4Prediksi Skor Norwegia vs Denmark di Nations League 25 September 2026
- 5Prediksi Skor Serbia vs Yunani di UEFA Nations League 2026-27: Starting XI, H2H, dan Semua Prediksi
- 6Prediksi Italia vs Belgia 26 September 2026: Skor, H2H, Starting XI, dan Semua Prediksi
- 7Tolak Bertahan di KTM Demi Ducati, Pedro Acosta: Saya Ingin Kalahkan Marc Marquez dengan Senjata yang Sama!
- 8Prediksi Skor Belanda vs Jerman 25 September 2026: Debut Xavi dan Klopp
- 9Menag Pimpin Salat Jenazah, Rano Karno Sampaikan Pesan Keluarga untuk Guruh Soekarnoputra
- 10Prabowo Undang Pakar dan Akademisi ke Istana, Diskusi Pengelolaan Gambut hingga Pencegahan Karhutla







