Harga Emas Ditaksir Menguat ke USD3.357 hingga USD3.380 per Ounce Pekan Depan

AKURAT.CO Meski harga emas sempat turun ke level USD3.336 per ounce pada akhir pekan, namun diyakini akan kembali menguat pada pekan depan.
Pengamat Rupiah dan Komoditas, Ibrahim Assuaibi, memprediksi pergerakan harga emas dunia masih bisa melemah ke level USD3.300 per ounce, sebelum kembali menguat ke level USD3.357 per ounce hingga USD3.380 per ounce.
"Secara mingguan, tren harga emas dunia masih dalam jalur kenaikan. Setelah mendekati level USD3.300, diprediksi akan kembali naik ke USD3.357, bahkan bisa menyentuh USD3.380 jika momentum mendukung," ujar Ibrahim di Jakarta, Minggu (27/7/2025).
Baca Juga: Harga Emas Menuju USD3.400 per Ounce Pekan Depan
Dirinya juga menjelaskan bahwa salah satu penyebab turunnya harga emas dunia saat ini adalah adanya perkembangan positif dalam negosiasi dagang antara Amerika Serikat dan Uni Eropa.
Kedua pihak dikabarkan mencapai kesepakatan awal sebesar 15%, yang turut meredakan ketegangan geopolitik dan membuat investor mengalihkan asetnya dari logam mulia ke instrumen lain.
Selain itu, negosiasi serupa juga sedang berlangsung antara Amerika dengan Jepang dan China. Jika kesepakatan tercapai, maka sentimen pasar global terhadap risiko dapat menurun, sehingga emas sebagai aset lindung nilai akan kurang diminati untuk sementara waktu.
Dari sisi lain, perhatian pasar pekan depan akan tertuju pada pertemuan Bank Sentral Amerika Serikat (Federal Reserve) yang dinilai sangat krusial.
Presiden AS Donald Trump dijadwalkan bertemu dengan Ketua The Fed, Jerome Powell, untuk membahas kebijakan suku bunga. Menurut Ibrahim, ada dua skenario yang berpotensi memengaruhi pasar emas.
"Jika suku bunga diturunkan, maka harga emas bisa menguat karena investor akan mencari aset lindung nilai. Tapi jika suku bunga dipertahankan, dan Trump tidak puas, maka gejolak politik dapat kembali muncul, yang justru juga bisa mendorong harga emas naik," ujarnya.
Namun menurut Ibrahim, yang paling ditunggu oleh pasar bukan sekadar kebijakan suku bunga, melainkan pernyataan Powell mengenai prospek ekonomi global pasca ketegangan dagang berkepanjangan.
Kondisi ini diperparah dengan kenaikan tajam harga komoditas seperti aluminium dan baja yang naik hingga 30–50%.
Situasi geopolitik global juga turut memengaruhi harga emas dunia. Konflik yang berlarut antara Israel dan Hamas di Jalur Gaza dinilai belum menunjukkan tanda-tanda perdamaian.
Gagalnya genjatan senjata serta keluarnya Amerika Serikat dari proses perundingan menciptakan ketidakpastian di Timur Tengah.
“Perang di Gaza masih akan terus terjadi dan bisa meluas ke negara lain seperti Yaman, Lebanon, hingga Suriah. Ini akan meningkatkan tensi geopolitik dan mendorong investor untuk kembali memilih emas sebagai aset aman,” jelasnya.
Selain itu, konflik antara Rusia dan Ukraina juga belum mereda. Sanksi ekonomi besar-besaran dari Amerika dan Uni Eropa terhadap Rusia dinilai terus memantik ketidakstabilan di kawasan Eropa Timur.
Hal ini menambah tekanan terhadap kondisi ekonomi global dan menciptakan sentimen positif bagi harga emas.
Dengan mempertimbangkan seluruh faktor tersebut, Ibrahim menyimpulkan bahwa secara fundamental, 60% faktor pasar mendukung kenaikan harga emas, sedangkan 40% bersifat negatif.
“Jika pun emas melemah pada awal pekan, seperti Senin dan Selasa, kemungkinan besar tidak akan tembus di bawah level USD3.300. Justru akan kembali terbang menuju USD3.357 atau bahkan USD3.380,” tegasnyanya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Kalender Jawa 28 Oktober 2026: Watak Weton Rabu Pon, Benarkah Dikenal Pekerja Keras?
- 2Putin Nyatakan Rusia Siap Perang dengan Eropa Meskipun Tidak Menginginkannya
- 3Pemimpin Oposisi Israel Berjanji akan Mengganti Pemerintahan Netanyahu setelah Pemilu
- 44 Link CCTV Jakarta Hari Ini, 28 Oktober 2026: Pantau Situasi Demo di Bundaran HI!
- 5Viking Sebut Terduga Pembunuh ARK Bukan Pendukung Persija, Terindikasi Kelompok Suporter Klub Lain
- 6Luhut soal Polemik Ekspor Gas: Ngapain Berkelahi dengan Singapura?
- 7Pentagon Minta Negara NATO Redam Pernyataan Mengancam Rusia, Ada Apa?
- 8Kalender Jawa 29 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Wage Dikenal Punya Cita-Cita Tinggi
- 9Geledah Kantor PT IPPS, Kejagung Sita Ponsel dan Temukan Akses Ruangan Rahasia
- 10KPK Geledah Kantor Bea Cukai Semarang dan Kanwil Jateng, Sita Uang Tunai








