IHSG Menghijau di Sesi l, Andi Rahmat: Saatnya Berburu Saham Blue Chip

AKURAT.CO Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) naik 71,36 poin atau 1,15% ke 6.294,74 pada intraday atau sesi I perdagangan Rabu (19/3/2025) pukul 10.01 WIB.
Searah, indeks LQ45 yang berisi konstituen saham-saham blue chip juga menghijau 2,89 poin atau 0,41% ke ke level 711.
Rebound IHSG ini sesuai dengan prediksi Andi Rahmat, Anggota DPR RI periode 2004-2009 dan 2009-2014 yang menilai pelemahan IHSG kemarin tak punya efek contagion sehingga tak perlu dibesar-besarkan.
Pelemahan IHSG kemarin memang menjadi yang terdalam keempat sepanjang sejarah bursa sehingga patut dihentikan sementara atau trading halt.
IHSG pernah jatuh 10% pada 14 Mei 2019 dan 6,58% pada 9 Maret 2020. Sebelumnya lagi di era krisis 1998 tepatnya 8 Januari 1998, IHSG malah anjlok 11,95%.
Baca Juga: IHSG Ambruk hingga Trading Halt, Misbakhun: Negara Hadir Beri Dukungan Penuh
Namun menurut Andi, pasar saham RI sudah lama decoupling dengan sektor riil dan sektor finansial yang memiliki pengaruh contagion dalam perekonomian.
Ini terbukti saat RI menghadapi kondisi ekonomi yang sulit termasuk krisis subprime di Amerika Serikat 2007-2010 yang menyebabkan institusi keuangan Amerika yang kuat banyak yang ambruk.
"Saat itu dikhawatirkan akan menjalar efeknya kedalam perekonomian kita. Faktanya hanya bank indover saja dan bank century saja yang terdampak. Bisa dikatakan, peristiwa anjloknya IHSG ini secara faktual memang sudah menginsulasi efeknya sendiri hanya dilingkungan terbatas," paparnya.
Lanjutnya, pemerintah tak perlu menunda upaya reformatif mendasarnya untuk menata ulang struktur perekonomian nasional. Yang diperlukan oleh pemerintah sekarang adalah fokus pada implementasi lanjutan pada paket-paket kebijakan ekonominya yang fundamental.
Makin lama dieksekusi, makin sulit bagi pemerintah untuk mengatasi efek balik yang bisa merugikan.
"Sekarang jika punya modal atau uang berlebih, bolehlah membeli segera saham-saham blue chip yang sedang jatuh itu. Lumayan untuk bantu-bantu THR Idul Fitri. Semoga harga saham-saham blue chip itu rebound lagi sebelum Takbir Idul Fitri berkumandang. Wallahualam," tukasnya.
Asal tahu, untuk pertama kali sejak September 2020, IHSG menyentuh circuit breaker sehingga memicu penghentian perdagangan selama 30 menit setelah anjlok lebih dari 5% pada sesi intraday. Kemudian setelah perdagangan dilanjutkan IHSG melanjutkan koreksi hingga 7%.
IHSG berhasil memangkas koreksi tersebut, ditutup turun 3,84% ke level 6.223,39. Beberapa saham yang mengalami koreksi terdalam, yaitu DCII (-20%), TPIA (-18,42%), BREN (-11,79%), BBRI (-3,92%), dan BBCA (-3,49%).
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Kalender Jawa 28 Oktober 2026: Watak Weton Rabu Pon, Benarkah Dikenal Pekerja Keras?
- 24 Link CCTV Jakarta Hari Ini, 28 Oktober 2026: Pantau Situasi Demo di Bundaran HI!
- 3Pemimpin Oposisi Israel Berjanji akan Mengganti Pemerintahan Netanyahu setelah Pemilu
- 4Prediksi Skor Roma vs Cagliari 28 Oktober 2026: Giallorossi Diunggulkan Menang
- 5Materi Matematika TKA SMA 2026, Cek Kisi-Kisi dan Contoh Soal Terbaru
- 6Kalender Jawa 27 Oktober 2026: Watak Weton Selasa Pahing Dikenal Cerdas dan Banyak Akal
- 7Kalender Jawa 29 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Wage Dikenal Punya Cita-Cita Tinggi
- 8Biaya Marketplace Makin Tinggi, Brand Lokal Mulai Mengandalkan Website Sendiri
- 9Silmy Karim Didakwa Terima Rp1,2 Miliar dari Pungli Dokumen Imigrasi
- 10KPK Ingatkan Nusron Wahid untuk Kooperatif dan Berharap Dukungan Penuh Pemerintah









