AKURAT.CO Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kembali tertahan di zona merah pada akhir perdagangan Senin (18/11/2024). Setelah sempat dibuka menghijau, IHSG langsung berbalik arah dan terus melemah hingga penutupan. IHSG terkoreksi sebesar 26,98 poin atau 0,38% ke level 7.134,2, dengan pergerakan harian di kisaran 7.118 hingga 7.174.
Total volume perdagangan mencapai 21,7 miliar lembar saham, dengan nilai transaksi sekitar Rp10,1 triliun yang tersebar dalam 1,12 juta kali transaksi. Dari total emiten yang diperdagangkan, 198 saham mengalami kenaikan harga, 397 saham terkoreksi, dan 193 saham stagnan.
Pelemahan IHSG pada hari ini dikaitkan dengan tekanan dari kondisi global dan regional. Sentimen eksternal, termasuk kekhawatiran atas prospek suku bunga global dan perlambatan ekonomi di beberapa negara besar, masih membayangi pergerakan pasar.
Pelemahan IHSG pada hari ini dikaitkan dengan tekanan dari kondisi global dan regional. Sentimen eksternal, termasuk kekhawatiran atas prospek suku bunga global dan perlambatan ekonomi di beberapa negara besar, masih membayangi pergerakan pasar.
Baca Juga: IHSG Turun 1,73 Persen dalam Sepekan
Selain itu, pergerakan harga komoditas yang cenderung fluktuatif turut memengaruhi sektor-sektor saham berbasis sumber daya alam yang menjadi andalan IHSG. Hal ini diperburuk oleh aksi ambil untung (profit-taking) yang dilakukan oleh investor pasca kenaikan IHSG di pekan sebelumnya.
Sementara itu, indeks saham di kawasan Asia menunjukkan pergerakan yang bervariasi. Indeks Nikkei 225 Jepang melemah 1,1% menjadi 38.220,85, sedangkan Kospi Korea Selatan melonjak 2,2% ke level 2.469,07.
Di Hong Kong, indeks Hang Seng mencatatkan kenaikan sebesar 0,8% menjadi 19.572,34, sementara Shanghai Composite China turun tipis 0,2% ke level 3.323,55. Di tempat lain, indeks S&P/ASX 200 Australia naik tipis 0,2% menjadi 8.300,20, sedangkan indeks Taiex Taiwan terkoreksi 0,9%. Adapun indeks SET Bangkok mencatat kenaikan 0,8%.
Tekanan terbesar di IHSG pada perdagangan hari ini datang dari sektor properti dan infrastruktur, yang masing-masing melemah lebih dari 1%. Di sisi lain, sektor teknologi berhasil mencatat penguatan tipis, meskipun tidak cukup signifikan untuk mengangkat IHSG secara keseluruhan.
Jika dibandingkan dengan pekan lalu, pergerakan IHSG kali ini mencerminkan pola konsolidasi yang cenderung bearish. Tekanan jual dari investor asing semakin memperberat kinerja pasar. Data menunjukkan net sell asing pada perdagangan hari ini mencapai lebih dari Rp300 miliar.
Di sisi lain, beberapa saham blue chip seperti BBCA dan TLKM berhasil bertahan di zona hijau, meskipun dengan penguatan yang terbatas. Saham-saham ini menjadi pilihan investor yang mencari instrumen defensif di tengah ketidakpastian pasar.
Selain itu, pergerakan harga komoditas yang cenderung fluktuatif turut memengaruhi sektor-sektor saham berbasis sumber daya alam yang menjadi andalan IHSG. Hal ini diperburuk oleh aksi ambil untung (profit-taking) yang dilakukan oleh investor pasca kenaikan IHSG di pekan sebelumnya.
Sementara itu, indeks saham di kawasan Asia menunjukkan pergerakan yang bervariasi. Indeks Nikkei 225 Jepang melemah 1,1% menjadi 38.220,85, sedangkan Kospi Korea Selatan melonjak 2,2% ke level 2.469,07.
Di Hong Kong, indeks Hang Seng mencatatkan kenaikan sebesar 0,8% menjadi 19.572,34, sementara Shanghai Composite China turun tipis 0,2% ke level 3.323,55. Di tempat lain, indeks S&P/ASX 200 Australia naik tipis 0,2% menjadi 8.300,20, sedangkan indeks Taiex Taiwan terkoreksi 0,9%. Adapun indeks SET Bangkok mencatat kenaikan 0,8%.
Tekanan terbesar di IHSG pada perdagangan hari ini datang dari sektor properti dan infrastruktur, yang masing-masing melemah lebih dari 1%. Di sisi lain, sektor teknologi berhasil mencatat penguatan tipis, meskipun tidak cukup signifikan untuk mengangkat IHSG secara keseluruhan.
Jika dibandingkan dengan pekan lalu, pergerakan IHSG kali ini mencerminkan pola konsolidasi yang cenderung bearish. Tekanan jual dari investor asing semakin memperberat kinerja pasar. Data menunjukkan net sell asing pada perdagangan hari ini mencapai lebih dari Rp300 miliar.
Di sisi lain, beberapa saham blue chip seperti BBCA dan TLKM berhasil bertahan di zona hijau, meskipun dengan penguatan yang terbatas. Saham-saham ini menjadi pilihan investor yang mencari instrumen defensif di tengah ketidakpastian pasar.
Selain itu, investor juga disarankan untuk memantau perkembangan kebijakan ekonomi global, terutama terkait suku bunga dan dampaknya terhadap pasar finansial. Langkah The Federal Reserve dan Bank Sentral Eropa dalam mengatasi inflasi akan menjadi salah satu faktor utama yang memengaruhi pergerakan pasar saham di Indonesia.
Dengan sentimen negatif yang masih mendominasi, IHSG diperkirakan akan melanjutkan konsolidasi pada pekan ini. Namun, potensi rebound tetap terbuka jika ada katalis positif, seperti data ekonomi yang lebih baik dari perkiraan atau kebijakan stimulus dari pemerintah.
Dengan sentimen negatif yang masih mendominasi, IHSG diperkirakan akan melanjutkan konsolidasi pada pekan ini. Namun, potensi rebound tetap terbuka jika ada katalis positif, seperti data ekonomi yang lebih baik dari perkiraan atau kebijakan stimulus dari pemerintah.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Denmark Terbuka: Kena Kartu Merah di Semifinal, Fajar/Fikri Minta Peraturan Baru Time Clock Ditinjau Ulang
- 2Tumbang Lawan Lazio, Juventus Mulai Pertimbangkan Depak Luciano Spalletti dan Bidik Antonio Conte
- 3Dorongan Hak Angket Ijazah Gibran Menguat, Jokowi Mulai Panik?
- 4Prediksi Skor Roma vs Genoa 18 Oktober 2026: Giallorossi Diunggulkan
- 5Korlantas Polri Gelar Bakti Sosial Jumat Sedekah di TPS Rawajati Jakarta Selatan, ke Depannya Akan Dilaksanakan Rutin
- 6Kalender Jawa 17 Oktober 2026: Weton Sabtu Pahing Memiliki Semangat Hidup yang Tinggi
- 7BCA dan BI Gelar Kompetisi QRIS di Royal Plaza Surabaya, Libatkan 475 Tenant
- 8Adira Finance Perkuat Ekspansi Daerah Usai Merger Mandala, Bidik Pasar Indonesia Timur
- 9MAKI Desak KPK Cegah Nusron Wahid ke Luar Negeri
- 10Presiden Prabowo Terima Kunjungan Sekjen PBB António Guterres di Hambalang









