Jumlah Unit Penyertaan Reksa Dana Indeks KISI MSCI Indonesia ETF (XKMS) Susut 2 Juta Unit

AKURAT.CO Jumlah unit penyertaan Reksa Dana Indeks KISI MSCI Indonesia ETF (XKMS) susut 2 juta unit menjadi 141,4 juta unit pada 20 September 2024, berdasarkan laporan perusahaan.
Pada periode pelapora sebelumnya, jumlah unit penyertaan yang beredar masih tercatat sebanyak 143,4 juta unit. Pengurangan jumlah unit penyertaan ini bisa disebabkan oleh berbagai faktor, termasuk penjualan oleh investor yang mungkin sedang melakukan realokasi portofolio mereka.
"Investor biasanya melakukan penjualan unit reksa dana dalam kondisi pasar yang tidak stabil atau ketika mereka ingin mengalihkan investasi mereka ke instrumen lain yang dianggap lebih menjanjikan," ujar manajemen KISI dalam keterbukaan informasi BEI, dikutip Rabu (6/11/2024).
Baca Juga: Sinergi BTN dan Syailendra Capital, Hadirkan Dua Produk Reksa Dana Unggulan
Asal tahu, Reksa Dana Indeks KISI MSCI Indonesia ETF, sebagai salah satu produk dari KISI Asset Management, dirancang untuk memberikan akses kepada investor untuk berinvestasi dalam saham-saham yang terdaftar dalam indeks MSCI Indonesia.
Reksa dana ini menawarkan berbagai keuntungan bagi para investornya. Di antaranya adalah diversifikasi portofolio yang baik, manajemen profesional dari tim pengelola, dan likuiditas yang relatif tinggi. Fitur-fitur ini membuatnya menjadi pilihan yang menarik bagi investor yang ingin mengakses pasar saham dengan risiko yang lebih terkelola.
Sementara itu, PT KISI Asset Management (KISI AM) membidik dana kelolaan atau Asset Under Management (AUM) reksa dana senilai Rp3 triliun pada 2024 yang ditopang dengan peluncuran sejumlah produk baru.
Angka itu meningkat 42,86% dibandingkan dengan AUM yang dikelola pada 2023 sebesar Rp2,1 triliun.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Denmark Terbuka: Kena Kartu Merah di Semifinal, Fajar/Fikri Minta Peraturan Baru Time Clock Ditinjau Ulang
- 2Tumbang Lawan Lazio, Juventus Mulai Pertimbangkan Depak Luciano Spalletti dan Bidik Antonio Conte
- 3Prediksi Skor Lille vs Galatasaray: Duel Sengit Demi Poin Perdana Liga Champions
- 4Contoh Teks Pidato Hari Santri 2026 Singkat dan Lucu, Mudah Dihafal!
- 5Prediksi Skor Aston Villa vs Viking 22 Oktober 2026: Tuan Rumah Diunggulkan Menang
- 6Prediksi Skor Bali United vs Garudayaksa 21 Oktober 2026: Serdadu Tridatu Diunggulkan?
- 7Prediksi Skor Sporting CP vs LASK Linz 22 Oktober 2026: Tuan Rumah Diunggulkan
- 8Siapa Aktivis Greenpeace yang Viral di Bundaran HI? Ini Profil dan Pesan Aksinya
- 9Enam Perusahaan Kena Sanksi Karhutla, Total Sudah 32
- 10Prabowo Usut Tuntas Karhutla: Kali Ini Tidak Bisa Ditindak Biasa-biasa Saja








