AKURAT.CO Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di penutupan perdagangan Kamis (14/11/2024), mencatat pelemahan signifikan, mengikuti tren negatif di sebagian besar bursa saham kawasan Asia.
IHSG ditutup melemah 94,10 poin atau 1,29%, berakhir di posisi 7.214,56. Indeks LQ45, yang mencakup 45 saham unggulan, juga turun 10,75 poin atau 1,21% ke posisi 875,70.
Pelaku pasar cenderung mengambil pandangan jangka panjang terhadap kebijakan moneter The Fed di tengah pemerintahan Presiden Terpilih Donald Trump.
Kebijakan baru ini dikhawatirkan bisa memperburuk inflasi, terutama dengan potensi pengaruh besar terhadap harga komoditas global.
Presiden Federal Reserve Bank Minneapolis, Neel Kashkari, menyatakan bahwa inflasi akan menyusut dalam jangka waktu mendatang.
Baca Juga: Awali Pekan, IHSG Memerah ke 7.266,46
Pernyataan ini memberikan sedikit optimisme di tengah kekhawatiran pelaku pasar terhadap kebijakan inflasi di AS.
Namun, kekhawatiran lain muncul terkait hubungan AS-China. Sikap keras Presiden terpilih AS, Donald Trump, terhadap China dan penunjukan tokoh-tokoh yang kritis terhadap China di kabinetnya menimbulkan ketidakpastian di kalangan pelaku pasar.
Langkah ini dianggap dapat memicu kebijakan perdagangan yang lebih tegas, seperti kenaikan tarif terhadap China, yang bisa berdampak negatif pada pasar global.
Dibuka melemah pada Kamis pagi, IHSG terus bertahan di zona merah hingga penutupan sesi pertama. Tidak ada perubahan berarti di sesi kedua, dengan IHSG tetap berada di teritori negatif sampai perdagangan berakhir.
Sektor teknologi menjadi satu-satunya sektor yang mengalami penguatan di antara indeks sektoral IDX-IC, dengan kenaikan sebesar 1,31%.
Sebaliknya, sepuluh sektor lainnya mencatat penurunan, dipimpin oleh sektor properti yang turun sebesar 1,67%, diikuti sektor energi dan barang baku yang masing-masing turun sebesar 1,66% dan 1,40%.
Saham-saham yang mengalami kenaikan terbesar di antaranya adalah NAIK, DART, DAAZ, SKRN, dan MLPT. Sementara itu, saham yang mencatat pelemahan terbesar adalah BDKR, BOAT, DEWA, MEJA, dan SURI.
Perdagangan saham pada hari ini mencatat frekuensi transaksi sebanyak 1.170.808 kali, dengan total volume perdagangan sebanyak 23,14 miliar lembar saham senilai Rp10,92 triliun.
Dari total perdagangan, sebanyak 173 saham mengalami kenaikan harga, 431 saham menurun, dan 182 saham tidak mengalami perubahan harga.
Pada penutupan bursa Asia, sejumlah indeks utama juga menunjukkan pelemahan.
Indeks Nikkei di Jepang turun 186,00 poin atau 0,48% ke posisi 38.535,69, sementara indeks Hang Seng di Hong Kong melemah signifikan sebesar 387,63 poin atau 1,96% ke 19.435,81.
Indeks Shanghai di China juga terkoreksi 59,43 poin atau 1,73%, berakhir di level 3.379,84. Di sisi lain, indeks Straits Times di Singapura tercatat menguat 17,81 poin atau 0,48% ke 3.738,15.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Denmark Terbuka: Kena Kartu Merah di Semifinal, Fajar/Fikri Minta Peraturan Baru Time Clock Ditinjau Ulang
- 2Tumbang Lawan Lazio, Juventus Mulai Pertimbangkan Depak Luciano Spalletti dan Bidik Antonio Conte
- 3Dorongan Hak Angket Ijazah Gibran Menguat, Jokowi Mulai Panik?
- 4Prediksi Skor Roma vs Genoa 18 Oktober 2026: Giallorossi Diunggulkan
- 5Korlantas Polri Gelar Bakti Sosial Jumat Sedekah di TPS Rawajati Jakarta Selatan, ke Depannya Akan Dilaksanakan Rutin
- 6Kalender Jawa 17 Oktober 2026: Weton Sabtu Pahing Memiliki Semangat Hidup yang Tinggi
- 7BCA dan BI Gelar Kompetisi QRIS di Royal Plaza Surabaya, Libatkan 475 Tenant
- 8Adira Finance Perkuat Ekspansi Daerah Usai Merger Mandala, Bidik Pasar Indonesia Timur
- 9Polemik Ijazah Gibran, Prabowo Disarankan Ambil Langkah Taktis Ini Demi Cegah Indonesia Rusuh Seperti Eropa
- 10MAKI Desak KPK Cegah Nusron Wahid ke Luar Negeri










