Akurat Logo

Danantara Bisa Genjot Dividen BUMN Bank Mandiri, BNI dan Telkom

Hefriday | 26 Februari 2025, 19:36 WIB
Danantara Bisa Genjot Dividen BUMN Bank Mandiri, BNI dan Telkom

AKURAT.CO BPI Danantara baru saja diluncurkan dan sudah dikabarkan akan memberikan dorongan signifikan pada besaran dividen BUMN, terutama bagi perusahaan seperti BMRI, BBNI, dan TLKM.

Ada prediksi bahwa rasio dividen ketiga perusahaan ini bisa dinaikkan menjadi 80%, memberikan sinyal positif bagi para investor.

Menutip riset dari BRI Danareksa Sekuritas (BRIDS), Rabu (26/2/2025), Danantara kini menjadi induk INA dan tujuh BUMN besar, yakni PT Pertamina, MIND ID, PLN, BMRI, BBRI, BBNI, dan TLKM.
 
Total aset ketujuh BUMN tersebut mencapai USD900 miliar, membuat Danantara menempati posisi sebagai SWF (sovereign wealth fund) nomor tujuh di dunia dalam hal pengelolaan aset.
 
Selain itu, Danantara berhasil mendapatkan modal sebesar USD20 miliar dari hasil efisiensi anggaran, dan pada tahun 2025, mereka berencana merilis 15–20 proyek baru.
 
 
Langkah ini diyakini akan semakin memperkuat posisi keuangan dan potensi pertumbuhan dari grup BUMN anggota.
 
Di tahun 2024, total dividen dari ketujuh BUMN yang tergabung dalam Danantara mencapai USD5,2 miliar, yang merupakan 95% dari total dividen seluruh BUMN.
 
Dengan adanya amandemen UU BUMN, dividen tersebut nantinya akan dialokasikan ke Danantara untuk diinvestasikan kembali, bukan masuk ke kas negara.
 
"Kerugian dari keputusan bisnis BUMN bukanlah kerugian negara memberikan keleluasaan bagi Danantara dan BUMN untuk beroperasi secara lebih fleksibel. Mereka pun dapat berekspansi ke pendanaan luar serta membangun kemitraan strategis untuk proyek-proyek besar," tulis riset tersebut.
 
Lebih jauh, BRIDS memprediksi bahwa BUMN anggota Danantara akan diuntungkan lewat peningkatan efisiensi, alokasi modal, dan disiplin finansial yang lebih baik. Potensi kenaikan dividen ini sangat menarik, terutama jika rasio dividen dinaikkan menjadi 80%.
 
Dalam skenario tersebut, dividend yield BMRI, BBNI, dan TLKM diproyeksikan naik menjadi 9,6%, 11,2%, dan 7,1% dibandingkan dengan estimasi awal masing-masing 7,2%, 7,7%, dan 6,9%.
 
Meski demikian, ada kekhawatiran di kalangan investor terkait tata kelola Danantara, terutama mengenai struktur pelaporan dan penunjukan pejabat pemerintahan dalam organisasi.
 
Kekhawatiran ini muncul karena investor selalu mengharapkan transparansi dan akuntabilitas yang tinggi dari lembaga pengelola aset sebesar ini.
 
Namun, BRIDS menilai bahwa kehadiran badan pengawas di Danantara akan memastikan adanya tata kelola yang baik dan transparansi yang diperlukan. Dengan pengawasan yang tepat, potensi kenaikan dividen dan peningkatan efisiensi diharapkan bisa terealisasi dengan maksimal.
 
BRIDS juga merekomendasikan beli saham BMRI, BBNI, dan TLKM dengan target harga masing-masing Rp5.900, Rp5.100, dan Rp3.680. Rekomendasi ini didasarkan pada prospek peningkatan dividen yang dapat memberikan imbal hasil lebih menarik bagi investor.
Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

H
Reporter
Hefriday
Yosi Winosa