BI Longgarkan Kebijakan Moneter, BEI Optimistis Target Rata-rata Transaksi Harian Rp13,5 Triliun Tercapai
Hefriday | 21 Juli 2025, 16:51 WIB

AKURAT.CO PT Bursa Efek Indonesia (BEI) menyatakan optimisme terhadap pencapaian target Rata-Rata Nilai Transaksi Harian (RNTH) saham yang ditetapkan sebesar Rp13,5 triliun pada tahun 2025.
Optimisme tersebut didorong oleh sejumlah faktor pendukung, seperti pemangkasan suku bunga acuan Bank Indonesia (BI), penguatan nilai tukar rupiah, serta progres positif dalam negosiasi tarif perdagangan antara Indonesia dan Amerika Serikat (AS).
Direktur Perdagangan dan Pengaturan Anggota Bursa BEI, Irvan Susandy, mengungkapkan bahwa tren RNTH saham menunjukkan arah yang menggembirakan selama tiga bulan terakhir, yakni dari April hingga Juni 2025.
Pada Juni lalu, RNTH sempat menyentuh angka Rp13,29 triliun, menandakan peningkatan signifikan dari bulan-bulan sebelumnya.
“Peningkatan ini menjadi sinyal positif untuk mencapai target RNTH di tahun ini,” ujar Irvan di Jakarta, Senin (21/7/2025).
Lebih lanjut, Irvan menambahkan bahwa sepanjang pekan perdagangan Senin (14/07/2025) hingga Kamis (17/07/2025), RNTH tercatat mengalami lonjakan menjadi Rp16,54 triliun.
Hal ini turut mendorong angka kumulatif RNTH tahun berjalan 2025 menjadi Rp13,19 triliun, mendekati target tahunan yang ditetapkan.
Sebagai bagian dari Roadmap Pasar Modal Indonesia 2023–2027, BEI menargetkan RNTH saham dapat mencapai Rp25 triliun pada tahun 2027.
Adapun pada tahun 2024, RNTH tercatat tumbuh sebesar 19,72% secara tahunan (year on year/yoy) menjadi Rp12,87 triliun, melampaui target semula sebesar Rp12,25 triliun.
Optimisme terhadap pencapaian target juga didukung oleh bertambahnya jumlah investor di pasar modal. Hingga 3 Juli 2025, jumlah investor yang terdaftar melalui Single Investor Identification (SID) mencapai 17.016.329, naik 11,42% dari 14.871.639 SID pada akhir 2024.
Dari sisi moneter, kebijakan Bank Indonesia turut memberikan angin segar bagi pasar modal. Dalam Rapat Dewan Gubernur (RDG) Bulan Juli 2025 yang digelar pada Selasa (15/07/2025), BI memutuskan memangkas suku bunga acuan sebesar 25 basis poin (bps) menjadi 5,25%.
Selain itu, suku bunga deposit facility dan lending facility juga diturunkan masing-masing ke level 4,5% dan 6%.
Kombinasi dari stabilitas makroekonomi, kebijakan moneter yang akomodatif, serta meningkatnya partisipasi investor dipandang menjadi faktor penting yang mendukung pencapaian target RNTH saham di tahun 2025.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 2Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 3Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 4Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 5Bangkai Kapal Tertua di Dunia Berusia 4.700 Tahun Ditemukan di Turki, Apa Saja yang Terungkap?
- 6Trump Sudah Berhati-Hati Terlibat Perang, Netanyahu Berupaya Memicu Kembali Konfrontasi dengan Iran
- 7Fabio Calonego Akui Ditawari Naturalisasi, Tertarik Bela Timnas Indonesia
- 8Dua Jenderal TNI AD Dinilai Memenuhi Syarat Jadi Calon Panglima TNI, Siapa Saja?
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK








