Dukung Pencegahan Perubahan Iklim, BEI Gelar Ring the Bell for Climate

AKURAT.CO Sebagai bentuk komitmen mendukung upaya global dalam pencegahan perubahan iklim, PT Bursa Efek Indonesia (BEI) menggelar acara Ring the Bell for Climate pada Rabu (20/11/2024) di Main Hall BEI.
Kegiatan ini merupakan bagian dari kampanye World Federation of Exchange (WFE) yang berlangsung serentak dengan gelaran Conference of Parties (COP) ke-29 di Baku, Azerbaijan pada 11–22 November 2024.
Menurut Direktur Penilaian Perusahaan BEI, I Gede Nyoman Yetna, acara ini menjadi simbol seruan global dan komitmen bursa efek di seluruh dunia terhadap isu perubahan iklim serta mendukung keberlanjutan. “Melalui kegiatan ini, kami menegaskan peran pasar modal dalam mendukung inisiatif keberlanjutan,” ujar Direktur Penilaian Perusahaan BEI, ujar I Gede Nyoman Yetna.
Sebagai bagian dari upaya nyata, BEI memperkenalkan program pelatihan IDX Net Zero Incubator. Program ini dirancang untuk membantu perusahaan tercatat memulai langkah dekarbonisasi.
Program yang berlangsung sejak 1 Agustus hingga 6 November 2024 ini diikuti oleh 117 perusahaan tercatat. Dengan format pelatihan offline dan online, peserta menjalani total 27 jam pelatihan dalam delapan sesi. Harapannya, perusahaan yang mengikuti program ini dapat menerapkan hasil pelatihan dalam pelaporan aspek lingkungan, sosial, dan tata kelola (ESG), khususnya dalam laporan keberlanjutan.
I Gede Nyoman Yetna menekankan pentingnya keberlanjutan bagi perusahaan tercatat. “Inisiatif keberlanjutan dapat memberikan banyak manfaat, seperti menjaga kelangsungan perusahaan dalam jangka panjang, memenuhi regulasi, dan meningkatkan reputasi bisnis,” jelasnya.
Melalui laporan keberlanjutan yang transparan dan akurat, perusahaan dapat menunjukkan kontribusi nyata terhadap penurunan emisi gas rumah kaca. Ini tidak hanya berdampak positif bagi lingkungan, tetapi juga memperkuat daya saing di pasar global yang semakin menuntut kepatuhan terhadap aspek ESG.
Langkah ini bertujuan untuk memperluas jangkauan inisiatif keberlanjutan di pasar modal Indonesia. Dengan semakin banyak perusahaan tercatat yang terlibat, BEI berharap dapat mempercepat perjalanan menuju target dekarbonisasi nasional.
Peningkatan kesadaran terhadap risiko perubahan iklim di kalangan pelaku pasar modal menjadi langkah strategis. Dengan memadukan aspek keberlanjutan dalam tata kelola perusahaan, pasar modal dapat menjadi katalis perubahan yang signifikan terhadap pengurangan emisi gas rumah kaca.
Dengan kolaborasi lintas sektor, BEI optimis bahwa upaya ini akan membawa dampak positif tidak hanya bagi perusahaan tercatat, tetapi juga bagi lingkungan dan masyarakat secara keseluruhan.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini


Terpopuler
- 1Kecelakaan Maut di Afrika Selatan, 21 Orang Tewas dalam Tabrakan Tiga Kendaraan
- 2Terpukau Atmosfer Persija vs Persib di SUGBK, John Herdman: Belum Pernah Saya Rasakan
- 3Apa Itu Gempa Megathrust? Ini Wilayah Indonesia yang Berpotensi Terdampak
- 4Tokoh Partai Reformasi Britania Raya Balas Trump soal Irlandia Bersatu: Jangan Campuri Politik Inggris!
- 5Soal Kabar Jokowi-Megawati Bakal Bertemu, Said Abdullah: Kartunya Mati, Jangan Dihidupkan Lagi
- 6Suahasil Nazara Jadi Menkeu Baru, Ini Sosok dan Perjalanan Kariernya
- 7ACL Two: FC Seoul Siapkan Pemain SMA Lawan Persib Bandung, Anggap Remeh?
- 8Ismed Sofyan Puji Shin Tae-yong Usai Persija Kalahkan Persib, Putuskan Kebuntuan 3 Tahun
- 9Sidang Korupsi Kuota Haji Ungkap Marwan Dasopang Mendorong Kuota Tambahan Tidak Seluruhnya untuk Jemaah Reguler
- 10Fahd A Rafiq Bersama Tujuh Tersangka OTT Summarecon Digiring ke Mobil Tahanan KPK






