Mayoritas Saham Bank Permata (BNLI) Masih Dikempit Banko Bank Public
Hefriday | 8 November 2024, 10:52 WIB

AKURAT.CO Mayoritas kepemilikan saham PT. Bank Permata Tbk. (BNLI) saat ini dipegang oleh Bangkok Bank Public Company Limited per 31 Oktober 2024. Perusahaan perbankan asal Thailand ini tercatat memiliki sebanyak 32.244.827.604 saham atau setara dengan 89,12% dari total saham beredar.
Hal tersebut terungkap dalam surat 080/BP/CSG/XI/2024 dan disampaikan oleh Corporate Secretary BNLI, Katharine Grace. "Total jumlah saham yang beredar di Bank Permata mencapai 36.181.359.520 saham," ujar Katharine dalam keterbukaan informasi BEI, dikutip Jumat (8/11/2024).
Selain Bangkok Bank, kepemilikan saham lainnya didominasi oleh kelompok non-pengendali yang mencakup 10,88% dari total saham yang beredar.
Sementara saham berstatus "free float" atau saham yang diperdagangkan bebas di pasar publik mencapai 9,97% atau sekitar 3.572.913.111 saham. Persentase saham free float ini tetap konsisten dengan laporan sebelumnya, mempertahankan peluang partisipasi investor publik dalam transaksi saham BNLI.
Di sisi lain, Bank Permata melaporkan adanya kenaikan jumlah pemegang saham selama bulan Oktober. Jumlah pemegang saham bertambah dari 10.823 menjadi 11.163, menandakan pertumbuhan ketertarikan publik terhadap saham BNLI di tengah dominasi saham oleh Bangkok Bank. Peningkatan jumlah pemegang saham ini bisa menjadi indikator minat pasar yang positif terhadap Bank Permata.
Selain Bangkok Bank, laporan ini juga mencantumkan dua penerima manfaat akhir dari kepemilikan saham utama Bank Permata, yaitu Deja Tulananda dan Chartsiri Sophonpanich. Kedua nama ini berhubungan dengan Bangkok Bank Public, memperlihatkan keterkaitan kepemilikan saham Bank Permata dengan struktur manajemen di Bangkok Bank.
Di sisi lain, kepemilikan treasury stock atau saham yang dimiliki sendiri oleh Bank Permata tetap minim, hanya sebesar 46.738 saham atau hampir nol persen dari total saham. Bank Permata juga mencatatkan bahwa kepemilikan saham oleh direksi dan dewan komisaris yang masing-masing memiliki saham dalam jumlah yang sangat kecil atau kurang dari 5%.
Di sisi lain, Bank Permata melaporkan adanya kenaikan jumlah pemegang saham selama bulan Oktober. Jumlah pemegang saham bertambah dari 10.823 menjadi 11.163, menandakan pertumbuhan ketertarikan publik terhadap saham BNLI di tengah dominasi saham oleh Bangkok Bank. Peningkatan jumlah pemegang saham ini bisa menjadi indikator minat pasar yang positif terhadap Bank Permata.
Selain Bangkok Bank, laporan ini juga mencantumkan dua penerima manfaat akhir dari kepemilikan saham utama Bank Permata, yaitu Deja Tulananda dan Chartsiri Sophonpanich. Kedua nama ini berhubungan dengan Bangkok Bank Public, memperlihatkan keterkaitan kepemilikan saham Bank Permata dengan struktur manajemen di Bangkok Bank.
Di sisi lain, kepemilikan treasury stock atau saham yang dimiliki sendiri oleh Bank Permata tetap minim, hanya sebesar 46.738 saham atau hampir nol persen dari total saham. Bank Permata juga mencatatkan bahwa kepemilikan saham oleh direksi dan dewan komisaris yang masing-masing memiliki saham dalam jumlah yang sangat kecil atau kurang dari 5%.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Cara Cek Penerima BSU Kemnaker 2026 Pakai NIK, Begini Status Link Resminya
- 2Setelah 'Cabut' dari Timnas Portugal, Masa Depan Cristiano Ronaldo dalam Ketidakpastian
- 3Prediksi Belgia vs Turki 3 Oktober 2026: Susunan Pemain, H2H, dan Skor
- 4Asian Games: Indonesia Berpeluang Raih 5 Emas Besok, Padel Salah Satunya!
- 5Moto3 Jepang: Tanpa Alasan! Hiroshi Aoyama Tuntut Veda Ega Pratama dan Zen Mitani All Out di 'Kandang'
- 6Trump Siapkan Tambahan 10.000 Pasukan AS ke Timur Tengah, Senator Desak Kongres Hentikan Dana Perang Iran
- 7Kalender Jawa 2 Oktober 2026: Watak Weton Jumat Pahing Dikenal Punya Cita-Cita Tinggi
- 8Dokumen Pendidikan Gibran Dilaporkan ke Bareskrim, Keaslian Syarat Cawapres 2024 Jadi Sorotan
- 9Anak Usaha Lyman Group Urus HGB Kota Baru Parahyangan ke ATR/BPN, KPK Dalami Setorannya
- 10KPK Buka Peluang Periksa Nusron Wahid di Kasus ATR/BPN, Dalami Alur Setoran hingga Pusat








